HKHKI HARAP AGAR PEMERINTAH PERTIMBANGKAN KEMBALI URGENSI RUU KIA SECARA MATANG

INDONET7.COM JAKARTA-Telah terselenggara dengan sukses acara webinar HKHKI (Himpunan Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia) yaitu webinar HUT HKHKI Ke-3 dengan judul “RUU Kesejahteraan Ibu & Anak: Tantangan Investasi & SDM Unggul dalam Gig Economy”, pada Senin, 29 Agustus 2022, pukul 14.00 s.d. 17.00 WIB.

Webinar ini dihadiri oleh keynote speaker & sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya, meliputi:
1. Dra. Lenny N. Rosalin, S.E., M.Sc., M.Fin. (Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)
2. Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H. (Dirjen HAM Kemhum RI & Dewan Kehormatan HKHKI)
3. Yuli Adiratna, S.H., M.Hum. (Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan Kemnaker)
4. Myra Maria Hanartani (Ketua Komite Regulasi & Hubungan Kelembangaan APINDO)
5. Timboel Siregar ( Sekjen OPSI )
Himpunan Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia

Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (HKHKI) yang ke-3 tahun, menggelar 3 acara webinar yang akan diselenggarakan secara daring maupun luring. Pada Senin (29/08), HKHKI telah sukses menggelar 1 dari 3 webinarnya yang bertajuk “RUU Kesejahteraan Ibu & Anak: Tantangan Investasi & SDM Unggul dalam Gig Economy”.

Webinar yang diselenggarakan via media Zoom ini berjalan meriah dan penuh antusias dari para peserta maupun pengisi acara, karena substansi RUU KIA yang masih dipandang belum perlu oleh banyak pihak. Webinar yang dimoderatori oleh Ruben Soeratman, S.H., LL.M. ini dimulai dengan sambutan dari Prof. Payaman Simanjuntak selaku Ketua Dewan Kehormatan yang mengapresiasi kerja keras HKHKI selama tiga tahun terakhir dengan pencapaiannya yang luar biasa. Payaman mencatat dalam usia yang baru 3 tahun, sudah puluhan aktifitas baik domestik maupun bekerja sama dengan banyak lembaga internasional.

HKHKI adalah organisasi profesi para pengacara dan dosen yang lebih mengkhususkan di bidang Ketenagakerjaan dan HAM. Terkait RUU KIA, Payaman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menghimpun dan memberikan masukan yang membangun agar tepat sasaran.

Dr. Raja Sirait, S.E., Ak., S.H., M.H., M.M. sebagai wakil ketua Umum DPP HKHKI mengucapkan terima kasihnatas dukungan seluruh pihak hingga saat ini HKHKI telah dikenal baik di Indonesia maupun diluar negeri sebagai organisasi yang aktif dan banyak berkontribusi bagi masyarakat. Bukan saja dalam dunia hukum ketenagakerjaan, yang memberikan
konsultasi gratis namun juga kegiatan sosial. Seperti secara rutin memberikan donasi
dan sembako bagi masyarakat miskin di beberapa kota, pemberian hewan qurban,
pemberian vaksinasi gratis bagi masyarakat dan tenaga kerja asing. Dimana saat itu vaksin sangat sulit didapat, bahkan tidak sedikit perusahaan harus membeli vaksin untuk
pekerjanya ,”tuturnya.

Dr.Raja Sirait menambahkan kami (HKHKI) berjuang keras untuk bisa memberikan vaksinasi gratis, dan tujuan tersebut tercapai dengan respon masyarakat yang sangat positif. Serta banyak lagi kegiatan kami lainnya,”Jelas Dr.Raja Sirait.

Sebagai keynote speaker, Menteri. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak yang diwakili oleh Dra. Lenny N. Rosalin, S.E., M.Sc., M.Fin. memaparkan data terkait harapan hidup ibu dan anak di Indonesia. Bahwa perlu dipikirkan bagaimana cara menurunkan kematian ibu, anak, dan mencegah anak dari stunting. Lenny menambahkan bahwa selain pemulihan ibu, suami juga ikut cuti supaya bisa mendampingi ibu dalam proses kelahiran sebagai wujud untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Yang ingin dicapai adalah agar melahirkan generasi yang berkualitas,”Ujar Lenny.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan, diwakili oleh Yuli Adiratna, S.H., M.Hum. sebagai Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan Kemnaker mengapresiasi
kerja keras HKHKI dan berharap HKHKI semakin bermanfaat bagi ketenagakerjaan
Indonesia. Yuli memaparkan data perempuan yang ikut berpartisipasi dalam bidang ketenagakerjaan, keuntungan dan faktor gig economy, perlindungan khusus ibu dalam
konvenan hak ekonomi & sosial budaya, dan memberikan catatan terkait RUU KIA ini. Yuli menekankan bahwa penyusunan RUU KIA ini harus dipikirkan dengan matangmatang dan tepat sasaran. Jangan sampai bertumpang tindih dengan aturan dalam bidang ketenagakerjaan, atau justru merugikan pekerja dan pengusaha,”Ungkapnya.

Mewakili Apindo, Ketua Komite Regulasi & Hubungan Kelembagan Apindo Myra Maria Hanartani, mengatakan bahwa terbitnya RUU KIA ini karena tingginya kematian ibu dan anak. Kesehatan dan keselamatan ibu dan anak yang perlu dibahas dan benarbenar dicari solusinya, dibanding dengan memperpanjang cuti melahirkan. Dapat disimpulkan bahwa Myra berpendapat bahwa aturan ini belum saatnya diberlakukan di Indonesia ,”Tutur Myra.

Pemapar ketiga adalah Dirjen HAM Kemenkumham RI sekaligus anggota Dewan Kehormatan HKHKI, Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H. dalam paparan yang dibacakan oleh host Ema Fatimah menggarisbawahi upaya meningkatkan kesetaraan gender dan harusnya untuk meminimalisir diskriminasi serta analisis HAM terhadap RUU KIA. Serta pentingnya peran Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemda dalam mewujudkan implementasi KIA melalui RAN & RAD, yang perlu diharmonisasikan dengan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Selain itu perlu adanya pelibatan dunia usaha dalam penyusunan RUU KIA. Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia,”tegas Mualimin.

Timboel Siregar sebagai pemapar keempat,
mengatakan bahwa RUU KIA tidak bisa berdiri sendiri, karena ada kaitannya dengan UU ketenagakerjaan, jaminan sosial, dan lain-lain. Oleh karena itu, harus benar-benar dipikirkan dengan matang terkait penyusunan RUU KIA ini. Timboel menekankan agar pemerintah juga memikirkan perlindungan bagi pekerja nformal yang selama ini sering dilupakan. Timboel berpendapat bahwa aturan yang sekarang ada sudah banyak yang bagus, tinggal implementasikan secara benar,”Ujar Timboel.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Ketua umum HKHKI Dr. Ike Farida, S.H., LL.M. memberikan catatan bahwa peningkatan kesejahteraan ibu anak sangat didukungnya. Terlebih Ibu, adalah tiang dari keluarga, jika Ibunya sehat, maka keluarga akan lebih terjamin kesehatannya. Namun, jika yang dibidik adalah peningkatan KIA, maka seharusnya perbaikan kondisi dimulai dari bidang kesehatan. Misal peningkatan pelayanan rumah sakit, puskesmas, sosialisasi usia ideal perkawinan, pemberian edukasi massal di daerah tentang organ dan alat reproduksi perempuan, tentang kesehatan dan gizi ibu hamil dan bayi, dst. “Jelas Ike.

ditambahkan Ike , juga meningkatan infrastruktrur di daerah, karena masih banyak ibu hamil yang meninggal diperjalanan menuju puskesmas disebabkan infrastrukturnya buruk. Sarana dan prasarana harus mudah dan murah untuk di akses.
Pada saat perekonomian Indonesia belum pulih dan pandemi ini belum berakhir, RUU
KIA ini dikhawatirkan malah akan memberi dampak buruk bagi Indonesia, bagi pekerja
dan pengusaha. Hal ini dapat menurunkan rangking Indonesia di dunia internasional
bukan lagi sebagai negara investasi yang menarik bagi para investor asing.
Ike yang juga adalah Managing Partner di Kantor Hukum Farida Law Office ini menekankan bahwa RUU KIA ini tidak perlu disahkan secara terburu-buru, perlu penelitian yang lebih matang.
Webinar HUT HKHKI yang Ke-3 memberikan catatan-catatan penting bagi Pemerintah dan pembuat undang-undang yakni:
1. RUU KIA harus diteliti dan pertimbangkan dengan matang, mendapatkan masukan
dari masyarakat termasuk organisasi seperti HKHKI, karena berkaitan erat dengan ketenagakerjaan.
2. Pembenahan dan perbaikan dari sisi infrastruktur khususnya di daerah, perbaikan
sarana dan prasarana di bidang kesehatan, serta sosialisasi dan propaganda tentang kesehatan perempuan dan balita merupakan skala prioritas utama dalam peningkatan
KIA,”Pungkas Dr.Ike Farida.

(MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000301

article 0000302

article 0000303

article 0000304

article 0000305

article 0000306

article 0000307

article 0000308

article 0000309

article 0000310

article 0000311

article 0000312

article 0000313

article 0000314

article 0000315

article 0000316

article 0000317

article 0000318

article 0000319

article 0000320

article 0000321

article 0000322

article 0000323

article 0000324

article 0000325

article 0000326

article 0000327

article 0000328

article 0000329

article 0000330

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2990311

article 2990312

article 2990313

article 2990314

article 2990315

article 2990316

article 2990317

article 2990318

article 2990319

article 2990320

article 2990321

article 2990322

article 2990323

article 2990324

article 2990325

article 2990326

article 2990327

article 2990328

article 2990329

article 2990330

article 2990331

article 2990332

article 2990333

article 2990334

article 2990335

article 2990336

article 2990337

article 2990338

article 2990339

article 2990340

article 2990341

article 2990342

article 2990343

article 2990344

article 2990345

article 2990346

article 2990347

article 2990348

article 2990349

article 2990350

article 2990351

article 2990352

article 2990353

article 2990354

article 2990355

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

article 5500196

article 5500197

article 5500198

article 5500199

article 5500200

article 5500201

article 5500202

article 5500203

article 5500204

article 5500205

article 5500206

article 5500207

article 5500208

article 5500209

article 5500210

article 5500211

article 5500212

article 5500213

article 5500214

article 5500215

article 5500216

article 5500217

article 5500218

article 5500219

article 5500220

article 5500221

article 5500222

article 5500223

article 5500224

article 5500225

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 9998000441

article 9998000442

article 9998000443

article 9998000444

article 9998000445

article 9998000446

article 9998000447

article 9998000448

article 9998000449

article 9998000450

article 9998000451

article 9998000452

article 9998000453

article 9998000454

article 9998000455

article 9998000456

article 9998000457

article 9998000458

article 9998000459

article 9998000460

article 9998000461

article 9998000462

article 9998000463

article 9998000464

article 9998000465

article 9998000466

article 9998000467

article 9998000468

article 9998000469

article 9998000470

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

news-1701