INDONET7.COM JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) ke-32 bertempat di Hotel JS. Luwansa Kuningan Jakarta Selatan, (30/08/2022). Agenda ini dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Agustus 2022.
Tema yang di ambil di Rakerkonas ini adalah, “Memperkokoh Sinergi Pengusaha Dan Pemerintahan Dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global”.

Ketua DPP Apindo Provinsi Papua Tulus Sianipar mengatakan Sebelum Rakernas itu kan Munassus jadi ada beberapa program perubahan pasal-pasal di AD/ART
Sering dengan berjalannya waktu maka diperlukan penyesuaian-penyesuaian sehingga bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi.
Kemudian dilanjutkan dengan Rakerkonas yang lebih banyak membahas tentang program kerja konsolidasi organisasi dengan kebijakan publik, beberapa poin salah satu kalau yang menyangkut Papua itu dibicarakan mengenai rencana pembentukan DPP provinsi terhadap provinsi yang telah Mekar dari provinsi induk seperti Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan, di situ juga dibahas dan ada beberapa poin yang telah dicapai kesepakatan bahwa untuk sementara mungkin masih di handle oleh provinsi induk artinya Papua dan kemungkinan yang akan segera bisa dibentuk mungkin Provinsi Papua Tengah karena di sana ada Freeport dan beberapa perusahaan-perusahaan besar saya pikir itu,”Ungkapnya.
Papua ini kan sumber daya alamnya cukup sangat banyak tapi pertumbuhan angka investasinya kecil, ini yang butuh bantuan pemerintah pusat demikian juga pemerintah daerah Bagaimana iklim investasi di Provinsi Papua ini bisa meningkat, Memang beberapa waktu lalu banyak investor yang sudah hadir di Papua tapi ternyata mereka tidak merealisasikan kerjanya hanya sebatas memperoleh izin dan banyak seperti dalam tanda kutip ya , areal-areal untuk investasi tersandera karena perizinan tapi tidak ada realisasi, kemudian ditambah lagi situasi covid yang begitu lama, kita harapkan dengan berakhirnya covid yang kita harapkan bisa tuntas ini iklim investasi ini bisa kembali kondisi sehingga Papua bisa cepat berkembang karena sulit membangun Papua tanpa investor tanpa investasi,”Ujarnya.
Rekomendasi akan disusun oleh DPN, baik dari organisasinya maupun kebijakan publik dan program kerja, kalau program kerja kan menyangkut ke kita, tapi kalau yang berkaitan dengan kebijakan publik saya lihat kemarin dari teman-teman yang di komisi itu mereka sudah membahasnya diantaranya penguatan-penguatan di Ketenagakerjaan, masukkan rumusan mengenai regulasi ke depan, sehingga ekonomi bisa bertumbuh dengan baik,”Ucapnya.
APINDO termasuk organisasi yang tertua, republik ini baru berusia 7 tahun APINDO lahir, yang kedua tempat wadahnya pengusaha ini adalah di APINDO jadi murni pengusaha ini ada di APINDO, Jadi saya pikir Biar bagaimanapun mitra kerja APINDO bersama dengan pemerintah harus terus tetap berjalan dengan baik, demikian juga dengan Kadin dan beberapa himpunan atau organisasi lainnya yang bergerak di bidang ekonomi,”Tutup Tulus Sianipar penuh dengan semangat.
(My)