Jakarta,21 Maret 2018-Alhamdulillah, shalawat dan salam atas Rasulullah Saw. Semoga Allah SWT memilih kita menjadi bagian dari perjuangan kejayaan agama-Nya.Sejarah mencatat bahwa peradaban Islam muncul ketika diutusnya Rasulullah saw di tengah masyarakat Arab. Negara yang dipenuhi kejahiliyahan beliau ubah menjadi negara yang makmur, aman, damai dan sejahtera. Kemajuan yang dihasilkan tidak terlepas dari kepemimpinan Rasulullah saw yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits.
Kemajuan pada masa Rasulullah dilanjutkan oleh para Khulafa’ur Rasyidin. Dari masa Abu Bakar Ash-Shiddiq, mulai ada pembinaan administrasi pemerintahan dan memberlakukan musyawarah kepemimpinan untuk menentukan segala keputusan yang menyangkut umat. Ekspansi dan penyebaran Islam pun dilakukan hingga ke negeri Syiria.
Keberhasilan Islam dalam membangun peradaban tidak bisa dijaga dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Keglamoran para pemimpin selanjutnya menjadi salah satu faktor kehancuran peradaban Islam. Belum lagi serangan dari kerajaan-kerajaan barat yang terus menerus mengusir dan menghancurkan pemerintahan Islam. Peradaban Islam di timur pun dibantai oleh bangsa Mongol yang terkenal kejam dan tidak berperikemanusiaan.
Sudah hampir seratus tahun tertinggal dan terbelakang, sudah saatnya umat Islam bangkit dan memikirkan langkah-langkah menuju kebangkitan peradaban Islam. Umat Islam harus kembali ke buku pedoman yang diajarkan dan dicontohi oleh Rasulullah dan para pemimpin Islam yang telah membangun peradaban serta menulis kemajuan umat dengan tinta emas, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.
1. Syeikh Prof. DR Wasfi Asyur Abu Zaid Al Mishri
2. Syeikh DR. Tajuddin Al Abassi
3. Prof. Dr. H. Rosihan Anwar. M.Ag (Keynote Speaker)
4. Yeri Qusyairi, M.A (Ketua YPPI)
5. Haris Renaldi, M.Pd (Ketua STIQ Ar-Rahman)
BACHTIAR NASIR
Founder of Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an (STIQ) Ar-Rahman.(yanti)
INDONET7 Terupdate & Terpercaya
