Jakarta,08 Juni 2019-Sebulan kita menahan lapar dan dahaga,bukan karena kekurangan makanan, melainkan demi latihan. Latihan menempa diri membangun kekuatan.
Maka layak, idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan. Kemenangan untuk siapa? Kemenangan untuk diri sendiri. Pada pribadi-pribadi yang telah sebulan menjalankan prosesi pembakaran diri. Ya,… secara harfiah ramadhan memang berarti pembakaran.
Kemenangan terhadap siapa? Kemenangan terhadap diri sendiri, kemenangan menaklukkan nafsu dan kepribadian.
Layaknya pasca-peperangan, kemenangan akan menciptakan kedamaian. Kemenangan memunculkan kebahagiaan.Tapi, kemenangan itu takkan sempurna, tanpa pemberiaan pengampunan, pemberian permaaffan.
Jika meminta maaf adalah sebuah tindakan mulia, maka memberikan maaf adalah tindakan lebih mulia para ksatria. Sebagaimana Yusuf memberikan maaf kepada saudara-saudara yang pernah mencelakainya di sebuah sumur.Sebagaimana Muhammad SAW yang memaafkan penduduk Mekkah yang pernah mengusirnya dari kampung halaman.Kemenangan itu akan abadi dengan bermaaf-maafan,ungkap akhir Muhammad Chozin Amirullah menyambut Idul Fitri 1 Syahwal 1440 H.
INDONET 7 PERS Terupdate & Terpercaya