INDONET7.COM JAKARTA – Deep and Extreme 2022 kembali digelar setelah dua tahun absen karena pandemi. Lokasinya di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Penyelam Indonesia rasanya sudah sangat lama menantikan gelaran Deep and Extreme. Sebagai Asia’s Biggest Outdoor Adventure Diving and Marine Tourism Show, Deep and Extreme punya tempat tersendiri di hati penyelam.
Pameran ini juga menjadi bagian dalam pemulihan ekosistem wisata selam yang dua tahun sebelumnya sempat terhenti karena terdampak COVID-19
Acara ini berlangsung dari tanggal 1-4 September 2022 di Hall A JCC Senayan. Dengan total 100 exhibitor.
Sekretaris Jenderal PB POSSI – Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia Laksma TNI Rubiyanto S.E.,M.M., CHRMP., CFrA, menjelaskan tentang keikutsertaan PB POSSI di Pameran DXI 2022 ini.
“Kita ikut berkontribusi di pameran DXI 2022 ini sejak tahun pertama, dan ini sudah tahun ke 14, jadi kita bagian yang tak terpisahkan, dan disisi lain kita juga sebagai pembina olahraga selam di Indonesia, “terangnya saat wawancara dengan awak media, Minggu (04/09/2022).

Lebih lanjut. Sambung Rubiyanto. Saat ini kita sebenarnya lebih mengenalkan sub cabor selam di Indonesia yang dibawah naungan PB POSSI yaitu ada empat sub cabang olahraga : Finswimming, Under Water Hockey, Freedive, Orientasi Bawah Laut (OBA).
Untuk dua cabor ini kita sudah melaporkan ke KONI sebagai sub cabor agara kedepannya terbina lebih baik dan Kompetisi ini juga sampai ke tingkat dunia, “tuturnya.
Selain itu Rubiyanto juga mengatakan bahwa saat ini POSSI ada di 34 provinsi, namun tidak semua aktif di kondisi ini. Karena POSSI tetap memberikan support dengan menggalakkan dan menghidupkan kembali olahraga selam. “Begitupun di daerah terus berkembang club club atau penyelam penyelam dan ini terus kita adakan komunikasi sebagai pembina. “Memang kita lebih mengarah kepada prestasi karena kita dibawah KONI tetapi secara struktutal didalam organisasi kita juga membawai yang berkaitan dengan masalah pariwisata, komite seintic diving juga terus berkembang,
” terangnya.
Bahkan menurutnya POSSI ada kerjasama dengan Walikota Tidore untuk bersama-sama membuat FGD yang mana agar bisa mengexplore wisata bahari yang ada di tidore.
Disisi lain kata dia. “Sebenarnya kehadiran kita disini merangkul semua masyarakat komuniti olahraga selam baik dari industri selamnya kemudian dari wisata baharinya itu kita bersama-sama duduk untuk saling berkomunikasi sehingga saling mensupport.
Karena mau tidak mau industri membutuhkan kita. Dan kita mencetak penyelam penyelam baru. Selain di Indonesia, selain di POSSI, juga ada PEDI ada SSI, tetapi secara resmi dibawah pemerintah kita adalah POSSI. Jadi kita merangkul semua komuniti selam untuk membangun olahraga selam. semakin banyak atlit penyelam, semakin semakin banyak konsumen yang ingin mengetahui dunia bawah air. Ini satu momen yang baik untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia, “jelasnya.
“Kemarin juga panitia besar mengambil tema tentang keamanan penyelam dan saya kira ini baik karena kita juga ada muncul tragedi didalam penyelaman. Adanya momen ini saya kira baik. Dan kemarin juga di hadiri oleh Menteri untuk masalah keamanan penyelaman.
Ketika ditanya terkait sertifikat penyelam. Rubiyanto menjelaskan bahwa Untuk sertifikasi pendidikan itu dilatih oleh instruktur, instruktur di cetak oleh PB POSSI melalui dewan instruktur. Kemudian menyebarkan yang tersebar ke Indonesia melatih mereka sesuai dengan standar, ada A1, A2, A3 dan A4. Baru ke tingkat instruktur B1, B2, B3 dari para instruktur ini. Setelah melalui pelatihan sesuai standar yang di lakukan PB POSSI mereka mengajukan POM ke PB POSSI untuk mengeluarkan sertifikasi, “ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia Sertifikasi ini kita mengaplikasi kepada SIMAS di Italia. Dari sana kita minta sertifikat, kita cetak setelah melakukan evaluasi, mengecek semua dokumen yang diajukan ke PB POSSI, baru kita cetak sertifikat. Dan kita kirim kembali ke instruktur untuk diserahkan kepada para penyelam penyelam muda itu.
Terkait biaya, menurut Rubiyanto bervariatif. “Untuk biaya bervariatif, kita tidak bisa menetapkan. Kalau untuk PB kita tetapkan 400ribu sudah mendapat paket buku. Kalau untuk instruktur nya beda karena menyewa alat, pelatihan di lautnya dan Beda beda tergantung daerah dan Kolam yang dipakai nya.
Dalam hal sosialisai, Rubiyanto menjelaskan bahwa untuk sosialisasi kita mendorong pemprov POSSI untuk mensosialisasikan olahraga selam di daerah, kita juga ada kejurprov, kejurnas, kejuaraan kejuaraan setingkat kejurnas terbuka. Ada juga kejuaraan tingkat asia Tenggara.
Kemarin kita mengikuti sea games dan Alhamdulillah kita melebihi target kita meraih tiga emas, enam perak dan tiga perunggu, kita melebihi target di perak, kemudian kita juga ada event kejuaraan dunia. Juga tanggal 4 ini kejuaraan dunia di Phuket thailand dan diikuti oleh 7 club di Indonesia. Dan dari laporan yang ada, kita sudah ada emas, perak dan perunggu. Yang diikuti oleh 17 negara dan itu terus berlangsung, “ujarnya.
“Harapan saya adalah perhatian pemerintah yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia dalam hal ini atlit yang berprestasi terus di tingkatkan, kemudian fasilitas tidak semua daerah bisa merata. Khususnya fasilitas untuk kolam. Oleh karena itu kita butuh kerja sama dengan pemerintah daerah untuk fasilitas itu ada. sehingga olahraga ini terus ada di daerah dan kerjasama lainnya sehingga olahraga ini kedepan bisa berkembang di Indonesia, “pungkasnya.
(MY)
INDONET7 Terupdate & Terpercaya