Home / Nasional / SFV Berbasis UPT Untuk Dongkrak Produktivitas Perikanan

SFV Berbasis UPT Untuk Dongkrak Produktivitas Perikanan

INDONET7.COM MAROS , (13/9) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros sebagai pilot project pengembangan program Smart Fisheries Village (SFV) berbasis unit pelaksana teknis (UPT).

Penetapan unit kerja di bawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) tersebut di antaranya untuk meningkatkan produktivitas perikanan serta mendorong kemandirian balai tersebut.

“BRPBAP3 Maros sudah memenuhi kelayakan sebagai SFV UPT BRSDM. BRPBAP3 Maros sudah memiliki prinsip tata kelola kerja dalam menjalankan role model berbasis digital,” ungkap Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi KKP, Senin (12/9/2022).

SFV BRPBAP3 Maros terdiri dari empat instalasi, yaitu Instalasi Pembenihan Kabupaten Barru, Instalasi Budidaya Kabupaten Takalar, Instalasi Mina Padi Maros dan Instalasi Tambak Silvofishery Marana Kabupaten Maros.

Balai tersebut juga mengembangkan empat aplikasi mandiri untuk menunjang kinerja, yaitu aplikasi SIPETAK (Sistem Pengelolaan tambak); SIPAYAUJI (Sistem Pelayanan Laboratorium Penguji); SILAHKAN (Sistem Laporan Kegiatan Penyuluhan) dan JALATECH (Aplikasi Monitoring Kualitas Air Online). Aplikasi ini memanfaatkan Internet of Things (IOT) khususnya dalam mengelola perairan tambak udang maupun minapadi.

Lebih lanjut Radiarta menyampaikan, pelaksanaan SFV berbasis UPT yang bertempat di Instalasi Budidaya Kabupaten Takalar, akan dikhususkan pada pengembangan tambak udang vaname yang dikombinasikan dengan teknologi semi intensif, intensif, dan ke depan harapannya dapat mengimplementasikan tambak udang supra intensif.

Nantinya lokasi SFV tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai teaching factory Taruna/i satuan pendidikan KP, sehingga dapat langsung mempraktikkan model budidaya dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi.

“Diharapkan seluruh UPT yang tengah mengembangkan SFV untuk turut menyiapkan lokasi praktik dan juga lokasi belajar, ruangan untuk media diskusi antara taruna/i dengan para teknisi tambak sehingga secara simultan terjadi transfer knowledge di dalamnya,” papar Nyoman.

Menurutnya, penetapan calon lokasi SFV menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan kriteria SMART (Sustainable, Modernization, Acceleration, Regeneration, and Technology) yang telah ditetapkan. Kriteria tersebut meliputi Smart Governance, Smart Economy, Smart Mobility, Smart Environment dan Smart People.

Pengembangan SFV UPT juga dilaksanakan berbasis pada potensi yang dimiliki BRSDM, oleh sebab itu dalam pengembangannya harus terkoneksi dengan fungsi pendidikan, fungsi pelatihan dan fungsi penyuluhan.

Pemanfaatan di Instalasi Takalar sendiri terdiri dari tiga skema, pertama, SFV berbasis UPT dengan menggunakan anggaran APBN yang dimiliki masing-masing UPT; kedua, bermitra dengan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), yang tentunya pelaksanaanya sesuai dengan tupoksi Balai itu sendiri; ketiga, pola kemitraan dengan pihak ketiga atau lebih khususnya dengan swasta, di mana harapannya dapat memberi pengukit lebih besar lagi untuk pelaksanaan budidaya udang vaname berbasis supra intensif.

Sementara itu pada Instalasi Mina Padi Maros seluas 23 hektare, akan difokuskan tak hanya pada pengembangan ikan air tawar tapi juga sebagai lokasi wisata yang mampu menghasilkan PNBP sekaligus menjadi menjadi media promosi terkait beragam inovasi yang dihasilkan BRPBAP3 Maros.

“Kawasan-kawasan SFV yang dikembangkan juga diharap dapat menjadi kawasan on farm practical bagi para penyuluh perikanan dan juga sebagai ajang media pelatihan bagi para instruktur untuk memperkenalkan teknologi yang kita miliki kepada masyarakat,” tegas Nyoman.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta, didampingi Kepala Pusat Riset Perikanan, Plt Kepala Pusat Riset Kelautan, Plt. Kepala BRPBAP3 maros serta Direktur Politeknik Bone, turut menebar 2.000 benih Nila di kawasan Mina Padi Maros seluas 1800 meter persegi yang terdiri dari lahan jagung seluas 280 meter, sawah 600 meter, dan cabai 130 meter serta melakukan peninjauan 2 unit kolam bioflok yang berada di tengah lahan sawah, hasil kerjasama antara BRPBAP3 dengan Aquafarm-Kelompok Pembudidaya Milenial Maros.

“Nila merupakan satu jenis ikan yang dapat berasosiasi dengan padi. Sehingga selain pemanfaatan padi, juga ada dampak ataupun penghasilan lain dalam bentuk protein hewani dari ikan. Ini merupakan terobosan yang sangat baik untuk dikembangkan di lahan yang ada di kawasan kantor BRPBAP3 itu sendiri. Kita ingin lahan ini bisa dijadikan sebagai role model pengembangan mina padi termasuk di dalamnya pembuatan pakan mandiri,” ungkap Nyoman.

Sebelumnya, program SFV telah diluncurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada 2 Agustus lalu saat pembukaan Rapat Kerja Teknis BRSDM di Jakarta. Terdapat dua konsep SFV yakni SFV Desa dan SFV UPT. Program SFV sejalan dengan program prioritas yang telah ditetapkan Menteri Trenggono, khususnya pengembangan perikanan budidaya berbasis ekspor dan pembangunan kampung perikanan berbasis kearifan lokal.

HUMAS BRSDM

About admin

Check Also

IM Parfum Pilihan Parfum Terbaik Dengan Berbagai Macam Pilihan Aroma Sesuai Kebutuhan Kita

Pernah lewat seseorang dan langsung mikir, “wah, dia wangi banget”? Besar kemungkinan mereka pakai Inspired …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

news-1701
if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }