Home / Nasional / Putri Kus Wisnuwardani, Anggota Watimpres RI Hadiri Ngopi Bareng Seri 1 Kebaya Goes To UNESCO

Putri Kus Wisnuwardani, Anggota Watimpres RI Hadiri Ngopi Bareng Seri 1 Kebaya Goes To UNESCO

INDONET7.COM JAKARTA-Gelaran acara Ngopi Bareng Seri 1 Kebaya Goes To UNESCO di Avenue of the Star Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Rabu malam (06/07/2022) berlangsung meriah. Tampak hadir Putri Kus Wisnuwardani, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI yang memberikan sambutan dan Bilmar Sitanggang Penanggung Jawab Acara.

Dalam pidato sambutan, Putri Kus Wisnuwardani, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI mengatakan, kebaya adalah budaya tradisional yang memiliki filosofi dan historis yang panjang. Juga kebaya juga merupakan simbol kecantikan busana perempuan Indonesia,

Dimana memiliki fungsi sosial sebagai pembelajaran untuk kaum wanita perempuan berpakaian yang rapi, sopan sesuai jati dirinya.

“Sehingga kebaya bagi seorang perempuan memiliki yang luas. Mulai dari wujud identitas, sampai dengan wujud cinta, bangga pada identitas bangsa dan tanah air kita,” kata Putri Kus Wisnuwardani, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI saat sambutan di Avenue of the Star Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Rabu malam (06/07/2022).

Menurutnya, di dalam kebaya terdapat indentitas asli lokal, yang juga berinteraksi dengan beragam budaya apabila dilihat dari faktor historisnya. Masyarakat lokal kita menggunakan kemben dari kain- kain daerah masing-masing, termasuk kita lihat di foto-foto di museum.

“Bisa dilihat bahwa masyarakat Indonesia aslinya banyak menggunakan kemben dari kain tradisionalnya masing-masing,” tandas Putri sapaan akrannya yang juga Ketua Umum Pertiwi Indonesia.

Kemudian kata dia, setelah masa Majapahit mulailah dikenal kebaya itu. Mungkin karena dingin juga kesopanan menghadap orang yang lebih tua atau orang yang dihormati.

“Maka muncullah kreasi kebaya ini sebagai penutup diatas kemben. Kemudian dalam perjalannya, unsur lokal ini mendapatkan pengaruh dari negara India, Cina, Belanda maupun Portugis. Jadi kebaya bukan lagi sesuai bentuk aslinya di awal,” terang Putri.

Lanjutnya, kebaya bukan milik budaya Jawa, tetapi kemudian diadopsi oleh daerah-daerah lain. Disesuaikan dengan pengenaannya diatas kemben-kemben dari tradisional daerahnya masing-masing.

“Dari Madura, Bali, Lombok, Maluku, Minahasa, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lain sebagainya. Dengan kata lain identitas perempuan melalui kebaya dalam masyarakat telah menunjukkan identitas secara nasional,” ungkapnya.

Jadi kata dia, kebaya itu atau atasan berbentuk kebaya itu milik Pulau Jawa saja, tapi juga milik budaya nasional bangsa kita. Karenanya menurut hematnya, di dalam menyikapi defenisi kebaya ini, seyogyanya kita harus masing-masing relawan yang mendorong Kebaya Goes To UNESCO mau berbesar hati untuk lebih inklusif.

“Tujuannya adalah agar kekuatan budaya. Termasuk di dalam pemasyarakatan penggunaan kebaya adalah merupakan pengembalian jatidiri bangsa dan sebagai sistem pertahanan nasional. Ini mendasar yang harus kita pegang bersama,” jelasnya

Putri juga mengutarakan, jangan sampai kita terjerat dengan detail-detail perumusan definisi yang terlalu menjelimet. Melalui hal-hal kecil yang termasuk penggunaan kebaya dan busana nasional diyakini dapat menjadi benteng perlawanan, terhadap penyebaran paham-paham ekstrimisme dan radikalisme.

“Jadi minimnya kesadaran masyarakat akan kebudayaan dan nilai-nilai luhur bangsa. Ini menjadi salah satu penyebab munculnya kelompok-kelompok intoleran dan radikal,” tegasnya.

Selain itu kata Putri, dengan cara memperkuat nilai-nilai luhur bangsa ini, diharapkan dapat menjadi media pengenalan kembali atas jadi diri dan menjadi peminat diri. Dimana betapa pentingnya, persatuan dan kesatuan bangsa kita Indonesia.

“Dengan terjadinya proses modernisasi saat ini terhadap kebaya, diyakini akan semakin memasyarakat. Apabila dapat dipakai dengan mudah dan mengikuti perkembangan jaman,” katanya.

Menurutnya, fenomena kebaya di masa kini telah mengalami transformasi dengan keberhasilan banyak desainer kondang. Yang juga telah berkontribusi mengangkat citra kebaya ke tingkat yang lebih adaptif, bahkan high fashion.

“Kebaya menjadi bagian dari fashion yang mengusung gaya hidup yang juga mewakili kebutuhan perempuan urban masa kini. Yang Independen, aktif dan dinamis,” ujar Putri.

Katanya juga, selain memperkuat identitas bangsa industri kebaya atau busana Nusantara didominasi pelaku UMKM yang bersifat padat karya. Ini dapat menghidupkan banyak UMKM, baik dalam pengadaan maupun turunannya.

“Yaitu usaha distribusi, usaha salon dan sebagainya, sepeti saya dan ibu-ibu sekalian kenakan hari ini. Dari mulai atasan kebaya, kain, aksesori, perhiasan, tas dan lain sebagainya. Itu adalah refleksi dari kreatifitas industri fashion dengan menggunakan dasar industri berbasis budaya,” pungkas Putri.

Sementara itu Bilmar Sitanggang Penanggung Jawab Acara Kebaya Goes To UNESCO mengatakan, mengucapkan terima.kasih kepada hadirin yang hadir ke acara. Yaitu Ngopi Bareng Seri 1 Kebaya Goes To UNESCO di Avenue of the Star Lippo Mall Kemang Jakarta Selatan.

“Banyak orang bertanya alumni tapi temanya kebaya  Nah kita memang mencoba keluar dari yang biasa. Sayapun pernah berpemikiran kebaya itu adalah pakaian yang resmi. Kalau mau ke pesta ya pakai kebaya,” ungkap Bilmar sapaan akrabnya.

Tapi katanya, pada malam hari kita mencoba dengan alumni seluruh yang hadir ngopi bareng mengunakan kebaya.

“Kok kelihatannya, keren juga yah. Jadi ada dua yang menjadi tinjauan kita, pertama diakuinya, kebaya sebagai warisan leluhur kita di UNESCO. Tapi yang kedua, tidak kalah adalah kebaya menjadi tuan rumah di negeri kita ini,” tukasnya.

Menurut Bilmar, hal itu menjadi harapan kita kedepannya, dan harapan berikutnya semoga steak holder dan masyarakat mendukung giat ini. Karena pemerintah sendiri untuk menjalankannya tidak mungkin juga dan alumni bergerak sendiri tidak mungkin juga.

“Apalagi penanggung jawab alumni ini cowok lagi, biasanya urusan perkebayaan adalah ibu-ibu. Tapi kali ini cowok,” candanya.

Tapi juga kata Bilmar, jangan salah kita melihat dari sisi positifnya. Cepat atau lambatnya giat kebaya ini tercapainya tujuan kita, hal itu besar didukung para suami juga.

“Kenapa, kalau suami-suaminya bilang lebih cakep pakai kebaya. Maka ibu-ibu dalam seminggu akan pakai kebaya,” candanya lagi.

Terus kata Bilmar, Itu harapan kita, jadi bersinergi untuk mensukseskannya. Terima kasih sekali lagi, saya berterima kasih.

“Di luar alumni saya juga berterima kasih dari Pertiwi. Mari kita applaus,” pungkas Bilmar sambil menatap Ibu Putri Kus Wisnuwardani Ketua Umum Pertiwi Indonesia yang duduk di kursi kehormatan.

Sebelumya rangkaian acara dimulai sejak jam 16.00 WIB dengan ngopi bareng. Selanjutnya, pada jam 19.00 WIB acara dimulai dengan band musik sambil bernyanyi dan berjoget bersama menguakan kebaya. Acara didominasi perempuan dari berbagai alumni SMA dan Universitas di Indonesia.

About admin

Check Also

IM Parfum Pilihan Parfum Terbaik Dengan Berbagai Macam Pilihan Aroma Sesuai Kebutuhan Kita

Pernah lewat seseorang dan langsung mikir, “wah, dia wangi banget”? Besar kemungkinan mereka pakai Inspired …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

news-1701
if (function_exists('rns_reactions')) { rns_reactions(); }