INDONET7.COM JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus memperbaiki kerja birokrasi agar dampaknya dirasakan masyarakat. Hal tersebut dilakukan antaranya dengan implementasi reformasi birokrasi (RB) tematik serta mewujudkan ketersediaan Mal Pelayanan Publik (MPP) di berbagai daerah.
Bertempat di Ballroom Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar Penganugerahan Bersama Pelayanan Publik Dan Reformasi Birokrasi, Pada Selasa, 06 Desember 2022.

I Ketut Suadnyana, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Klungkung Bali menyampaikan maksud kehadirannya di acara Penganugerahan dari PAN RB ini.
“Kehadiran saya dalam hal ini mendampingi pak bupati dari Pemerintah Kabupaten Klungkung Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan atas inovasi Implementasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) untuk penghargaan dengan kategori , ” 5 Pemenang Outstanding Achievement Of Public Service Innovation 2022,”ungkapnya saat di wawancara, Selasa (06/12/2022).
Lebih lanjut. Sambung Ketut. “TOSS ini dimulai dari 2017 yang mana saat itu baru mengelola satu truk sampah terdiri dari organik dan an organik, saat itu kita mulai dengan inovasi TOSS yang mengelola sampah jadi energi listrik (energi yang terbarukan) saat itu baru satu truk tadinya, dan saat ini kami sudah mampu mengelola 14 sampai dengan 21 truk perhari, yaitu sekitar 40 ton per hari rata – ratanya, “ungkapnya.
“Jadi dengan inovasi ini kami mendapat satu produk. yang pertama pelet, jadi mengubah sampah jadi listrik. Yang kedua pupuk. Dan untuk pupuk sendiri kebetulan pemerintahan provinsi Bali membuat satu kawasan pertanian organik, maka kami juga memproduksi pupuk tapi belum bisa sebut pupuk karena uji materi untuk pupuk belum kami lakukan, baru hanya dilakukan sekedar uji coba oleh Perguruan tinggi, yaitu universitas Warmadewa.
Jadi hasil yang di dapatkan dari pupuk organik itu ada tiga, yang pertama pupuk curah, yang kedua pupuk osaki, dimana pupuk osaki jika dicampur dengan lumpur liat kering, maka menjadi blacktone,
Jadi ada tiga pupuk.
“Harapan saya dengan inovasi ini kami dapat mengatasi masalah sampah yang ada di Kabupaten Klungkung, sehingga desa – desa yang ada di Klungkung mau melihat dan mau bekerjasama dengan masyarakatnya itu sendiri untuk menangani masalah sampah. Jadi sampah ku tanggung jawab ku.
Sampah agar tidak menjadi sampah ayo kita pilah dari sumber. Jadi dengan memilah sampah, maka sampah itu akan menjadi bahan bahan daur ulang.
Ketut menambahkan,”Dari inovasi ini kami mengucapkan terimakasih kepada bapak kemenpanrb karena dengan adanya penghargaan dan piala yang kami terima kami jadi termotivasi lagi. Lebih bertanggungjawab, mudah – mudahan dengan inovasi inovasi ini kami dapat melakukan terus menerus untuk mengelola sampah dan tidak hanya inovasi ini saja tetapi juga inovasi lain untuk mengelola sampah sehingga sampah itu menjadi bahan daur ulang, “jelasnya.
“Harapannya kepada kita semua, sampah merupakan tangung jawab kita bersama, mari kita kerjakan bersama sama. jadi semua orang ingin bersih, semua orang ingin indah, tetapi tidak mau mengelola sampah nya dengan baik, “pungkasnya.
(MY)
INDONET7 Terupdate & Terpercaya