INDONET7.COM JAKARTA-Setelah menganalisa dan memperhatikan atas kejadian upaya pembubaran diskusi Publik yang membahas tentang lingkungan hidup di wilayah Tapanuli Selatan atas dampak pembangunan PLTA Batang Toru atas ekosistem lingkungan dan keberlangsungan hidup Orang hutan Tapanuli. FORUM PEMUDA TAPANULI JAKARTA (FOR-PETA JAKARTA) mengecam upaya tindakan premanisme yang diperlihatkan oleh pelaku yang mengaku anak Salemba yang tidak jelas identitasnya tersebut.
Ketua Umum FOR-PETA JAKARTA Alim Sofian Ritonga berpandangan bahwa diskusi publik tersebut merupakan langkah upaya menemukan solusi demi penyelamatan keberlangsungan hidup Orang Utan Tapanuli yang saat ini terancam akibat pembangunan PLTA Batang Toru yang tidak memperhatikan ekosistem lingkungan sekitar yang dapat berdampak pada pengrusakan lingkungan hidup serta membawa malapetaka bagi masyarakat sekitar. Atas upaya tindakan premanisme tersebut, maka kami menduga adanya orang-orang yang sengaja menutupi Kebobrokan pembangunan PLTA Batang Toru yang selama ini dianggap tidak memperhatikan dampak lingkungan dan ekosistem keberlangsungan hidup satwa liar berupa orang Utan Tapanuli.
Ambisius pembangunan PLTA Batang Toru terlalu dipaksakan demi proyek bagi segelintir orang bukan karena kebutuhan mendasar bagi masyarakat Sumatera. Pembangunan PLTA tersebut telah menjadi sorotan bagi masyarakat sekitar atas dampak lingkungan yang sering terjadi berupa longsor dan banjir karena pemenuhan AMDAL lingkungan dianggap terlalu dipaksakan.
Dari insiden tersebut dapat kami simpulkan bahwa proyek pembangunan PLTA Batang Toru syarat akan pelanggaran atas lingkungan hidup serta pengrusakan ekosistem yang membabi buta demi keuntungan bagi segelintir orang. Belum lagi kalau kita membaca hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa pembangunan PLTA Batang Toru terindikasi dapat merugikan Keuangan Negara yang cukup besar.
INDONET7 Terupdate & Terpercaya