INDONET7.COM JAKARTA- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) bersama PT Napindo Media Ashatama (Napindo) menggelar Pameran dan Forum Teknologi Terpadu (Integrated Technology Event (ITE) 2022, pada 5 -7 Oktober 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
ITE terdiri dari pameran Indo Water, Indo Waste, dan Indo Renergy, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2022 Expo & Forum. Rangkaian pameran ini akan menjadi kegiatan forum dan expo teknologi internasional untuk sektor berbasis ICT (Information and Communication Technology), IoT (Internet of Things), AI (Artificial Intelligence) untuk memenuhi kebutuhan informasi dan bisnis terkait solusi dan penyedia kota cerdas. Serta sektor pendukung pengelolaan sistem manajemen dan teknologi air bersih, pengelolaan persampahan, limbah dan sistem transportasi cerdas.
“ITE 2022 ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta pameran dari 19 negara, 6 paviliun negara seperti Belanda, Jerman, Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan Tiongkok.
Salah satu pembicara dalam forum tersebut Dr. Ir. Ts. Hj. Mohmad Asari bin Daud, President The Malaysian Water Association, dalam wawancara singkatnya dengan awak media mengatakan kehadirannya disini atas undangan dari PERPAMSI
(Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia).
“Saya mewakili Persatuan Air Malaysia, dimana PERPAMSI dan Persatuan Air Malaysia merupakan satu Asosiasi yang bergerak di bidang yang sama yaitu tentang air. Jadi kita mewakili industri air yang ada di Malaysia, ” ucapnya.
Lebih lanjut. Dikatakan Hj. Mohmad Asari bahwa dirinya hadir di acara ini juga sebagai pembicara di Indonesia Water Forum (IWF) ini, dimana dirinya berbicara dari pukul 14.00 ( 2 Siang) hingga sore ini.
Adapun topik yang di bicarakannya adalah tentang bagaimana Persatuan ini berperan dalam membantu kerajaan atau pemerintah untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam amalan perspektif, bagaimana kita meningkatkan keberdayaan industri ini, dari segi keuangannya. Jadi kita sebagai Persatuan air kita menceritakan pengalaman kita bersama kerajaan (pemerintah), penasehat kerajaan.
“Jadi kita bukan sebagai pendesak tetapi kita sebagai penasehat. Walaupun kita sebagai Persatuan tetapi kita menasehati kerajaan apa yang terbaik buat itu semua, ” ungkapnya.
Ketika ditanya tentang perkembangan untuk air di Malaysia, Hj. Mohmad Asari menjelaskan bahwa di Malaysia sendiri saat ini dari segi coverage kita agak tinggi sekitar 9.700, jadi tinggal 300 di kawasan yang pinggir pinggir dan kawasan kawasan yang susah mendapatkan sumber air. Dan di Malaysia juga kita lagi merencanakan bagaimana menjadikan seratus seratus.
Terkait kerjasama antara Indonesia dan Malaysia Hj. Mohmad menjelaskan bahwa untuk hal tersebut saat ini kita lagi memikirkan untuk kerjasama penandatanganan MOU antara Persatuan Air Malaysia dengan Perpamsi. Dan untuk hal tersebut terlebih dahulu kita mengadakan studi banding, bertukar pengalaman, dan lain-lain nya. Karena dulu kita pernah rapat, tetapi sejak ada Covid 19, hal tersebut terhenti. Sehingga menjadi tidak menentu untuk memulai nya kembali.
Oleh sebab itu Hj. Mohmad Asari mengatakan bahwa saat ini adalah permulaan atau waktu yang baik, dengan hadir di forum ini sehingga membantu kita untuk menjalin hubungan yang baik untuk di masa datang.
Hj. Mohmad Asari berharap agar industri ini tetap mandiri dan menghadapi ancaman masa depan perubahan iklim, krisis global, krisis air dan juga keuangan. Karena kita juga bergantung kepada negara luar. Dan krisis global industri akan tertindas, oleh karena itu kita berharap kita dapat menanganinya, membuat persediaan untuk masa depan supaya kita senantiasa mempunyai bekal air untuk selama lamanya, “tutupnya.
(MY)
INDONET7 Terupdate & Terpercaya