INDONET7.COM JAKARTA– Kasuari Batik Papua
Wilayah Timur Indonesia khususnya Daerah Papua, sering dijuluki sebagai salah satu “daerah tertinggal” dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Tidak hanya pembangunannya
yang tertinggal, tetapi juga dari sisi fashion dan perekonomian serta angka pengangguran yang sangat tinggi ada di Daerah Papua. Banyak “mama-mama papua” (julukan untuk ibu-ibu
asli papua) yang tidak memiliki keterampilan, hanya menganggur dan bergantung pada suami
mereka. Tidak sedikit dari mereka yang putus sekolah bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan atau bersekolah.
Terlahir di Abepura, Papua menjadi tanah kelahiran dan tempat saya dibesarkan. Ibu saya adalah seorang penjahit. Teringat saat masih kecil, banyak teman yang mengejek dan merendahkan saya karena saya hanyalah anak penjahit. Penjahit dianggap sebagai pekerjaan rendah dan dipandang sebelah mata. Namun, tak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa dengan usaha menjahit, Ibu saya mampu menyekolahkan saya hingga mendapatkan gelar S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kakak laki-laki saya dapat menyelesaikan pendidikan S2 dan Spesialis dokter kandungan,”Ucap Desi.
Ketertarikan di bidang fashion dan desain telah ada dalam diri saya sejak usia dini. Saat menempuh perkuliahan S2 di bidang Akuntasi, saya memutuskan untuk mengikuti sekolah Fashion Designer di PAPMI Yogyakarta Fashion School. Saat itu, saya mengambil dua kelas sekaligus yaitu kelas Fashion Designer dan kelas menjahit. Walaupun mengikuti 3 pendidikan sekaligus, saya tetap berusaha membagi waktu dengan cermat dan belajar serius hingga saat kelulusan, saya mendapatkan gelar lulusan terbaik (valedictorian) di UGM.
Berbekal keterampilan dan melihat fenomena bahwa masih banyaknya penduduk lokal yang menganggur, tercetuslah ide untuk membuat suatu pelatihan kursus menjahit gratis.bagi mama-mama papua. Pada saat itu, sebagai nstruktur menjahit, saya merasa terharu melihat mama-mama papua yang serius dan bersemangat untuk belajar menjahit. Hal ini
membuat saya dan ibu saya bertekad untuk mengadakan kursus menjahit gratis dalam beberapa gelombang dan dilakukan secara rutin. Seiring berjalannya waktu, kegiatan kursus menjahit gratis ini menarik perhatian dari berbagai organisasi dan dinas pemerintah, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Organisasi PKK .Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan organisasi lainnya,”Papar Desi.
Desi menjelaskan bahwa mereka kemudian menawarkan kerja sama pelatihan kursus menjahit gratis yang sekaligus setiap pesertanya akan dibekali Mesin Jahit. Hal ini diharapkan agar masyarakat dapat menciptakan lapangan kerja secara mandiri dengan keterampilan menjahit, serta membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran yang tinggi di Papua Barat. Akhirnya, saya pun diundang menjadi.instruktur menjahit di berbagai Daerah Papua untuk mengajarkan keterampilan menjahit kepada mama-mama papua setiap tahunnya. Selain berkecimpung di dunia menjahit, saya memiliki hobi menggambar dimana saya menggunakan keterampilan tersebut untuk menggambar Batik Papua. Hobi menggambar ini.sudah saya tekuni sejak duduk di bangku SD. Masih teringat gambar “rumah kaki seribu” yang saya buat saat masih SD dimasukkan ibu saya ke pabrik batik untuk dibuatkan kain batik papua. Tak disangka kain batik tersebut sangat diminati dan laris terjual bahkan Ibu Gubernur
Papua Barat, Ibu Yuliana Mandacan memesan hinga puluhan meter. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya sebagai “Pelopor Batik Papua” untuk memperkaya desain motif batik
papua dan menambah perbendaharaan motif-motif tradisional dari berbagai daerah di Papua
dan Papua Barat. Tidak hanya kain batik, saat ini saya berinovasi membuat kain tenun dengan motif papua. Hal ini menarik perhatian Bank Indonesia (BI) Papua Barat bahwa ada potensi UMKM kami untuk berkembang..Sejak tahun 2017, Bank Indonesia Papua Barat menjadikan UMKM kami sebagai UMKM Binaan Bank Indonesia KPw Papua Barat. Dengan dijadikannya UMKM Binaan, saya sering. mengikuti berbagai pameran nasional setiap tahunnya seperti Karya Kreatif Indonesia
(KKI), Festival Ekonomi Syariah (FeSyar), dan berbagai pameran lainnya. Selain itu, Bank
Indonesia sering mengundang saya sebagai Fashion Designer untuk mengadakan Fashion
Show (FS) di berbagai event seperti FS Festival Ekonomi Digital (FekDi) di Raja Ampat, FS di Kaimana, FS ISEF di Jakarta, Balikpapan, dan berbagai daerah lainnya. Dengan harapan agar saya dapat mengangkat budaya papua dan memperkenalkan Batik dan Tenun Papua di
mata masyarakat. Di setiap Fashion Show, saya mendesain sendiri “model baju” dan “motif
batik tulis” dengan mengangkat kearifan lokal, budaya, flora dan fauna yang menjadi endemik
hingga icon ciri khas daerah tersebut. Contohnya, motif batik raja ampat seperti ikan pari manta, fish lips, kerang kima, pulau raja ampat dan berbagai motif lainnya. Saya juga
mengangkat motif “Burung Kasuari” dan.“Rumah kaki seribu” sebagai motif batik khas Papua Barat.

Desi menambahkan Seiring dengan berkembangnya usaha, usaha kami yang dirintis sejak 2006 dengan nama “Asrie Modesta” di bawah CV. Wahyulandesi (milik kami juga), melakukan rebranding produk dengan nama “Kasuari Batik”. Hal ini dilakukan agar produk kami mudah dikenal dengan nama brand yang lebih menjual baik secara online (IG, FB dan website) dan offline (showroom). Saya juga bergabung dengan Dekranasda. Provinsi Papua Barat sehingga sering diikutkan pada pameran nasional maupun internasional (e.g.Tong-tong Fair di Belanda,pameran di Jepang, dll).
Pada tanggal 25 Oktober 2018, saya diundang IWAPI untuk membagikan cerita saya sebagai pembicara di Forum internasional “Women’s Economy and SME’s Best Practices From Indonesia” kepada delegasi Papua New Guinea (PNG). Pengalaman ini sangat berkesan dan mendapatkan apresiasi oleh peserta dan penyelenggara acara. Pada akhir acara, salah satu peserta dari PNG menjabat tangan saya dan mengatakan “Thank you for.helping.Papuan people”. Pada saat itu, saya merasa terharu dan teringat pada apa yang pernah dikatakan Michelle Obama. “Success isn’t about how much money you make, it’s about the difference you make in people’s lives”,”Pungkas Desi.
(MY)
INDONET7 Terupdate & Terpercaya