Dr. ANDRY CHRISTIAN, S.H., S.Kom, M.Th, C.Md, CLA menyerahkan Resume/Perdamian dalam Sidang Mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat


Jakarta– INDONESIA, Gilbert Lumoindong, Pendeta Fenomenal tervirall tengah menghadapi kasus pidana maupun perdata atas dugaan penistaan agama setelah khotbah yang kontroversialnya diduga menyinggung umat Muslim/Islam dan juga umat Kristiani (baik itu Kristen maupun Katolik) virall di media sosial dalam 8 (delapan) pekan terakhir ini, dan sampai saat ini masih dalam tahap pemeriksaan secara pidana serta persidangan secara perdata.

Menariknya Gilbert bukan hanya dilaporkan pidana, yang pertama kali oleh Farhat Abbas, S.H., tanggal 16 April 2024, tetapi disusul juga oleh Ketua Kongres Pemuda Indonesia (KPI) DKI Jakarta, Sapto Wibowo Sutanto dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ipong Wijaya Kusuma ke Polda Metro Jaya, tetapi Gilbert juga dilaporkan perdata oleh Aktivis Kristiani yang bernama Wiliianto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Wiliianto, Aktivis Kristiani yang sering datang dalam ibadah di gereja GLOW, merasa ternistakan agamanya atas khotbah yang kontroversial tersebut. Gugatan Perdata atas Pdt. Gilbert Lumoindong masuk tanggal, 26 April 2024 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara : 247/Pdt.G/ 2024/PN Jkt.Pst, dilansir dari SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan menunjuk Dr. ANDRY CHRISTIAN, S.H., S.Kom, M.Th, C.Md, CLA dari Kantor Hukum & Investigasi MAHANAIM Law Firm selaku kuasa hukum yang mendampinginya.

Perjalanan gugatan perdata atas Pendeta Gilbert telah masuk dalam Sidang Mediasi Perkara untuk yang kedua (19/06/2024), dimana melalui Kuasa Hukum dari Mahanaim Law & Investigation Office, ASORI MOHO, S.H. salah satu perwakilan dari Kuasa Hukum Wiliianto telah menyerahkan Resume/Perdamaian disertai dengan dalil-dalil dan tuntutan mediasi yang sebelumnya sempat tertunda karena adanya kesalahan tanggal pada eCourt.

Dalam Resume/Perdamaian tertanggal 13 Mei 2024 yang telah diserahkan kepada Hakim Mediator Nomor Perkara : No. 247/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst (19/6/2024) dan juga kepada Tergugat, dan Turut Tergugat, pada dasarnya berisi :

1. Permintaan Maaf kepada seluruh umat Kristani yakni Kristen dan Katolik melalui Video Rekaman Resmi.

2. Permintaan Maaf (Angka 1) di sebarkan juga melalui Media Sosiall, selain di Official Media Sosial dari Gereja GLOW.

3. Permintaan Maaf juga disaksikan oleh Turut Tergugat (BPP Gereja Bethel Indonesia) sebagai Saksi

4. Meminta agar Turut Tergugat (BPP Gereja Bethel Indonesia/GBI) untuk menghentikan sementara SK Kependetaan dan izin Gereja GLOW dalam masa 2 tahun.

5. Meminta Tergugat untuk membayar kerugian secara immateril/materil, termasuk juga membayar jasa Kuasa Hukum, dan biaya lainnya yang telah dikeluarkan, diperkirakan 1 (satu) miliar.

Saat awak media mewawancarai Kuasa Hukum Penggugat, ASORI MOHO, S.H. (Mahanaim Law Firm), di luar ruang mediasi Pengadilan Jakarta Pusat, permintaan dalam Resume/Perdamaian jauh lebih ringan dibanding dalam petitum gugatan perdata No. 247/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst yang sempat awak media lihat di SIPP dan informasi yang di dapat dari Meja Informasi eCourt di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dimana Penggugat menuntut :

1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;

2. Menyatakan secara hukum TERGUGAT melakukan penghinaan atau PERBUATAN MELAWAN HUKUM (Onrecht Matige Daad);

3. Menyatakan kerugian yang dialami PENGGUGAT merupakan akibat dari tindakan TERGUGAT;

4. Menghukum TERGUGAT untuk membayar kerugian materiil sebesar Rp.10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) secara tunai dan seketika;

5. Menghukum TERGUGAT untuk membayar kerugian immateriil yang dialami PENGGUGAT sebesar Rp.10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) secara tunai dan seketika;

6. Menghukum TERGUGAT meminta permohonan maaf dan pernyataan menyesal kepada PENGGUGAT di surat kabar umum terbitan Nasional di halaman depan yang dengan mudah di ketahui khalayak selama 7 (tujuh) hari berturut-turut dan pada akun You Tube TERGUGAT @GilbertLumoindongvlogs media sosial official lainnya dengan masa tayang selama 30 (tiga puluh) hari media elektronik Televisi Republik Indonesia (TVRI), Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Surya Citra Televisi (SCTV), ANTV, Trans TV serta Trans 7 dengan waktu penayangan 7 (tujuh) hari berturut-turut;

7. Menghukum TERGUGAT untuk membayar uang paksa (dwang som) sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) setiap hari keterlambatan TERGUGAT memenuhi secara suka rela terhadap putusan perkara ini;

8. Memerintahkan TURUT TERGUGAT untuk menjatuhkan kode etik kependetaan terhadap Pdt. Gilbert Luimoindong dan melakukan pemeriskaan keuangan internal maupun eksternal dalam keterkaitan dengan persepuluhan;

9. Memerintahkan TURUT TERGUGAT untuk mencabut izin dan/atau memecat dengan tidak terhormat dan/atau membatalkan Surat Keputusan Pdt. Gilbert Lumoindong dengan segala hukumnya;

10. Menyatakan bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu, meskipun ada upaya verzet, banding, kasasi; perlawanan; peninjauan kembali (Uitvoerbaar Bij Voorraad);

11. Memerintahkan TERGUGAT dan TURUT TERGUGAT untuk tunduk dan/atau patuh pada putusan ini;

12. Menghukum TERGUGAT untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini;

Resume/Perdamaian dinilai lebih ringan dan ringkas daripada petitum yang dimintakan Penggugat, karena secara perdata Gilbert/Tergugat diduga telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), dengan melanggar Pasal 1365 KUH Perdata, Pasal 1372 KUHPerdata, Pasal 1373 KUHPerdata secara jelas adanya dugaan unsur PMH, salah satunya adalah kesengajaan dengan juga didokumentasikan, direkam secara official menjadi milik gereja dan dibagikan ke media sosial, saat awak media mewawancarai Dr. ANDRY CHRISTIAN, S.H., S.Kom, M.Th, C.Md, CLA, dikantornya (18/06/2024), sebelum Resume/Perdamaian tersebut diserahkan.

Dr. ANDRY CHRISTIAN, S.H., S.Kom, M.Th, C.Md, CLA sendiripun sebagai seorang Kristen, bahkan beliau sendiri selain berprofesi sebagai advokat/pengacara, beliau juga seorang Gembala Sidang dan Pendeta/Pastor dari BAHTERA LIFE COMMUNITY CHURCH (BLCC), Jakarta Barat-pun sedih dan menyesali adanya video yang kontroversial tersebut dalam khotbah Pendeta Gilbert Lumoindong, sehingga menimbulkan keresahan secara nasional bagi umat muslim/islam juga umat Kristien sendiri, merasa terganggu, pangkas Andry.

Pengacara/Advokat Muda yang pernah menggagalkan perkara eksekusi lelang rumah Guruh Soekarno Putra (anak dari sang Proklamator RI), Lelang Cacat Kebon Kelapa Sawit 1.9 Triliun, Ujaran Kebencian atas Gubernur Papua, Lukas Enembe, dan kasus-kasus dengan para banker, tadinya menolak untuk menjadi Kuasa Hukum dari Wiliianto/Aktivis Kristiani ini, karena cermin profesi dirinya ada dan sama di Pendeta Gilbert Lumoind, sesama Kristen, satu kepercayaaan dengan profesi yang sama sebagai Pendeta/Pastor dan Gembala Sidang, ujar Dr. ANDRY CHRISTIAN, S.H., S.Kom, M.Th, C.Md, CLA ini.

Tetapi, Dr. ANDRY CHRISTIAN, S.H., S.Kom, M.Th, C.Md, CLA meyakini, jika dia harus menggugat Pdt. Gilbert Lumoindong karena ada satu alasan kuat yang masih dirahasiakan tetapi tentu ini Hadiah Spesial untuk Pendeta Gilbert. Ada Rahasia apa dibalik gugatan tersebut? Masih menjadi rahasia bagi awak media, juga rekan-rekan seprofesinya. Karena pasti ada rencana dan rancangan Tuhan yang Mulia untuk Pdt. Gilbert dan beliau terpanggil untuk menjadi Kuasa Hukum untuk menggugat Pdt. Gilbert secara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ungkap Dr. ANDRY CHRISTIAN, S.H., S.Kom, M.Th, C.Md, CLA.

Acara Sidang Mediasi ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 27 Juni 2024 di Pengadilan Jakarta Pusat atas Nomor Perkara : Nomor Perkara : No. 247/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst dengan agenda Jawaban/Tanggapan dari Tergugat (Pdt. Gilbert Lumoindong dan Turut Tergugat (BPP Gereja Bethel Indonesia) atas Resume/Perdamaian yang telah diberikan (19/06/2024).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 10000336

article 10000337

article 10000338

article 10000339

article 10000340

article 10000341

article 10000342

article 10000343

article 10000344

article 10000345

article 10000346

article 10000347

article 10000348

article 10000349

article 10000350

article 10000351

article 10000352

article 10000353

article 10000354

article 10000355

article 10000356

article 10000357

article 10000358

article 10000359

article 10000360

article 10000361

article 10000362

article 10000363

article 10000364

article 10000365

article 10000366

article 10000367

article 10000368

article 10000369

article 10000370

article 10000371

article 10000372

article 10000373

article 10000374

article 10000375

article 2990476

article 2990477

article 2990478

article 2990479

article 2990480

article 2990481

article 2990482

article 2990483

article 2990484

article 2990485

article 2990486

article 2990487

article 2990488

article 2990489

article 2990490

article 2990491

article 2990492

article 2990493

article 2990494

article 2990495

article 2990496

article 2990497

article 2990498

article 2990499

article 2990500

article 2990501

article 2990502

article 2990503

article 2990504

article 2990505

article 2990506

article 2990507

article 2990508

article 2990509

article 2990510

article 2990511

article 2990512

article 2990513

article 2990514

article 2990515

article 2000301

article 2000302

article 2000303

article 2000304

article 2000305

article 2000306

article 2000307

article 2000308

article 2000309

article 2000310

article 2000311

article 2000312

article 2000313

article 2000314

article 2000315

article 2000316

article 2000317

article 2000318

article 2000319

article 2000320

article 2000321

article 2000322

article 2000323

article 2000324

article 2000325

article 2000326

article 2000327

article 2000328

article 2000329

article 2000330

article 2000331

article 2000332

article 2000333

article 2000334

article 2000335

article 2000336

article 2000337

article 2000338

article 2000339

article 2000340

article 2000341

article 2000342

article 2000343

article 2000344

article 2000345

article 2000346

article 2000347

article 2000348

article 2000349

article 2000350

article 2000351

article 2000352

article 2000353

article 2000354

article 2000355

article 5500286

article 5500287

article 5500288

article 5500289

article 5500290

article 5500291

article 5500292

article 5500293

article 5500294

article 5500295

article 5500296

article 5500297

article 5500298

article 5500299

article 5500300

article 5500301

article 5500302

article 5500303

article 5500304

article 5500305

article 5500306

article 5500307

article 5500308

article 5500309

article 5500310

article 5500311

article 5500312

article 5500313

article 5500314

article 5500315

article 5500316

article 5500317

article 5500318

article 5500319

article 5500320

article 5500321

article 5500322

article 5500323

article 5500324

article 5500325

article 5500326

article 5500327

article 5500328

article 5500329

article 5500330

article 5500331

article 5500332

article 5500333

article 5500334

article 5500335

article 838000508

article 838000509

article 838000510

article 838000511

article 838000512

article 838000513

article 838000514

article 838000515

article 838000516

article 838000517

article 838000518

article 838000519

article 838000520

article 838000521

article 838000522

article 838000523

article 838000524

article 838000525

article 838000526

article 838000527

article 838000508

article 838000509

article 838000510

article 838000511

article 838000512

article 838000513

article 838000514

article 838000515

article 838000516

article 838000517

article 838000518

article 838000519

article 838000520

article 838000521

article 838000522

article 838000523

article 838000524

article 838000525

article 838000526

article 838000527

article 838000528

article 838000529

article 838000530

article 838000531

article 838000532

article 838000533

article 838000534

article 838000535

article 838000536

article 838000537

article 838000538

article 838000539

article 838000540

article 838000541

article 838000542

article 838000543

article 838000544

article 838000545

article 838000546

article 838000547

article 838000548

article 838000549

article 838000550

article 838000551

article 838000552

article 838000553

article 838000554

article 838000555

article 838000556

article 838000557

article 9998000521

article 9998000522

article 9998000523

article 9998000524

article 9998000525

article 9998000526

article 9998000527

article 9998000528

article 9998000529

article 9998000530

article 9998000531

article 9998000532

article 9998000533

article 9998000534

article 9998000535

article 9998000536

article 9998000537

article 9998000538

article 9998000539

article 9998000540

article 9998000541

article 9998000542

article 9998000543

article 9998000544

article 9998000545

article 9998000546

article 9998000547

article 9998000548

article 9998000549

article 9998000550

article 9998000551

article 9998000552

article 9998000553

article 9998000554

article 9998000555

article 9998000556

article 9998000557

article 9998000558

article 9998000559

article 9998000560

article 9998000561

article 9998000562

article 9998000563

article 9998000564

article 9998000565

article 9998000566

article 9998000567

article 9998000568

article 9998000569

article 9998000570

news-1701