TUNTUTAN JAKSA LEBIH RINGAN DARI SANKSI PIDANA PASAL BERLAPIS, APAKAH ADA DUGAAN KEBERPIHAKAN JPU KEPADA PELAKU SANKSI PIDANA?

Indonet7.com Kota Tasikmalaya, 20 Maret 2024, Dalam sistem peradilan yang berprinsip integritas tinggi dan berkeadilan, para jaksa penuntut umum (JPU) memiliki peran penting untuk menegakkan hukum dengan objektivitas dan kejujuran. Jika terdapat dugaan tindakan yang mengarah pada pengurangan tuntutan hukuman ini tidak hanya merugikan kepentingan publik tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Telah muncul dugaan serius terkait seorang jaksa yang diduga mengajukan tuntutan hukuman yang lebih ringan daripada yang tertuang dalam pelaku pidana pasal berlapis yang seharusnya menjadi acuan tuntutan JPU dalam sebuah perkara hukum yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri kota Tasikmalaya. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait integritas peradilan dan perlunya transparansi dalam penegakan hukum di Indonesia.

Salah satunya pada saat persidangan di Pengadilan Negeri kota Tasikmalaya, dimana terdapat perkara nomor 03/Pidana yang sedang menjalani persidangan pada saat agenda tuntutan JPU menuntut nya secara ringan dari pasal pidana berlapis, saat redaksi menemui pihak korban kasus pengrusakan dan penyebaran berita bohong serta pencemaran nama baik yang menimpa keluarga Haji Mansur yang bertempat tinggal di Negarakasih kota tasikmalaya, kasus ini telah dimuat dibeberapa media online dan TV one, dimana seorang mantan suami melaporkan mantan istrinya telah menggugurkan bayinya yang diduga hasil perselingkuhan dengan pria lain, mantan istrinya tidak terima dilaporkan ke polres kota tasikmalaya, lalu mengamuk di rumah mantan mertuanya dengan memecahkan barang dan merusak jendela serta berteriak-teriak “tolong-tolong anak saya disakiti” sehingga mengundang orang luar untuk memasuki pekarangan rumah Haji Mansur dan terprovokasi atas teriakan pelaku yang bernama Silvi Siti Aisyah, S.Farm yang diketahui salah satu warga rajapolah saat ini berstatus sebagai terdakwa yang melakukan tindak pidana dengan pasal saat ditetapkan sebagai terdakwa yakni pasal 311 “Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis diperbolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun”, adapun Unsur-unsur tindak pidana fitnah dalam Pasal 311 ayat (1) KUHP adalah 1. seseorang, 2. pelaku melakukan kejahatan pencemaran secara lisan atau pencemaran tertulis, 3. pelaku diperbolehkan membuktikan apakah yang dituduhkan itu benar, 4. Pelaku tidak membuktikannya 5. Tuduhan itu diketahui tidak benar, pasal pidana 310 dimana dalam pasal 310 KUH Pidana, yang berbunyi : (1) Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan, Pasal 406 KUHP “barangsiapa dengan sengaja dan dengan melawan hukum membinasakan, merusak, membuat sehingga tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya kepunyaan orang lain, dihukum penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan”

Dalam perkara ini, diketahui saat persidangan dalih penyangkalan terdakwa adalah mau menemui anaknya dihalang-halangi, sedangkan dalam pembuktian di CCTV yang beredar tidak ada yang menghalangi dan bahkan pemilik rumah sedang melakukan shalat karna saat kejadian masih mejelang waktu shalat. Saat ditemui Haji Mansur selesai di persidangan mengatakan bahwa “saat kejadian saya sedang berada di masjid dan kebiasaan keluarga saya saat waktu adzan shalat tepat waktu melaksanakan shalat, jadi saat kejadian tidak ada yang mendengar kedatangan silvi siti aisyah kerumah saya, karena saat itu pelaku sudah pisah rumah dengan anak saya, diduga karena terjadi perselingkuhan yang dilakukan pelaku”;

Saat di tanyakan kepada anak dari pemilik rumah yakni Haji Erwin, di jelaskan bahwa saat itu tidak ada niat pelaku menemui anaknya, melainkan niat datang kerumah orangtuanya pada tanggal 25 Maret 2023 karna mau memarahi dirinya yang telah melaporkan dugaan tindak pidana perselingkuhan, aborsi ilegal dan perzinahan pada tanggal 17 Maret 2023 di polres kota tasikmalaya yang saat ini masih proses penyidikan, ujarnya. “Silvi siti aisyah juga tidak pernah dekat dengan anaknya, bahkan saat masih menjadi istrinya, setelah ketahuan selingkuh serta diduga menghilangkan bayi dalam kandungannya ybs kabur dari rumah membawa mobil yaris putih, satu tas emas batangan dan barang-barang berharga lainnya, saat terdakwa kabur, anak kami sedang sakit (sakit jantung bawaan) dan tidak di peluk apalagi di cium sebagai perpisahan, tetapi info dari baby sitter, terdakwa hanya fokus pada harta dan barang-barang yang mau dibawa kabur” dijelaskannya sambil masih tergurat kesedihan diwajah laki-laki berusia 32 tahun ini yang berprofesi sebagai dosen di Universitas ternama di kota Tasikmalaya, “kalaupun si terdakwa benar-benar ingat anaknya atau sayang anaknya, saat kabur harusnya dia bawa juga anaknya dan seharusnya saat anaknya ulang tahun pada tanggal 29 Februari 2024, seharusnya sebagai ibu yang baik, terdakwa datang menemui anaknya saat berulangtahun, akan tetapi ybs tidak datang sama sekali, telepon maupun kirim sms/pesan ucapan saja tidak apalagi kirim hadiah tidak pernah ada. Jadi kalau ybs beralasan niat menemui anaknya saat kejadian pengrusakan di rumah orangtua saya, itu bohong besar, itu paying victim untuk seolah-olah peduli dengan anaknya, padahal niat kedatangannya adalah menemui saya untuk memarahi saya telah melaporkannya ke polres kota tasikmalaya”.

Istri korban mengalami trauma dan kesedihan yang sangat besar atas kejadian ini, “orangtua mana yang tidak sakit hati dikhianati dan diperlakukan seperti ini oleh mantan menantunya, saya masih ingat saat menikahkan anak saya, saya berikan yang terbaik, walaupun silvi siti aisyah bukan dari keluarga berada saat itu, kami bupayakan upacara pernikahan megah di hotel asri asia plaza tasikmalaya, saya berharap dapat menantu yang baik merawat anak saya dan cucu saya kelak, ternyata kami dikhianati dengan kelakuannya selama menikah dengan anak saya, saya sering diperlakukan seperti pembantu, dibentak-bentak, makanan yang sudah dimasakin ditublekin saat sedang marah, kelakuannya bisa saya terima sebagai seorang ibu, asalkan anak saya bersama wanita pilihannya bahagia, tetapi balasannya seperti ini, harga diri keluarga kami dicemarkan dengan fitnahannya teriak-teriakan anaknya disakiti dirumah kami sehingga semua orang berdatangan dan jadi buah bibir para tetangga sekitar, merusak barang-barang dirumah kami, pada saat menikah saya masih memaklumi memang tabiatnya suka merusak dan melempar barang-barang kalau sedang ngamuk, tetapi setelah berpisah dari anak saya, kami tidak bisa memaklumi lagi dan tidak bisa memaafkan perlakuannya kepada kami” lanjutnya “untuk itu kami memohon kepada majelis hakim pengadilan negeri kota tasikmalaya, untuk menghukum pelaku dengan hukuman yang setimpal dan hukuman pidana yang seharusnya, saya sangat kecewa kepada Jaksa Penuntut Umum Bapak Dudi sebagai jaksa penuntut umum tidak bisa secara maksimal sesuai hukuman pidana yang disebutkan maksimal 4(empat) tahun penjara malahan hanya dituntut hanya 1(satu) tahun penjara, kami sangat kecewa sekali, dimana keadilan di negri ini untuk orang-orang kecil seperti kami? Apakah meringankan hukuman bagi terdakwa silvi siti aisyah bisa membersihkan nama baik kami yang sudah tercoreng dan tercemar di lingkungan sekitar rumah kami tinggal?, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ada permainan antara jaksa penuntut umum dengan pihak terdakwa, karna selama sidang pihak Jaksa lebih ramah dengan keluaga terdakwa, sedangkan dengan kami hanya bicara seperlunya. Seharusnya jaksa bisa lebih komitmen dengan jabatannya sebagai Jaksa Penuntut Umum untuk menegakkan sanksi yang berlaku bagi pelanggar hukum”. Ungkapnya dengan terbata-bata menahan tangisnya, diketahui pada sidang sebelumnya istri dari korban Hj. Enok ida pingsan di ruang sidang pada kejadian saat sidang minggu lalu karna tidak dapat menahan sakit hati dan kesedihannya yang mendalam.
Selesai persidangan terlihat kuasa hukum Nurita H, SH Maps Lawyer Indonesia dan juga salah satu Pendiri BAHU PRABOWO (Bantuan Hukum Prabowo) dari Jakarta, yang mendampingi korban menemui jaksa yang biasa disapa Bapak Dudi untuk menyatakan kekecewaannya dalam tuntutan jaksa penuntut umum pada tanggal 20 Maret 2024 pada persidangan hari ini.

Oleh karena itu, pentingnya masyarakat menyerukan agar pihak yang terlibat dalam kasus ini segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh. Tidak hanya itu, langkah-langkah preventif dan korektif juga harus diambil untuk memastikan bahwa hal serupa tidak terulang di masa mendatang dalam system peradilan.

Sebagai warga negara yang taat hukum, kita harus bersama-sama menjaga integritas dan kepercayaan terhadap sistem peradilan. Semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, diharapkan bertindak sesuai dengan aturan dan etika yang telah ditetapkan demi terciptanya keadilan yang sejati.
Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat. Kepatuhan terhadap hukum adalah pondasi dari masyarakat yang adil dan beradab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 9998000501

article 9998000502

article 9998000503

article 9998000504

article 9998000505

article 9998000506

article 9998000507

article 9998000508

article 9998000509

article 9998000510

article 9998000511

article 9998000512

article 9998000513

article 9998000514

article 9998000515

article 9998000516

article 9998000517

article 9998000518

article 9998000519

article 9998000520

article 9998000521

article 9998000522

article 9998000523

article 9998000524

article 9998000525

article 9998000526

article 9998000527

article 9998000528

article 9998000529

article 9998000530

article 9998000531

article 9998000532

article 9998000533

article 9998000534

article 9998000535

article 9998000536

article 9998000537

article 9998000538

article 9998000539

article 9998000540

article 9998000541

article 9998000542

article 9998000543

article 9998000544

article 9998000545

article 9998000546

article 9998000547

article 9998000548

article 9998000549

article 9998000550

article 9998000551

article 9998000552

article 9998000553

article 9998000554

article 9998000555

article 9998000556

article 9998000557

article 9998000558

article 9998000559

article 9998000560

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 838000498

article 838000499

article 838000500

article 838000501

article 838000502

article 838000503

article 838000504

article 838000505

article 838000506

article 838000507

article 838000508

article 838000509

article 838000510

article 838000511

article 838000512

article 838000513

article 838000514

article 838000515

article 838000516

article 838000517

article 838000518

article 838000519

article 838000520

article 838000521

article 838000522

article 838000523

article 838000524

article 838000525

article 838000526

article 838000527

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 5500256

article 5500257

article 5500258

article 5500259

article 5500260

article 5500261

article 5500262

article 5500263

article 5500264

article 5500265

article 5500266

article 5500267

article 5500268

article 5500269

article 5500270

article 5500271

article 5500272

article 5500273

article 5500274

article 5500275

article 5500276

article 5500277

article 5500278

article 5500279

article 5500280

article 5500281

article 5500282

article 5500283

article 5500284

article 5500285

article 5500286

article 5500287

article 5500288

article 5500289

article 5500290

article 5500291

article 5500292

article 5500293

article 5500294

article 5500295

article 5500296

article 5500297

article 5500298

article 5500299

article 5500300

article 5500301

article 5500302

article 5500303

article 5500304

article 5500305

article 2000276

article 2000277

article 2000278

article 2000279

article 2000280

article 2000281

article 2000282

article 2000283

article 2000284

article 2000285

article 2000286

article 2000287

article 2000288

article 2000289

article 2000290

article 2000291

article 2000292

article 2000293

article 2000294

article 2000295

article 2000296

article 2000297

article 2000298

article 2000299

article 2000300

article 2000301

article 2000302

article 2000303

article 2000304

article 2000305

article 2000306

article 2000307

article 2000308

article 2000309

article 2000310

article 2000311

article 2000312

article 2000313

article 2000314

article 2000315

article 2000316

article 2000317

article 2000318

article 2000319

article 2000320

article 2000321

article 2000322

article 2000323

article 2000324

article 2000325

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2990416

article 2990417

article 2990418

article 2990419

article 2990420

article 2990421

article 2990422

article 2990423

article 2990424

article 2990425

article 2990426

article 2990427

article 2990428

article 2990429

article 2990430

article 2990431

article 2990432

article 2990433

article 2990434

article 2990435

article 2990436

article 2990437

article 2990438

article 2990439

article 2990440

article 2990441

article 2990442

article 2990443

article 2990444

article 2990445

article 2990446

article 2990447

article 2990448

article 2990449

article 2990450

article 2990451

article 2990452

article 2990453

article 2990454

article 2990455

article 2990456

article 2990457

article 2990458

article 2990459

article 2990460

article 2990461

article 2990462

article 2990463

article 2990464

article 2990465

article 2990466

article 2990467

article 2990468

article 2990469

article 2990470

article 2990471

article 2990472

article 2990473

article 2990474

article 2990475

article 2990476

article 2990477

article 2990478

article 2990479

article 2990480

article 2990481

article 2990482

article 2990483

article 2990484

article 2990485

article 2990486

article 2990487

article 2990488

article 2990489

article 2990490

article 2990491

article 2990492

article 2990493

article 2990494

article 2990495

article 2990496

article 2990497

article 2990498

article 2990499

article 2990500

article 2990501

article 2990502

article 2990503

article 2990504

article 2990505

article 2990506

article 2990507

article 2990508

article 2990509

article 2990510

article 2990511

article 2990512

article 2990513

article 2990514

article 2990515

article 10000286

article 10000287

article 10000288

article 10000289

article 10000290

article 10000291

article 10000292

article 10000293

article 10000294

article 10000295

article 10000296

article 10000297

article 10000298

article 10000299

article 10000300

article 10000301

article 10000302

article 10000303

article 10000304

article 10000305

article 10000306

article 10000307

article 10000308

article 10000309

article 10000310

article 10000311

article 10000312

article 10000313

article 10000314

article 10000315

article 10000316

article 10000317

article 10000318

article 10000319

article 10000320

article 10000321

article 10000322

article 10000323

article 10000324

article 10000325

article 10000326

article 10000327

article 10000328

article 10000329

article 10000330

article 10000331

article 10000332

article 10000333

article 10000334

article 10000335

article 10000336

article 10000337

article 10000338

article 10000339

article 10000340

article 10000341

article 10000342

article 10000343

article 10000344

article 10000345

news-1701