INDONET7.COM JAKARTA-Perupa Indonesia Menggalang Solidaritas Di Masa Pandemi Covid-19
Berlatar belakang soidaritas bersama para perupa Indonesia pameran lukisan ini terselengara.
Di tahun 2022, gabungan para perupa dari berbagai kota di Indonesia kembali menyelenggarakan acara pameran lukisan. Acara ini tak sekedar menjadi agenda tahunan yang lazim dilakukan para perupa.
Hingga hari penyelenggaraan pameran lukisan diselenggarakan, sebanyak 36 orang pelukis berpartisipasi dalam acara ini. Masing-masing pelukis membawakan satu judul lukisan . Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia.
Salah satu peserta Pameran Lukisan Balai Budaya Jakarta 8-15 Maret dari Riau Baem Ibrahim Judul “Wanita dan Kris Pusaka”
Baem Ibrahim mengatakan saat wawancara dengan awak media kalau masalah saya melukis karya yang ada di pameran itu sesuatu bonus dari Tuhan jadi kita tetap semangat walaupun masih pandemi tapi kita saya terus berkarya tutur Baim.
Baim menambahkan melukis lukisan yang berjudul ” wanita dan Kris Pusaka” dalam dua hari saja,sungguh luar biasa pelukis Baim.perempuan-perempuan Indonesia saya budayakan tentang wanita internasional jadi saya mau tentang yang Kris sama diakui oleh dunia, dan menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia mempunyai Kris budaya dan Karya Budaya Indonesia adalah Kris yang tidak boleh oleh bangsa lain yaitu UNESCO menetapkan Indonesia mempunyai Kris sendiri ucap Baim.
Baim melanjutkan bahwa Tema Seputar Kehidupan Perempuan
Di tahun 2022, bertepatan dengan masa pandemi covid-19 yang telah berlangsung sejak tahun 2020, tema pameran lukisan kali ini menggagas ide tematik tentang kehidupan perempuan. Terutama di masa pandemi covid-19 berlangsung. Apa pun yang menjadi refleksi para perupa tentang apa yang menjadi keprihatinan atau apa yang diketahui seputar tema tersebut, dituangkan dalam berbagai judul lukisan. Ada beragam lukisan yang ditampilkan.
Galangan Solidaritas Acara ini bertujuan untuk menggalang solidaritas sesama seniman perupa di masa pandemi covid-19, Juga mengusung kepedulian sosial terhadap berbagai persoalan ekonomi, perempuan di masa pandemi covid-19. Selain menciptakan kesetiakawanan sosial di masa pandemi tuturnya.
Semoga para budayawan dan para pejabat terkait untuk melihat karya-karya seniman seniman Indonesia, karya yang dimiliki oleh negara kita sendiri pungkas Baim.
(MY)