Intelektual Muda Syafrudin Budiman Apresiasi Buku Lembaran Pertama Anas Urbaningrum

INDONET7.COM Jakarta – Pagi itu pukul 09.00-11.30 WIB kawasan Jl. Prof. Dr. Soepomo, Tebet Jakarta Selatan sedikit hujan gerimis. Sebuah gelaran peluncuran dan diskusi buku ‘Halaman Pertama Anas Urbaningrum: Sumpah Monas, Tantangan Mubahalah, dan Proyek-Proyek Lainnya’ di Sadjo Cafe Jl. Prof. Dr. Soepomo 33A, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2022).

Tampak hadir I Gede Pasek Suardika Aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang juga sahabat Anas Urbaningrum. Pasek sapaan akrabnya saat ini bersama loyalis Anas Urbaningrum lainnya mendirikan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) dan ia dipercaya sebagai Ketua Umum.

Tampak juga hadir juga Direktur Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi menjadi pembicara di peluncuran buku berjudul Halaman Pertama Anas Urbaningrum karya Tofik Pram. Selain juga hadir para panelis dan Suparji Achmad sebagai Narahubung acara.

Suguhan roti, kentang, kopi, lemon tea, air mineral merk aqua dan serta sate ayam Madura menambah nikmatnya acara diskusi. Walau suasana diluar dingin karena gerimis hujan, namun di dalam Cafe Sadjo suasana agak panas penuh rasa murka atas ketidakadilan hukum yang diterima Anas Urbaningrum.

Syafrudin Budiman SIP Intelektual Muda yang juga wartawan senior yang hadir pada acara peluncuran dan diskusi buka memberikan apresiasi atas terbitnya buku Lembaran Pertama Anas Urbaningrum. Aktivis dan Ketua DPP IMM Periode 2006-2008 ini mengaku mengenal sosok Cak Anas sapaan akrabnya sebagai tokoh muda yang santai dan memiliki dedikasi.

“Terbitnya buku Lembaran Pertama ini menjawab misteri dan keraguan publik atas kejadian sebenarnya. Orang bisa  melihat dari mata hati, bukan hanya proses hukum secara formil semata,” kata Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman SIP yang juga pendiri dan Ketua Umum Partai UKM Indonesia ini.

Menurut Gus Din, sebagaimana kata Jimly Asshiddiqie SH Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), hukum tidak tergantung pada hukumnya, tetapi tergantung pada penegaknya.

“Ya kalau hukumnya pasti positif. Tapi kalau penegaknya ada intervensi politik, pesanan, target atau kepentingan kekuasaan, maka penegaknya bisa melakukan kehendak-nya,” jelas pria asal Sumenep Jawa Timur lulusan Sarjana Politik FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini.

Katanya, banyak pemimpin-pemimpin dunia yang baik dihukum berdasarkan kepentingan kekuasaan atau kekuatan militer. Sebut saja Mursi di Mesir dihukum mati oleh Junta Militer, Aung San Suu Kyi di Nyanmar dipenjara karena tuduhan tidak masuk akal oleh Junta Militer. Bahkan Sutan Sjahrir Mantan Perdana Menteri RI dan tokoh kemerdekaan dipenjara di jaman Soekarno karena beda pandangan politik.

“Kadang alasan pelanggaran hukum, tuduhan korupsi, pencucian uang dan lainnya dijadikan argumentasi. Padahal dari kacamata publik orang bisa melihat mana pelanggaran hukum yang sesungguhnya atau peradilan yang dibuat-buat,” terang Mantan Wartawan Surabaya Post 2022-2023 ini.

Ia juga mengatakan, hukum yang subjektif tergantung penegaknya karena faktor kepentingan, menjadi senjata makan tuan bagi Abraham Samad (AS) Bambang Widjojanto (BW) menjadi anggota Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). AS jadi tersangka pemalsuan dokumen catatan sipil dan BW jadi tersangka keterangan palsu dalam kasus Pilkada Kotawaringin Barat tahun 2010.

“Kasus AS dan BW menyebabkan keduanya dinonaktifkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua KPK. Walaupun kasusnya akhirnya menguap, karena Jaksa Agung HM Prasetyo telah mendeponering atau mengesampingkan mengakhiri, dan menutup perkara kasus yang menjerat mantan AS dan BW,” kata politisi muda ini.

Hal ini kata Gus Din, Jaksa Agung mendeponering AS dan BW usai meminta pertimbangan DPR, MA, dan Kapolri, dengan alasan semata-mata demi kepentingan umum. Sementara katanya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berpendapat bahwa keputusan tersebut merupakan pembelajaran agar hukum di Tanah Air semakin baik.

Saut Situmorang kata Gus Din juga mengatakan, kejadian AS dan BW adalah Roller Coaster pembangunan hukum yang terus akan berjalan di negeri ini. Dimana semua orang bisa salah, tapi hidup dalam keadaaan tertentu, tidak hanya dilihat sebagai hitam dan putih saja. Kata kuncinya kata Saut Situmorang, adalah keyakinan dan niat baik dapat mengalahkan niat jahat.

“Aneh kan hukum di Indonesia. Tentu statemen Saut Situmorang ini juga sangat bisa menimpa proses hukum kepada Anas Urbaningrum. Dia dituduh mencuci uang, padahal tuduhan korupsinya tidak terbukti. Logikanya korupsinya terbukti, maka otomatis pencucian uangnya terbukti. Nah yang menjadi tuduhan pencucian uang dimana?,” heran Gus Din menutup pendapatannya.

Anas Urbaningrum Siap Debat Terbuka dengan AS dan BW

Loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika, mengatakan siap mendampingi Anas Urbaningrum untuk berdebat dengan sejumlah pihak yang telah menjeratnya secara politis ke ranah hukum.

Secara spesifik, Pasek mengatakan nama-nama yang dulu duduk di pucuk pimpinan KPK, di antaranya Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW).

“Beliau senang (berdiskusi dengan mereka). Kalau saya suruh temani senang juga. Tapi Mas Anas sendiri sudah mampu menyelesaikan itu, karena itukan fakta kan. Atau kalau mau pembukaan oleh kita-kita dulu boleh juga, sebelum Mas Anas keluar,” kata Pasek dari sumber media tribunnews.com

Dia sendiri menegaskan keinginan Anas untuk berdiskusi dengan orang-orang tersebut murni tanpa ada kebencian.

“Murni membacanya dari sudut case. Beliau didakwakan soal harrier, ayo kita bedah seperti apa. Nanti pakar hukum dan mahasiswa fakultas hukum akan menganalisis itu. Live saja,” katanya.

“Kemudian BW yang paling getol menambahkan bahwa penyidikan dan proyek-proyek lainnya itu, dia bisa menjelaskan argumentasinya pasal berapa dasar hukumnya apa, nanti dibantah oleh mas Anas. Jadi didiskusikan aja, berani enggak?” pungkasnya.

Sebelumnya, Pasek mengungkapkan bahwa rekannya itu dihabiskan secara politik oleh kelompok berkuasa saat itu di tengah mengabdikan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Menurutnya, debat yang diinginkan Anas Urbaningrum itu tak terbesit rasa dendam dan rasa kebencian.

Namun, Anas Urbaningrum hanya ingin rasa keadilan yang benar-benar terang terhadap dirinya.

Biarkan pakar-pakar hukum menilai kasusnya. Sayangnya cita-cita Mas Anas ini setelah keluar ini sudah tidak terkabulkan satu, yaitu yang mengadilinya karena keburu Pak Artijo sudah meninggal. Karena Pak Artijo yang melipatgandakan hukuman,” terangnya.

Pasek juga mengatakan, menurut rencana Anas Urbaningrum akan bebas pada tahun 2022 ini.

Diketahui, Hakim Mahkamah Agung (MA) kembali menyunat hukuman narapidana kasus korupsi melalui putusan peninjauan kembali (PK)

Kali ini vonis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang disunat menjadi 8 tahun penjara.

Anas diadili terkait kasus pencucian uang. Di tingkat kasasi, Anas dihukum 14 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan.

Selain itu, Anas juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara.

Tidak terima atas putusan kasasi, Anas mengajukan PK pada Juli 2018.

Dalam putusan PK yang diadili Wakil Ketua MA bidang non-yudisial Sunarto dan anggota majelis yaitu Andi Samsan Nganro serta Prof M Askin, mengurangi hukuman Anas menjadi 8 tahun.

“Menjatuhkan pidana terhadap Anas Urbaningrum dengan pidana penjara selama 8 tahun ditambah denda Rp 300 juta subsidair tiga bulan,” kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Islah Bahrawi: Anas Urbaningrum Disingkirkan SBY Demi Merebut Demokrat

Cikeas, yang diidentikan dengan klan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memaknai sebuah partai terlalu berlebihan karena menganggap Partai Demokrat seperti “agama”.

Sehingga, berbagai cara pun dilakukan untuk menyingkirkan orang-orang yang justru mempertahankan Partai Demokrat. Dalam hal ini mempersekusi Anas Urbaningrum yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Begitu disampaikan Direktur Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi dalam sebuah diskusi dan bedah buku “Halaman Pertama Anas Urbaningrum” sebagaimana sumber media rmol.com

“Cikeas ini memeluk partai itu seperti memeluk agama. Dan Mas Anas ini adalah orang yang dianggap akan memurtadkan,” kata Islah.

Dengan analogi itu, Islah menyebut Cikeas seperti orang yang mabuk agama hingga mengkafir-kafirkan orang.

“Nah inilah takfiri itu terjadi. Makanya orang (yang dianggap) kafir itu harus dipenjarakan. Kurang lebih seperti itulah,” cetusnya.

Islah mengaku masih ingat betul bagaimana Anas Urbaningrum dipersekusi oleh kekuasaan pada waktu itu hingga akhirnya terjerat kasus hukum dan berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ketika Mas Anas menjadi Ketua Umum, saya juga udah ada di DPP Demokrat. I Gde Pasek waktu itu di Departemen Olahraga. Saya di (Departemen) Pengentasan Kemiskinan. Jadi memang di awal masa kepengurusan Mas Anas, Mas Anas itu sudah dipersekusi secara mekanisme partai,” tuturnya.

Menurut Islah, adalah sebuah perumpamaan yang pas seperti dalam buku berjudul “Halaman Pertama Anas Urbaningrum” itu disebutkan bahwa Anas Urbaningrum ibarat bayi yang tidak dikehendaki untuk lahir.

“Inilah sebuah brutalitas dengan gaya SBY dengan bullshit humble itu dia berusaha memframing sedemikian rupa dengan orkestrasi-orkestrasi yang menormalisasi kejahatan. Ini sejak awal saya melihat itu. Makanya saya tegak lurus. Bagaimana ini adalah perlakuan tida adil oleh kekuasaan,” pungkasnya.

Deskripsi Buku Lembaran Pertama Anas Urbaningrum

Dikutip dari mizanstore.com berikut diskripsi pokok Buku Lembaran Pertama Anas Urbaningrum. Sisipolitis-humanis, yang sebenarnya merupakan saripati intrinsik dari diri Anas Urbaningrum, hampir tak pernah dijelaskan kepada publik. Iakadung divonis sebagai penggangsi ruang rakyat. Ruang sidang opini telah menempatkan Anas dalam posisi yang sangat tidak adil dalam persepsi sebagian warga negara ini.

Inilah dampak jangka panjang dari konstruksi opini tentang sosok Anas Urbaningrum di masa lalu. Betapa narasi dan wacana yang dibangun kala itu benar-benar membungkus Anas dalam stigma negatif, sehingga dia sudah ‘divonis’ bahkan jauh sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Segala bentuk informasi yang bisa meringankan Anas seolah tidak disajikan secara adil kepada publik. Apa pasal? Sebab, konstruksi narasi yang dibangun waktu itu adalah: Anas harus salah. Dia harus pergi.

Buku ini coba menghadirkan narasi alternatif tentang Anas,menghadirkan sisi lain perjalanan kasusnya, untuk mengajak pembaca agar mau mencoba adil sejak dalam pikiran. Sekaligus mengingatkan agar hati-hati bahwa politik berbiaya tinggi itu bisa menyebabkan kontroversi hati’.

(May)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

article 9998000501

article 9998000502

article 9998000503

article 9998000504

article 9998000505

article 9998000506

article 9998000507

article 9998000508

article 9998000509

article 9998000510

article 9998000511

article 9998000512

article 9998000513

article 9998000514

article 9998000515

article 9998000516

article 9998000517

article 9998000518

article 9998000519

article 9998000520

article 9998000521

article 9998000522

article 9998000523

article 9998000524

article 9998000525

article 9998000526

article 9998000527

article 9998000528

article 9998000529

article 9998000530

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 5500256

article 5500257

article 5500258

article 5500259

article 5500260

article 5500261

article 5500262

article 5500263

article 5500264

article 5500265

article 5500266

article 5500267

article 5500268

article 5500269

article 5500270

article 5500271

article 5500272

article 5500273

article 5500274

article 5500275

article 5500276

article 5500277

article 5500278

article 5500279

article 5500280

article 5500281

article 5500282

article 5500283

article 5500284

article 5500285

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 2000276

article 2000277

article 2000278

article 2000279

article 2000280

article 2000281

article 2000282

article 2000283

article 2000284

article 2000285

article 2000286

article 2000287

article 2000288

article 2000289

article 2000290

article 2000291

article 2000292

article 2000293

article 2000294

article 2000295

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2990416

article 2990417

article 2990418

article 2990419

article 2990420

article 2990421

article 2990422

article 2990423

article 2990424

article 2990425

article 2990426

article 2990427

article 2990428

article 2990429

article 2990430

article 2990431

article 2990432

article 2990433

article 2990434

article 2990435

article 2990436

article 2990437

article 2990438

article 2990439

article 2990440

article 2990441

article 2990442

article 2990443

article 2990444

article 2990445

article 2990446

article 2990447

article 2990448

article 2990449

article 2990450

article 2990451

article 2990452

article 2990453

article 2990454

article 2990455

article 10000286

article 10000287

article 10000288

article 10000289

article 10000290

article 10000291

article 10000292

article 10000293

article 10000294

article 10000295

article 10000296

article 10000297

article 10000298

article 10000299

article 10000300

article 10000301

article 10000302

article 10000303

article 10000304

article 10000305

article 10000306

article 10000307

article 10000308

article 10000309

article 10000310

article 10000311

article 10000312

article 10000313

article 10000314

article 10000315

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 0000376

article 0000377

article 0000378

article 0000379

article 0000380

article 0000381

article 0000382

article 0000383

article 0000384

article 0000385

article 0000386

article 0000387

article 0000388

article 0000389

article 0000390

news-1701