Jahmada Girsang,S.H.,M.H.,C.LA.,C.Med “TENTANG DUGAAN CEK KOSONG PT.CA, PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS SUDAH MELAPOR KE POLDA METRO JAYA”

Jahmada Girsang,S.H.,M.H.,C.LA.,C.Med saat konferensi Pers di kantornya (9/2) kepada pers mengatakan bahwa beliau adalah Kuasa Hukum dari PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS (PT.AIE)

Kemudian beliau menyampaikan detilnya, sebagaimana yang kami catat yaitu;

1. Cek merupakan perintah tidak bersyarat dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk membayar suatu jumlah tertentu pada saat diunjukkan. Dalam penggunaan cek, berlaku prinsip umum sebagai berikut:\

a.Sebagai sarana perintah pembayaran tunai atau pemindah-bukuan;
b.Daat dipindah-tangankan;
c.Diterbitkan dalam mata uang rupiah.

2. Pada tanggal 19 November 2019, terjadi penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pendanaan & Angkutan Udara dengan Moda Charter Pesawat dengan nomor perjanjian RB/FUND/CH19112019 antara PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS melalui Direkturnya yaitu Ibu Retno Budi Setiati dengan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang cargo yang menyediakan jasa pengadaan pesawat cargo, yaitu. PT.CA yang diwakili oleh Dian S. Nasution, dengan masa berlaku perjanjian adalah sejak 19 November 2019 dan berakhir pada 31 Maret 2021.

3. PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang ekspedisi yang berpengalaman dan teruji

4. Dalam Penandatanganan perjanjian diatas, memuat ketentuan dimana PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS memberikan sejumlah dana dengan nilai Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah) kepada PT. CA dengan cara 2 (dua) kali transfer yaitu pada tanggal 19 November 2019 sebesar Rp. 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah) dan pada tanggal 22 November 2019 sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah) sebagai pendanaan pembelian Mesin Pesawat Boeing 737-300 F serta melakukan pemasangan dan/atau perakitan mesin hingga pesawat siap beroperasi dan berproduksi.

5. Kemudian dalam Pasal 1 jo. Pasal 3 Poin II angka 5 Perjanjian diatas, PT. CA akan memberikan 6 (enam) lembar cek Bank Mandiri Cabang Jakarta Wisma Alia yang masing-masing bernilai Rp. 833.334.000,- (delapan ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus tiga puluh empat rupiah) untuk pengembalian dana yang telah diterima oleh PT. CA, sesaat setelah PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS memberikan dana Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

 

6 (enam) lembar cek tersebut adalah sebagai berikut:
1. HW 446812 tertanggal 02 Februari 2020;
2. HW 446814 tertanggal 02 Maret 2020;
3. HW 446815 tertanggal 02 April 2020;
4. HW 446817 tertanggal 02 Mei 2020;
5. HW 446818 tertanggal 02 Juni 2020;
6. HW 446819 tertanggal 02 Juli 2020

6. Kemudian pada akhir Bulan November PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS melalui Direkturnya yaitu Ibu Retno Budi Setiati bermaksud ingin mencairkan dana melalui cek tersebut dan melakukan konfirmasi kepada PT. CA terlebih dahulu, namun PT. CA terkesan menghalang-halangi dan mengulur-ulur waktu sehingga Ibu Retno Budi Setati mengurungkan niatnya untuk mencarikan/ mengkliringkan cek tersebut.

Namun, PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS dalam hal ini Ibu Retno Budi Setiati telah habis kesabarannya atas tindakan mengulur-ulur waktu oleh PT. CA yang semakin menunjukkan itikad tidak baiknya.

7. PT. CA juga sebelumnya telah berjanji untuk membayar senilai Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) per bulan sejak bulan Agustus kepada PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS, namun tak kunjung terealisasi. Hal ini semakin menunjukkan tidak ada itikad baik dari PT. CA

8. Pada tanggal 04 Deember 2020, Ibu Retno Budi Setiati mendatangani Bank Mandiri Cabang Jakarta Wisma Alia untuk mencairkan/mengkliringkan cek tersebut, namun 4 (empat) dari 6 (enam) cek tersebut tidak dapat dicairkan lagi karena statusnya telah kadaluwarsa. Adapun 4 (empat) cek tersebut adalah:

1. HW 446812 tertanggal 02 Februari 2020;
2. HW 446814 tertanggal 02 Maret 2020;
3. HW 446815 tertanggal 02 April 2020;
4. HW 446817 tertanggal 02 Mei 2020;

Sementara itu, 2 (dua) lembar cek dengan nomor HW 446818 dan HW 446819 tidak dapat dicairkan dengan keterangan Saldo Tidak Cukup berdasarkan Surat Keterangan Penolakan (SKP) yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri Cabang Jakarta Wisma Alia tertanggal 04 Desember 2020.

9. Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No. 2/10/DASP tertanggal 08 Juni 2000 tentang Tata Usaha Penarikan Cek/Bilyet Giro Kosong dinyatakan bahwa Cek/Bilyet Giro Kosong adalah Cek/Bilyet Giro yang ditunjukkan dan ditolak tertarik dalam tenggang waktu adanya kewajiban penyediaan dana oleh Penarik karena saldo tidak cukup atau rekening telah ditutup.

10. Maka dari itu, PT. CA telah diduga melakukan tindak pidana dengan menerbitkan cek kosong kepada PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS atau Ibu Retno Budi Setiati

Bahwa atas tindakan PT. CA tersebut yang sangat merugikan PT. AIX INDOLOGIS EXPRESS, maka Ibu Retno Budi Setiati selaku Direktur melaporkan Dian S. Nasution selaku Komisaris dan Simon Kennedy selaku Direktur PT. CA ke Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi No.: LP/1349/III/YAN.2.5/2021/2021/SPKT PMJ tertanggal 11 Maret 2021 atas dugaan tindak pidana Penipuan dan/atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan/atau 372 KUHP terkait penerbitan Cek Kosong dengan nilai total Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah)

11. Atas Laporan Polisi tersebut, saat ini ditangani oleh Unit I Subditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian Laporan tertanggal 24 Maret 2021 dan Surat Perintah Penyelidikan No.: SP.Lidik/1000/III/2021/Ditreskrimum tertanggal 24 Maret 2021.

Bahkan Penyidik telah melakukan proses penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan barang bukti dan melakukan BAP terhadap 2 (dua) orang saksi dan juga telah memeriksa Terlapor, Laporan Polisi telah ditingkatkan ke tahap Penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan No.: SP.Sidik/2557/VII/2021/Ditreskrimum tertanggal 23 Juni 2021;

12. Setelah Penyidik mengumpulkan bukti-bukti dan Saksi yang telah didengar, diteliti, diperiksa dengan cermat, seharusnya sudah dapat dilakukan gelar perkara untuk menaikkan status Sdr. Dian S. Nasution dan Sdr. Simon Kennedy dari Terlapor/Saksi menjadi Tersangka.

Namun sampai saat ini, Terlapor/Saksi belum juga ditetapkan sebagai tersangka, padahal perbuatan tersebut sudah jelas dan nyata merupakan suatu tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 372/378 KUHP.

13. ATas hal itu Ibu Retno Budi Setiati dan Kuasa Hukumnya Bapak Jahmada Girsang, S.H., M.H., C.L.A., C.Med. dari kantor hukum Law Offices Jahmada Girsang & Partners menghadiri panggilan dari Penyidik terkait Gelar Perkara yang diadakan pada tanggal 28 September 2021 di Rowassidik Mabes Polri Gedung Awaloedin Djamin lt.10, Jl. Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dimana dalam Gelar Perkara tersebut, Sdr. Dian S. Nasution hadir dan dengan terang-terangan memberi pengakuan bahwa Sdr. Dian S. Nasution dengan sengaja meminta kepada Pihak Bank Mandiri untuk tidak mencairkan Cek tersebut dan akan bertanggung jawab atas apapun akibat yang akan terjadi atas tindakan tersbut.

 

14. Dari sini kemudian timbul pertanyaan, seberat apa perkara ini sehingga harus ditarik ke Bareskrim Polri? Kemudian apa urgensinya sehingga Bareskrim Mabes Polri menjadi tuan rumah dilakukannya Gelar Perkara atas Laporan Polisi ini? Apakah Unit I Subditkamneg Polda Metro Jaya tidak mampu menyelesaikan Laporan Polisi tersebut?

15. Menurut Ahli Hukum Pidana M. Yahya Harahap, jika terjadi tindak pidana dan pasal yang diterapkan adalah penipuan atau Pasal 378, maka unsur-unsurnya harus terpenuhi, minimal dua alat bukti dalam unsur Pasal 378 tersebut. Adapun alat buktinya adalah ada orang sebagai subjek, ada bujuk rayu untuk mendapatkan sesuatuatau tipu muslihat, mendapat keuntungan dan ada yang dirugikan. Jika unsur tersebut terpenuhi, maka hal tersebut masuk dalam kategori tindak pidana.

Yang menjadi Yurisprudensi terkait dengan Cek Kosong adalah:
• Putusan Mahkamah Agung No. 133 K/Kr/1973 tertanggal 15 November 1975 yang menyatakan:
“ Seorang menyerahkan cek padahal dia mengetahui bahwa cek tersebut tidak ada dananya, perbuatannya merupakan tipu muslihat sebagaimana yang termasuk dalam Pasal 378 KUHP ”.

• Putusan Pengadilan Negeri Ponorogo No. 45/Pid.B/2012/PN.PO tertanggal 09 April 2012

16. Dalam Perkara ini, sudah jelas terpenuhinya unsur-unsur penipuan dan/atau penggelapan yang dilakukan oleh Terlapor. Namun, hingga kini Penyidik tidak memberikan kepastian Hukum atas Laporan Polisi dari Pelapor dan Kuasa Hukumnya. Hal tersebut sangat tidak efektif dan sangat tidak efisien, menciderai hukum dan sangat menciderai hati Orang yang mencari keadilan atas dilanggarnya hak dan kepentingannya dengan sangat jelas dan nyata bahkan Terlapor menunjukkan itikad yang sangat tidak baik dihadapan Para Penyidik Kepolisian Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

article 9998000501

article 9998000502

article 9998000503

article 9998000504

article 9998000505

article 9998000506

article 9998000507

article 9998000508

article 9998000509

article 9998000510

article 9998000511

article 9998000512

article 9998000513

article 9998000514

article 9998000515

article 9998000516

article 9998000517

article 9998000518

article 9998000519

article 9998000520

article 9998000521

article 9998000522

article 9998000523

article 9998000524

article 9998000525

article 9998000526

article 9998000527

article 9998000528

article 9998000529

article 9998000530

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 5500256

article 5500257

article 5500258

article 5500259

article 5500260

article 5500261

article 5500262

article 5500263

article 5500264

article 5500265

article 5500266

article 5500267

article 5500268

article 5500269

article 5500270

article 5500271

article 5500272

article 5500273

article 5500274

article 5500275

article 5500276

article 5500277

article 5500278

article 5500279

article 5500280

article 5500281

article 5500282

article 5500283

article 5500284

article 5500285

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 2000276

article 2000277

article 2000278

article 2000279

article 2000280

article 2000281

article 2000282

article 2000283

article 2000284

article 2000285

article 2000286

article 2000287

article 2000288

article 2000289

article 2000290

article 2000291

article 2000292

article 2000293

article 2000294

article 2000295

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2990416

article 2990417

article 2990418

article 2990419

article 2990420

article 2990421

article 2990422

article 2990423

article 2990424

article 2990425

article 2990426

article 2990427

article 2990428

article 2990429

article 2990430

article 2990431

article 2990432

article 2990433

article 2990434

article 2990435

article 2990436

article 2990437

article 2990438

article 2990439

article 2990440

article 2990441

article 2990442

article 2990443

article 2990444

article 2990445

article 2990446

article 2990447

article 2990448

article 2990449

article 2990450

article 2990451

article 2990452

article 2990453

article 2990454

article 2990455

article 10000286

article 10000287

article 10000288

article 10000289

article 10000290

article 10000291

article 10000292

article 10000293

article 10000294

article 10000295

article 10000296

article 10000297

article 10000298

article 10000299

article 10000300

article 10000301

article 10000302

article 10000303

article 10000304

article 10000305

article 10000306

article 10000307

article 10000308

article 10000309

article 10000310

article 10000311

article 10000312

article 10000313

article 10000314

article 10000315

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 0000376

article 0000377

article 0000378

article 0000379

article 0000380

article 0000381

article 0000382

article 0000383

article 0000384

article 0000385

article 0000386

article 0000387

article 0000388

article 0000389

article 0000390

news-1701