Diduga Kena Smackdown Suami KDRT Neira J Kalangi Lapor ke Polda Metro Jaya

INDONET7.COM JAKARTA-Perempuan Indonesia kembali menjadi korban ketidak-adilan atas proses hukum di Indonesia. Kepada  Awak Media saat ditemui keluarga Neira J Kalangi (korban) di Polda Metro Jaya Jakarta, bersama didampingi oleh Kuasa Hukum nya Odie Hudiyanto (OHP) Senin, (24/1/2022) mengatakan  Neira J Kalangi Binti Trinid Kalangi (26 tahun) sejak 16 Januari 2022 mendekam di ruang tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Neira ditangkap oleh 4(empat) orang polisi di Bali berdasarkan surat perintah penahanan Nomor:SP.Han/02/1/RES.2.5/2022/Ditreskrimsus Poda Metro Jaya tertanggal Januari 2022  berdasarkan laporan dari Suaminya Marlaut Farhan Hutapea Bin Angkasa Hutapea, Nomor Laporan Polisi LP/B/5698/XI/2021/SPKT/POLDAMETROJAYA tanggal 14 November 2021.

Neira J Kalangi dijerat dengan pasal dugaan melakukan perbuatan illegal akses dan atau pencurian data yang dapat dijerat dengan Pasal 30 jo Pasal 46 dan atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tenitang [nformasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”).

Laporan Suami Dikebut Secepat Kilat Sementara Laporan Istri Korban KDRT Jalan di Tempat ungkapnya.

Kuasa Hukum Neira menambahkan bahwa Penangkapan dan penahanan Neira J Kalangi oleh penyidik Ditreskrimsus. Polda Metro Jaya tentu saja melukai rasa keadilan. Neira J Kalangi dipaksa berpisah dengan seorang balita yang masih membutuhkan dekapan hangat dari Ibunya. Neira J Kalangi sampai saat ini masih tidak mengerti tentang tuduhan kejahatan UU ITE yang disangkakan kepadanya.

Pihak Kepolisan justru membiarkan tindakan kekerasan dari Suaminya dengan tidak memproses laporan polisi yang dibuat oleh Neira J Kalangi di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/5981/X1/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 29 November 2021 yang sudah dilengkapi oleh visum dan tes psikologis, Padahal jelas-jelas Neira J Kalangi adalah korban kekerasan fisik dalam rumah tangga. Sudah 54 hari laporan polisi Neira J Kalangi jalan di

tempat. Sementara Suaminya yang diduga sebagai pelaku tindakan smackdown tersebut masih dibiarkan bebas tanpa tersentuh hukum.

Sedih mendengar cerita Neira J Kalangi ketika membesuk di tahanan Narkoba Polda Metro Jaya pada minggu, 23 Januari 2022. Sampai hari ini Neira tidak memiliki baju salinan. Sejak penangkapan, Neira tidak diberikan kesempatan untuk membawa baju pengganti. Baju yang dikenakannya merupakan pembagian dari sesama tahanan.

Neira J Kalangi adalah korban KDRT selama 4(empat) tahun oleh suaminya. Sudah tidak terbilang tindakan kekerasan yang diterima olehnya. Bahkan itu terjadi ketika Neira J Kalangi dalam keadaan hamil. Neira J Kalangi awainya tidak berani melaporkan perbuatan suaminya tersebut ke Pihak Kepolisian karena Suaminya, Marlaut Farhan Hutapea adalah pelatih dan Ketua Bidang Teknis di Kickboxing Indonesia DK! Jaya. Marlaut adalah pelatih sekaligus pemilik sasara H Brothers MMA yang anak latihnya bertarung di acara One Pride MMA di TV One.

Kuasa Hukum Neira melanjutkan Keberanian Neira J Kalangi untuk lepas dari tindakan kekerasan dengan menggugat cerai suami di Pengadilan Agama dan membuat laporan polisi atas dugaan kejahatan KDRT dibalas oleh suaminya dengan melaporakan Neira J Kalangi ke Polda Metro Jaya atas dugaan kejahatan Pasal 30 jo Pasal 46 dan atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Undang-Undang ITE Nomor 19 Tahun 2016.

Tidak Ada Perbuatan Iil–al Atau Pencurian Data. Justru Neira J Kalan-i In-in Di°ebak oleh Pelapor dengan Narkoba dan Digebrek Polisi.

Jerat terhadap Neira J Kalangi dengan tuduhan melakukan perbuatan illegal akses dan atau pencurian data adalah pasal yang dipaksakan oleh penyidik. Untuk diketahui jika Neira J Kalangi bukanlah hacker atau pencuri data yang mendapatkan keuntungan atau manfaat dari perbuatan tersebut dan dilakukan secara illegal.

Peristiwa ini berawal ketika Marlaut Farhan Hutapea sebagai pelapor pernah membuka Facebook (FB) di HP milik Neira J Kalangi. Sehingga secara otomatis FB-nya Pelapor ada di HP Neira. Sampai pada suatu hari Pelapor lupa password instagramnya. Disini sudah jelas fakta hukumnya jika tidak ada perbuatan illegal akses.

Ketika Pelapor lupa password untuk membuka instagram-nya maka Pelapor meminta tolong pada Istrinya (Neira J Kalangi) bagaimana supaya masuk ke instagram-nya. Neira J Kalangi memberitahukan kepada Pelapor jika bisa masuk melalui Facebook.

Karena Instagram suaminya atau Pelapor masuk melalui FB yang ada di HP Neira maka otomatis jadi nge-link atas isi yang ada di instagram suami(Pelapor) ke FB suami(Pelapor). Sehingga Neira J Kalangi dapat mengetahui perkembangan FB suami(Pelapor). Hal itu juga berlaku untuk segala messanger yang masuk di HP Neira J Kalangi.

Hal ini termasuk pesan dari suami(Pelapor) dengan anak buah suaminya untuk menjebak Neira J Kalangi dengan Narkoba yang akan digeledah atau digebrek oleh Polisi. Karena ada ancaman tersebut maka Neira J Kalangi kemudian mengganti password. SAMPAI DISINI JELAS JIKA ADA PERBUATAN JAHAT YANG AKAN DILAKUKAN OLEH PELAPOR. TINDAKAN NEIRA J KALANGI MENGGANTI PASSWORD ADALAH CARA MELINDUNGI DIRINYA DARI ANCAMAN.

Penangkapan dan Penahanan Neira J Kalangi sanpai saat ini hanya pernah diperiksa oleh pihak penyidik sebanyak 1 (satu) kali di Bali. Penyidik menyampaikan jika Neira Kooperatif maka Neira boleh kembali ke tempat penginapannya di Bali. Ternyata Neira langsung ditangkap walaupun sudah bersikap kooeperatif dengan menjawab semua pertanyaan penyidik. Selanjutnya Neira di bawa ke Jakarta tanpa sempat membawa pakaian apapun dan hanya menggunakan sendal jepit. Neira langsung di tahan Yang dituduhkan kepada Neira di Surat yang untuk pemeriksaan (tahap lidik) adalah merubah password sosial media facebook milik suaminya. Dan Neira sudah menjelaskan kepada penyidik alasan kenapa dia mengganti Pasword tersebut, karena dia merasa terancam apabila suaminya masih melakukan koordinasi dengan anak buahnya untuk menjebak neira dengan narkoba.

Pada saat itu juga, penyidik bertanya kepada Neira : “Apa kamu punya bukti kalau mereka mau menjebak kamu? Neira menjawab, saya punya bukti chat mereka. Akhirnya Neira menunjukan Screen Shot percakapan suami dengan anak buahnya tersebut. Setelah itu di surat penahanan munculah tindak pidana baru yang dituduhkan ke Neira yaitu pencurian data, selain dugaan perbuatan ilegal acces tersebut.

Gugatan Cerai di Pengadilan A-ama Jakas Timur Diajukan Tanpa Tanda Tangan dari Neira J Kalangi Selaku Penggugat.

Ada skandal hukum yang lain terkait dengan permasalahan hukum antara Neira J Kalangi dengan Marlaut Farhan Hutapea.

Pada September 2021, Neira J Kalangi mengajukan gugatan cerai tanpa kuasa hukum atau pengacara di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Namun gugatan cerai tersebut kemudian dicabut karena Neira salah memilih Pengadilan Agama yang memeriksa perkara tersebut. Majelis Hakim memberi petunjuk agar Neira mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Jakarta Timur yang merupakan domisili sesuai KTP Neira J Katangi.

Mengetahui gugatan cerai harus diulang maka Ibu Mertua Neira Kalangi atau Ibu dari Marlaut Farhan Hutapea menunjuk Pengacara untuk membantu Neira mengajukan gugatan yang baru di Pengadilan Agama Jakarta Timur. Sehingga pada tanggal 3 Oktober 2021, Neira J Kalangi menyerahkan dokumen-dokumen surat untuk gugatan cerai kepada Kantor Hukum “E” yang berdomisili di kawasan Jakarta Pusat.

Namun Neira J Kalangi tidak pernah menanda-tangani surat kuasa gugatan cerai kepada Kantor Hukum “E” tersebut. Bahkan Neira tidak pernah mengetahui nomor gugatan cerai dan isi gugatan perceraian tersebut. Neira J Kalangi tidak pernah sekalipun diminta hadir ke persidangan cerai tersebut.

Neira tidak pernah mengetahui persidangan cerai sudah sampai tahap apa. Perkara ini masih bergulir di Pengadilan Agama Jakarta Timur sehingga kami selaku kuasa hukum dari Neira J Kalangi pada hari ini mengirimkan surat kepada Ketua Pengadilan Agama Jakarta Timur untuk menangguhkan persidangan perkara tersebut atau mencoret dari register perkara karena adanya penyimpangan dari syarat formil dan legalitas untuk pendaftaran perkara.

Foto-Foto dari HP Neira J Kalan-” anDisita oleh Pen ‘dik Seba:ai Baran: Bukti Bisa Disebarkan oleh Pela» or ke» ada Oran: Lain. A» akah Dibolehkan Pela» or Men:ambil Data dari HP yang Disita oleh Penyidik?

Bahwa adalah sebuah fakta jika Pelapor mengirimkan foto-foto pribadi Neira J Kalangi kepada orang lain di media sosial instagram. Sementara foto-foto tersebut hanya tersimpan di HP milik Neira J Kalangi yang saat ini sudah disita sebagai barang bukti oleh penyidik Ditreskrimsus.

Terkait hal tersebut maka kami meminta penjelasan dari pihak Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya, bagaimana prosedur sebuah barang bukti berupa HP yang didalamnya ada isinya berupa foto dan dokumen dapat dikuasai oleh Pelapor tanpa ijin dari Neira J Kalangi.

Berdasarkan uraian diatas maka sikap dan tuntutan kami adalah :

1. Mengecam tindakan pihak penyidik yang langsung menangkap dan menahan Neira tanpa melakukan telaah secara mendalam tentang motif dugaan Neira J Kalangi melakukan perbuatan illegal akses dan atau pencurian data;

2. Meminta kepada Kapolda Metro Jaya atau pihak penyidik untuk mengabulkan permohonan penangguhan tahanan yang diajukan oleh Neira J Kalangi dengan alasan kemanusian yaitu Tersangka merupakan Ibu dari seorang anak balita yang yang masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari Ibunya dan Tersangka selama ini kooperatif dalam pemanggilan dan dan tidak pernah mempersulit pemeriksaan;

3, Meminta kepada Kapolda Metro Jaya untuk menghentikan laporan polisi Nomor LP/B/5698/X1/2021/SPKT/POLDAMETROJAYA tanggal 14 November 2021 yang dibuat oleh Pelapor Marlaut Farhan Hutapea karena Neira J Kalangi tidak melakukan perbuatan illegal akses dan atau pencurian data.Menuntut Kepada Kapolda Metro Jaya untuk memberikan teguran keras kepada penyidik yang tidak memproses laporan polisi nomor LP/B/5981/X1/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 29 November 2021 mengenai dugaan KDRT yang dilakukan oleh Marlaut Farhan Hutapea sehingga melukai rasa keadilan;

Meminta kepada Kapolri, Jaksa Agung dan Menteri Komunikasi dan Informasi untuk membuat petunjuk pelaksanaan Pasal 30 jo Pasal 46 dan atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Undang-Undang ITE Nomor 19 Tahun 2016 yang dipakai untuk pelaku Kejahatan KDRT untuk membungkan korban KDRT.

Meminta kepada Kabid Propam Polda Metro Jaya untuk menelusuri tersebarnya foto-foto pribadi Neira J Kalangi kepada orang lain yang disebarkan oleh Marlaut Farhan Hutapea. Padahal foto-foto tersebut, hanya tersimpan di HP milik Neira J Kalangi yang sudah disita oleh penyidik sebagai barang bukti Pungkas Kuasa Hukum Neira.

ODIE HUDIYANTO & PARTNERS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000301

article 0000302

article 0000303

article 0000304

article 0000305

article 0000306

article 0000307

article 0000308

article 0000309

article 0000310

article 0000311

article 0000312

article 0000313

article 0000314

article 0000315

article 0000316

article 0000317

article 0000318

article 0000319

article 0000320

article 0000321

article 0000322

article 0000323

article 0000324

article 0000325

article 0000326

article 0000327

article 0000328

article 0000329

article 0000330

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2990311

article 2990312

article 2990313

article 2990314

article 2990315

article 2990316

article 2990317

article 2990318

article 2990319

article 2990320

article 2990321

article 2990322

article 2990323

article 2990324

article 2990325

article 2990326

article 2990327

article 2990328

article 2990329

article 2990330

article 2990331

article 2990332

article 2990333

article 2990334

article 2990335

article 2990336

article 2990337

article 2990338

article 2990339

article 2990340

article 2990341

article 2990342

article 2990343

article 2990344

article 2990345

article 2990346

article 2990347

article 2990348

article 2990349

article 2990350

article 2990351

article 2990352

article 2990353

article 2990354

article 2990355

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

article 5500196

article 5500197

article 5500198

article 5500199

article 5500200

article 5500201

article 5500202

article 5500203

article 5500204

article 5500205

article 5500206

article 5500207

article 5500208

article 5500209

article 5500210

article 5500211

article 5500212

article 5500213

article 5500214

article 5500215

article 5500216

article 5500217

article 5500218

article 5500219

article 5500220

article 5500221

article 5500222

article 5500223

article 5500224

article 5500225

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 9998000441

article 9998000442

article 9998000443

article 9998000444

article 9998000445

article 9998000446

article 9998000447

article 9998000448

article 9998000449

article 9998000450

article 9998000451

article 9998000452

article 9998000453

article 9998000454

article 9998000455

article 9998000456

article 9998000457

article 9998000458

article 9998000459

article 9998000460

article 9998000461

article 9998000462

article 9998000463

article 9998000464

article 9998000465

article 9998000466

article 9998000467

article 9998000468

article 9998000469

article 9998000470

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

news-1701