INDONET7.COM JAKARTA-Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 menanggapi temuan dari lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu (9/1/2022) kemarin. Dalam hasil survei tersebut, Presiden Jokowi
masih menjadi Top of Mind atau pilihan teratas masyarakat untuk Calon Presiden RI 2024 yang disusul oleh Prabowo Subianto diurutan kedua.
Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Jenderal Jokpro 2024 Timothy Ivan Triyono mengatakan bahwa Jokowi dan Prabowo adalah dua tokoh yang memiliki legitimasi sosial yang sangat kuat sehingga apabila keduanya dipasangkan di 2024 dipastikan dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Dari survei Indikator Politik, Pak Jokowi itu paling tinggi dukungannya yaitu sebesar 20,8 persen disusul oleh Pak Prabowo diurutan kedua sebesar 13,1 persen. Artinya apa, ya kedua tokoh ini memiliki legitimasi sosial yang sangat kuat. Untuk membawa Indonesia yang sedang terpuruk karena pandemi Covid-19 ini bangkit kembali ke arah yang lebih baik, maka sosok pemimpin di 2024 nanti harus memiliki legitimasi
sosial yang sangat kuat. Dan legitimasi sosial yang sangat kuat itu ada dalam diri Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. Itu mengapa kami mendorong Jokowi berpasangan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang,” ujar Timothy.
L0ebih lanjut, Timothy juga menyoroti fakta bahwa terdapat 38,5 persen masyarakat Indonesia yang setuju
Presiden Jokowi kembali maju berkontestasi dalam Pilpres 2024 mendatang.
“Ini merupakan hal yang positif bagi perjuangan Jokpro 2024 dimana dalam 2 bulan terakhir ini, dukungan terhadap Pak Jokowi agar menjadi Presiden 3 Periode semakin meningkat. Artinya sekarang sudah 38,5 persen ya masyarakat setuju Pak Jokowi lanjut 3 periode,” tambah Timothy.
Selain itu, Timothy berpendapat bahwa Jokowi 3 periode merupakan titik temu bagi semua pihak.
“Jokowi 3 periode merupakan titik temu bagi semua pihak. Titik temu buat siapa, yang paling utama bagi PDIP dalam menentukan Capres 2024, lalu titik temu bagi keberlanjutan pembangunan di Indonesia. Pak Jokowi 3 periode itu juga titik temu bagi banyaknya tokoh yang ingin maju pada Pilpres 2024 mendatang
dengan kinerja yang belum teruji. Sehingga, istilahnya daripada beli kucing dalam karung yang belum jelas,
lebih baik dilanjutkan saja Pak Jokowi di periode yang ketiga,” lanjut Timothy.
Pria yang akrab disapa Ivan ini juga mengkhawatirkan terjadinya konflik antara kelompok radikal dan kelompok pragmatis yang dapat menyebabkan masyarakat semakin terpolar secara ekstrem. Oleh sebab itu, dirinya akan terus mendorong MPR untuk segera melaksanakan amandemen UUD RI 1945 mengenai masa jabatan presiden yang semula 2 periode menjadi 3 periode.
“Belum lagi ya, potensi terjadinya polarisasi ekstrem lalu konflik antara kelompok radikal dan kelompok
pragmatis. Seperti yang saya bilang tadi, Jokowi 3 periode merupakan titik temunya. Oleh karenanya, saya
terus mendorong MPR untuk segera melaksanakan amandemen UUD RI 1945 mengenai masa jabatan presiden,” pungkas Timothy.
Jokpro 2024 mengklaim bahwa relawan mereka sudah tersebar di 26 provinsi dan ratusan kabupaten/kota. Terbaru, Jokpro 2024 Regional Sulawesi Selatan melaksanakan deklarasi pada Minggu
(9/1/2022).
Jokpro 2024 adalah organisasi yang menghimpun para pendukung pasangan Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2024 sekaligus mengkampanyekan dan menyebarluaskan gagasan Jokowi-Prabowo 2024 pada seluruh masyarakat Indonesia, media massa, media social, dan para tokoh bangsa agar MPR melakukan amandemen UUD RI 1945 masa jabatan menjadi 3 periode. Komunitas Jokpro 2024 dipimpin oleh Ketua Baron Danardono Wibowo dan Sekretaris Jenderal Timothy Ivan Triyono. Komunitas Jokpro 2024 akan
didirikan di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota.