Indonet7.com JAKARTA – -Gepenta menggelar Webinar, yang dihadiri oleh anggota- anggota Gepenta di seluruh Indonesia, Dalam rangka menyambut perayaan Natal yang tinggal beberapa hari lagi,Gepenta mendapat sambutan yang hangat dari berbagai fihak, termasuk DPN Gepenta.
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Anti Narkoba dan Tawuran (Gepenta) mengadakan kegiatan pertemuan virtual dengan enam pemuka agama antara lain Ustadz Khairy Fuady (Komisi Dakwah MUI), Pendeta DR. Ezra Simorangkir, M.Pd, MA, (Ketua 1 Perkumpulan Masyarakat Teolog Indonesia, Dosen STT Sunsugos), Romo Patrick Slamet Widodo (Keuskupan Agung, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Katholik), Romo Wismanto, S. Ag, M.Pd.H (Parisada Hindu Dharma Indonesia Sekretaris Bidang Keagamaan dan Spiritualitas), Maha Bhiksu Dutavira (Koordinator Sangha Walubi) dan Js. Inggi Kartika Dewi (MATAKIN Konghucu) yang bertempat di Markas DPN Gepenta Jakarta Selatan, hari Selasa malam, tanggal 14 Desember 2021, pukul 19.00 Wib hingga selesai. Kegiatan Doa Bersama Untuk Negeri secara virtual tersebut dimulai pada pukul 19.00 Wib, dibuka oleh Kasetum DPN Gepenta Yoan Hutagalung, SE selaku MC dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan menayangkan lagu Hidup Damai yang diciptakan Ketua Umum DPN Gepenta.
Sedangkan yang menjadi moderator pada pertemuan virtual dalam bentuk diskusi webinar yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Nasional Gepenta bertemakan ‘Doa Bersama Untuk Negeri’ yakni Brigjen Polisi (Pur) Dr. Parasian Simanungkalit, SH, MH, sebagai Ketua Umum DPN Gepenta.
Kegiatan pertemuan virtual tersebut juga dihadiri oleh Sekjen DPN Gepenta Kombes Pol (P) Drs.Kisman Tarigan, MM, Lukas, SH, S.Sos, MM, CHRM, MED, CLI (Ketua Humas DPN Gepenta), Dr. Steven Simanungkalit, M.KM (Ketua DPP DKI Jakarta), Agung Intan Ary Dwi Maya Sukma, SH, MH (Ketua DPP Bali), Riyadi, SH (Ketua DPK Ketapang Kalimantan Barat), Iman Kartiman (Ketua DPK Purwakarta), dan perwakilan DPK Gepenta lainnya.

Dalam webinar Gepenta turut hadir Menteri Agama Republik Indonesia, yang diwakili oleh Staf Ahli Kemenag, Adiyanto, SH. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan “Marilah secara bersama-sama kita masing-masing membenahi diri di dalam momen Natal dan Tahun Baru 2021 ini. Begitupun kita dapat mempererat Bangsa dan Negara dengan 3 hal: Kerukunan antar umat beragama, Kerukunan Antara Umat Beragama, dan Kerukunan antar Umat Beragama dengan Pemerintah”.
Ketua Umum DPN GEPENTA Brigjen Pol (P) DR. Parasian Simanungkalit, SH, MH, dalam sambutannya mengatakan “Webinar yang dilaksanakan pada malam hari ini, merupakan webinar spesial, dimana seluruh anggota Gepenta dari seluruh Indonesia hadir untuk menyampaikan berita suka cita kepada Warga Kristen, dalam menyambut Perayaan Natal 25 Desember 2021.
Setelah acara webinar selesai Ketua Umum Gepenta DR. Parasian Simanungkalit, SH, MH,diwawancarai para awak media,Beliau menjelaskan Gepenta itu punya program mempersatukan merajut tali persatuan dan kesatuan umat beragama supaya intoleransi dan disintegrasi umat beragama jangan sampai terjadi kalaupun terjadi itu beberapa orang tapi nanti dengan adanya doa bersama ini kita inginkan supaya menjadi kembali jangan ada perbedaan seperti apa yang disampaikan oleh Bapak menkopolhukam jangan melawan takdir itu sebetulnya masalah agama yang saya Tayangkan pidatonya Bung Karno mengenai ketuhanan Yang Maha Esa. Mengapa Ketuhanan Yang Maha Esa ikarena itu dibuat menjadi Pancasila. Di dalam Pancasila karena memang sudah dipelajari bahwa di Indonesia ini banyak perbedaan perbedaan agama dan sekarang ini yang menjadi permasalahan yang timbul bahwa perbedaan agama itu dibuatkan menjadi pertandingan agama sebetulnya bukan pertandingan agama, kalau pertandingan agama kan siapa yang lari duluan kan begitu, tapi sebetulnya dibuatkan keakraban daripada beragam.
DR. Parasian Simanungkalit, SH, MH menambahkan saya bersama DPR dewan pimpinan nasional melihat Bawa kalau mualaf dia dari Kristen masuk Islam Ia tidak usah menjelek-jelekkan Kristen lah. diimani saja agamanya yang baru Islam kalau murtadin dia keluar dari Islam masuk Kristen jangan menjelekkan Islam ataupun mendiskreditkan Islam agama Kristen saja yang ditingkatkan iman taqwa nya, kalau membandingkan itu boleh-boleh saja tapi di dalam hatinya saja tidak perlu dikeluarkan. Karena kalau dikeluarkan itu menjadi sakit hati orang lain . kalau saya iman saya sekarang Islam sudah keluar dari Kristen iman saya bersama Allah subhanahu wa ta’ala nabi saat saya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kuatkan iman dan taqwa Seperti apa langkah-langkahnya baik rahmatan lil alamin kan begitu Kalau jadi murtadin cukup kepada Yesus Kristus yang diutamakan
Saya selaku Ketua umum berharap kepada warga GEPENTA agar menjadi pembawa terang dan damai bagi Bangsa dan Negeri ini”pungkas Bang Parasian Simanungkalit.
(May)