Indonet7.com-Jakarta,7 Oktober 2020-Para saksi hadir di pengadilan jakarta timur,Sidang kesaksian atas nama Saibi dimana putra pak Salim yang masih tinggal di lubang buaya,pak Narto di dakwa merebut tanah orang pada hal pengakuan beliau beli tanah tersebut.Pak Narto beli tanah kepada Tajudin dan Tajudin beli tanah sama Pak Salim.
Yang paling menarik yang Saibi ingat pada waktu itu Caplin minta surat giri ke pak Salim tapi pak Salim tidak akan memberinya sampai caplin mencuri surat pak Salim dan mengancam mau membunuh dan caplin sampai jatuh pada saat itu saksi umur 9 tahun dan bersama kakaknya bernama arman, pada saat itu dan kakaknya sudah meninggal.Dan surat tersebut di simpan pak Salim di rumah dalam bambu,kalau pak Salim pernah berperkara pada saat itu tanah yang di pakai kelurahan pada saat itu lurahnya bernama darwis.
Pak Salim punya masalah dengan lurah Darwis kalau tanahnya laku terjual lurah Darwis minta bagian sebanyak 500 meter dan pak Salim tidak menyanggupi lurah Darwis.
Caplin adalah mafia tanah
tukang jual tanah termasuk tanah pak Salim dikejar-kejar,pernah tidak mengeluh pak Salim kepada pak Saibi?
Lurah Darwis tidak mau urusin tanah pak Salim lagi karena permintaan nya tidak penuhi oleh pak Salim.Pak Sawi anaknya pak Salim dan Saibi anaknya pak Salim,pak Sawi sebelum di jual di bagikan kepada anaknya dan
Saibi anak ke empat dari pak Salim.
Tanah pak Salim pada saat itu ada sawah,tanah,laut dan tanah kantor kelurahan itu sengketa pak Salim,terkait pak Sawi tahun 1960 masih liat kakeknya.Tanahnya di garap sama anaknya di sawah berarti pak Sawi itu sebelah kiri atau kanan posisinya kantor kelurahan itu dulu kebun sayur-sayuran dan sekarang tanah tersebut di atas kantor kelurahan,kantor pemadam dan warga.
Apakah warga pernah membeli dari pak salim atau ahli waris belum pernah membeli dengan pemilik tanah tersebut.Tanah kelurahan itu tanah pak sawi dan pemerintah tidak pernah memberikan kompensasi kepada pak sawi.Terkait Caplin pernah mencoba merampok giri pak Salim sekitar jam 8.00 wib pada saat itu malam,Caplin ada empat orang dan pak Salim sempat di ikat dalam rumahnya sendiri,caplin mengacam akan membunuh pak Salim pada saat itu,ada yang bawa golok bernama mem,Usman tidak kenal terkait tanah yang di duduki 20 warga.
Ketika Salim melihat tanah menyerobot tanahnya itu sebelumnya tanah itu di ambil ada yang ancam untuk di bunuh.
Akhirnya tanah tersebut di duduki kantor kelurahan,pemadam dan 20 warga itu sebelumnya di ancam untuk di habisi.Terkait H.Soleh itu temannya caplin mafia tanah juga,Soleh itu orang termasuk kelompok caplin adalah mafia tanah.
Sainuddin mantan RT 13 sebelum pak Daryono menjadi saksi yang ketiga dan masih tinggal RT 13 pada waktu di datangi orang tidak takut kena cangkul,usia 47 tahun tinggal di RT 13 tahun 2005 pada saat itu tanah sudah di beli pada tahun 2005 di beli sama pak Maman putranya pak Salim.
Jalan SPG VII atau jalan pendidikan yang benar jalan SPG VII apa pendapat bapak tentang dua nama jalan yang kontravensi,yang jelas saya tidak pernah melihat atau mendengar informasi kalau jalan SPG VII itu jalan pendidikan.
Tanah pak Narto di jadikan obyek tanah sengketan tanah photo copy itu tanah makam yang belum di isi manusia,pak Sabeni kasi tanah ke pak Narto dan tidak masuk dalam peta tanah tersebut.Pernah dengar Caplin saksi pernah mendengar kalau Caplin itu bukan ahli waris pak Salim,pada saat itu pak jaksa memutuskan pengadilan tinggi,saya akan menceritakan kronologis nya benar ada tanah yang di perkara kan tidak ada kaitannya sama sekali dengan letaknya dengan tanah pak Narto.
Tanah di kantor lurah termasuk sawah-sawah,bapak kenal pak Herman saya pernah di datangi mengaku tanahnya dan saya bertanya siapa yang punya dia menitip kan nama dan alamat nya dan pernah dua kali saya di datangi menanyakan siapa yang punya langsun buru-buru pergi pada saat itu saya tidak kenal mereka.
Tahun 2008 pada saat Satpol-PP mendatangi saya mengatakan Hermansyah pengacara tanah tersebut,tanya kembali buat apa data itu, Satpol-PP di suru siapa katanya Hermansyah kalau di kantor lurah siapa yang perintah untuk menanyakan tanah tersebut.
Supaya yakin sebagai mantan dinas menayakan dokumen giri pada saat itu lurah namanya pak ragi untuk menunjukkan giri asli dan menyampaikan tolong di simpan baik-baik.Pada saat itu menunjukkan surat giri apakah pernah ada warga mau buat serfikat dan warga pada saat itu tidak di layani pada saat itu lurahnya pak Maman.Pada saat itu Pak Maman tidak menunjukkan ilegalitas dan takut anak istrinya tidak makan.
Warga tidak ada yang berhasil mengurus sertifikat pada saat itu, kaitannya dengan pak Narto bagaimana apa pernah bikin peta dan membuat AJB di saksikan oleh para ahli waris.Sebagai pengurus warga tidak pernah melihat pak Herman dan itu harus di luruskan untuk kepastian hukum dan lurah selalu menolak takut anak istrinya tidak makan.
Mantan ketua RT waktu Satpol-PP datang menunjjukan surat hanya bilang lisan Satpol-PP atau preman di jawab Satpol-PP di suru oleh Hermansyah dan saya hanya mengatakan tidak akan memberikan keterangan dan ada perwakilan dari kelurahan pak ragi dari tata kota.pada saat mediasi dengan warga dengan menunjukkan surat giri dia memberikan pesan simpan giri asli tersebut.
Herman menguasakan Satpol-PP untuk mengambil alih untuk memberi tahukan sainuddin pada waktu itu melihat langsun surat
Giri 286 yang di sengketa kan tanah tersebut.Tahun 2018 terkait dua kali di datangi preman tahun 2016 dan 2020 tahun ini pada masuk Sidang.Ada segerombolan yang datang duluan Satpol-PP yang datang dan petugas kelurahan dan mengatakan ini bom waktu.Dan segerombolan datang mendobrak pintu dan mengambil HP warga pada saat itu dia datang dapat tugas dari Herman warga kehilangan dompetnya dan terakhir kita di datangi lagi sekelompok preman pada masuk sidang di pengadilan negeri Jakarta timur.
Saat Penerangan pertama ada kehilangan HP dan dompet tidak di lanjutkan ke pihak berwajib sampai sekarang.Pada saat pak Yudi apa yang di lakukan pada saat sekelompok preman datang untuk memasang plan pada waktu itu dan di situ ada petugas kami tidak mau ada keributan di pojokkan oleh segerombolan preman ini dan mendobrak pintu untuk memasang plan tersebut.