Melonguane (30/4/2020) – Kreatif dan inovatif merupakan kunci untuk mengatasi berbagai keterbatasan adalah hal yang sering didengungkan oleh Danlanal Melonguane kepada seluruh personel di jajarannya. Hal tersebut sering ditekankan oleh Perwira Marinir ini guna meningkatkan kreatifitas dan inovasi prajuritnya yang berdinas di wilayah perbatasan paling utara NKRI yang tidak dapat dipungkiri akan dihadapkan dengan berbagai keterbatasan jika dibandingkan berdinas di wilayah lainnya.
Salah satu kreativitas dan inovasi yang dibuat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu dengan membuat alat berupa gapura penyemprot kabut cairan desinfektan guna sterilisasi penumpang dan barang yang turun dari kapal yang sandar di pelabuhan Melonguane dan Pelabuhan Lirung. Selain APD masker kain, alat tersebutlah yang diserahkan kepada Camat dan Kapuskesmas Lirung pada saat yang bersangkutan melaksanakan tugas pengawasan dan monitoring Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kecamatan Lirung. Saat melaksanakan tugas pengawasan dan monitoring tersebut yang bersangkutan didampingi oleh anggota Tim Monitoring Salibabu antara lain Kadis Perhubungan Kab. Kep. Talaud Ir. Max Patone, M.E., Kapten Laut (P) Idul Fahirun, S.H., Staf BPBD Kab. Kep. Talaud dan beberapa personel Lanal Melonguane serta disambut oleh Camat Lirung, Kepala Puskesmas Lirung, Danramil/Babinsa dan beberapa pejabat lainnya.
Danlanal Melonguane menyatakan bahwa alat hasil dari inovasi dan kreativitas tersebut sesungguhnya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang ada dan dikaitkan dengan efektivitas dan efisiensi saat penyemprotan penumpang dan barang yang turun dari kapal dalam jumlah yang cukup banyak serta kegiatan tersebut harus dilakukan secara rutin setiap kapal datang dan belabuh. Pertimbangan lainnya adalah bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung untuk waktu cukup lama selama penyebaran Covid-19 masih mewabah di Indonesia dan berpotensi masuk ke Kabupaten Kepulauan Talaud.
Perwira yang pernah berdinas di Batalyon Intai Amfibi Marinir in menyampaikan bahwa alat yang sama/sejenis sebelumnya pernah dibuat dan sampai saat ini digunakan di dermaga Pelabuhan Melonguane adalah perpaduan berbagai peralatan yang ada dan terbatas, yaitu menggunakan gawang futsal yang dimodifikasi dengan diberi selang dan nozzle spray serta menggunakan pompa air yang kemudian selintas nampak seperti gerbang penghasil kabut cairan desinfektan. Sambil tersenyum ia menyampaikan apabila anda melihat alat yang sering digunakan di Pelabuhan Melonguane tersebut adalah gawang futsal. Namun untuk alat yang diserahkan untuk digunakan di Pelabuhan Lirung sudah tidak menggunakan gawang futsal melainkan dari pipa paralon yang lebih mudah untuk dibongkar pasang. Dengan dibantu alat ini, ia berharap kegiatan desinfektasi dapat dilakukan secara optimal dengan personel yang tidak terlalu banyak serta menjamin phisical distancing antara petugas dengan penumpang maupun barang. Saat penyerahan, Danlanal Melonguane secara langsung memberikan peragaan cara menginstal dan menggunakan alat tersebut hingga siap pakai.
Saat menyerahkan gapura penyemprot kabut cairan desinfektan maupun APD masker kepada Camat Lirung, ia mengharapkan bantuan yang diberikan tersebut dapat bermanfaat bagi petugas maupun relawan di Pelabuhan Lirung selama masa penyebaran Covid-19 belum berakhir. Selain itu pria yang menggemari olahraga perairan ini menyampaikan alasannya mengapa memberikan bantuan peralatan tersebut kepada Camat dan Kapuskesmas Lirung yaitu karena Pelabuhan Lirung adalah gerbang pertama masuknya penumpang dan barang di Pulau Salibabu yang diangkut melalui transportasi laut dari berbagai daerah, sehingga pintu atau gerbang masuk utama inilah yang harus lebih diprioritaskan tanpa mengesampingkan kecamatan lainnya yang ada di Pulau Salibabu.