Euforia UMKM Go Global : Fokus Swasembada Pangan Cetak Satu Juta Petani Baru

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin saat menerima Direktur GORC Frans Meroga Panggabean, MBA yang juga penulis “The Ma’ruf Amin Way”

Mencermati derasnya dukungan berbagai pihak terhadap UMKM agar fokus membidik pasar ekspor tentunya membawa aura positif bagi masa depan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Tetap mendukung, tetapi Pakar Koperasi Milenial dan Ekonomi Kerakyatan dan Frans Meroga Panggabean mengingatkan bahwa euforia UMKM go global tersebut jangan sampai membuat lupa akan pentingnya menekan impor dan menguasai pasar domestik.

Hal ini sebenarnya sejalan dengan seruan Presiden Jokowi baru-baru ini yang meminta agar pelaku pasar UMKM tak hanya berfokus pada pasar ekspor namun juga meningkatkan pasar domestik. Hal tersebut bertujuan agar konsumen Indonesia tidak bergantung pada produk impor. Menurutnya, untuk merebut pasar domestik dari serbuan produk impor, para pelaku usaha UMKM harus kompetisi dari harga, design, hingga kemasan menarik.

Memperjelas pendapatnya, Frans Meroga menyoroti signifikannya nilai impor barang non-migas dari total impor seluruhnya, sesuai rilis BPS baru-baru ini. Bila dibedah lebih dalam, didapati pula fakta bahwa akumulasi jumlah impor barang konsumsi mencapai US$ 14,76 miliar atau sebesar 9,45% dari total seluruh impor. Sebagian besar barang konsumsi tersebut adalah produk pertanian.

“Kita lihat neraca perdagangan terbaru per November 2019, akumulasi impor barang golongan serealia saja US$ 3 miliar, lalu jenis gula mencapai US$ 1,5 miliar. Semua produk itu kan hasil pertanian, sampai kapan kita terus impor produk pertanian seperti beras, jagung, gandum, gula dan barang serealia lainnya,” terang Frans di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Lulusan MBA dari Universite de Grenoble, Perancis ini yakin, apabila hanya sebatas kategori barang konsumsi, hasil produksi UMKM di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan sebenarnya mampu bersaing mutunya dengan barang impor jenis yang sama. Masalah terbesar adalah harga yang seringkali kalah murah dari produk impor mengingat panjangnya supply chain yang dilalui oleh produk pertanian dalam negeri.

“Kita telisik lebih dalam, Indonesia ternyata juga impor buah-buahan sampai senilai US$ 1,25 miliar, belum lagi jenis sisa industri makanan mencapai US$ 2,4 miliar. Jangan kekonyolan ini terus berlanjut, sedikitnya total sampai US$ 18 miliar atau setara Rp. 250 triliun adalah nilai impor jenis barang yang sejatinya dapat kita produksi sendiri dengan mengandalkan UMKM,” tegas Frans menguraikan data Neraca Ekspor Impor yang dirilis BPS minggu lalu.

*UMKM Fokus Tekan Impor, Minimal 1 Juta Petani Baru Tercipta*

Frans menjelaskan, menekan impor sampai Rp. 250 triliun sungguh sebuah tantangan besar, tapi sejatinya swasembada pangan berarti juga menekan pengangguran dengan lahirnya petani baru. Bila Indonesia mampu swasembada beras, lahirlah 250.000 petani sawah baru, yang berkegiatan ekonomi senilai impor beras selama ini, lebih dari Rp.15 triliun. Juga impor buah yang sampai Rp.18 triliun tersebut, sebanding dengan terciptanya 300.000 orang petani buah baru.

Direktur Generasi Optimis Research & Consulting (GORC) inipun melanjutkan, akan ada sampai 350.000 petani gula baru jika melihat sepanjang 2018 Indonesia impor 2,2 juta ton gula mentah. Swasembada bawang putih pun akan melahirkan 125.000 orang petani bawang baru lahir, impor bawang putih mencapai 582.000 ton selama 2018. Total minimal 1 juta petani baru akan lahir jika UMKM fokuskan swasembada pangan.

“Hasil riset GORC dalam menghitung jumlah petani baru memakai patokan penghasilan 5 juta sebulan. Luar biasa kan kalau UMKM fokus wujudkan swasembada pangan, akan lahir 1 juta petani baru yang hidup layak dengan 5 juta per bulan,” jelas Frans.

“Itu kita belum bicara gandum, jagung, garam, bahkan jenis ampas makanan untuk pakan ternak yang juga hasil pertanian. Bila semua pihak sepakat Indonesia swasembada hasil pertanian, bahkan 2 juta orang petani baru akan lahir,” seru Frans lagi.

Perwujudan swasembada produk pertanian tersebut akan sejalan dengan rencana pemerintah yang mendorong agar porsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) diprioritaskan ke sektor produksi. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berkata bahwa kebijakan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus langkah pemerataan ekonomi. Teten mengatakan pembiayaan sektor produksi diperbesar hingga 60% dari total KUR pada 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun meminta semua pihak memajukan sektor pertanian dengan meningkatkan fasilitas KUR untuk sektor pertanian. Mentan berkata bahwa dana KUR untuk sektor pertanian tersebut nanti bisa dicairkan setelah dapat rekomendasi pemerintah sehingga kredit tersebut dimanfaatkan dengan bertanggung jawab. Diharapkan dengan meningkatnya penyaluran KUR untuk majukan pertanian di desa yang nantinya pembangunan tersebut bisa menekan biaya produksi serta distribusi.

_Closed Loop System_ Dalam Ekosistem Sektor Pertanian

Mendukung hal tersebut, Frans menhimbau agar koperasi diberikan peran yang besar juga dalam penyaluran KUR. Identiknya UMKM dengan koperasi tidak terbantahkan karena koperasi lebih banyak bersentuhan langsung dengan UMKM. Diyakini banyak koperasi berkualitas dan berprestasi layak diberikan kepercayaan untuk salurkan KUR.

“Kami harap Pemerintah libatkan juga secara aktif koperasi dalam penyaluran KUR karena koperasi kenal betul mana UMKM yang layak diberikan pinjaman dan mana yang belum layak. Banyak juga koperasi yang menjadi _off taker_ dari hasil produksi UMKM, berarti juga kan sudah melalui manajemen resiko yang ketat sehingga tidak perlu lagi jaminan,” ujar Wakil Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari ini.

Guna mewujudkan semua itu membutuhkan komitmen kuat dari semua _stakeholder_ agar swasembada pertanian dapat menjadi kenyataaan. Frans mendorong pemerintah agar terjadi sebuah skema yang membentuk _closed loop system_ dalam ekosistem usaha pertanian. Meminjam istilah kelistrikan, sistem kontrol loop tertutup merupakan sistem berumpan balik guna memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan.

Hasil riset GORC menyimpulkan ada 4 pihak yang terlibat dalam ide _closed loop system_ ekosistem sektor pertanian. Pertama, Koperasi menjadi penyalur KUR dengan prioritaskan anggota yang lulus program inkubasi agar lebih teruji dari aspek karakter dan kompetensi. Yang kedua, BUMDes dilibatkan sebagai penyedia market place dengan dukungan teknologi digital berbasis aplikasi. BUMDes akan memastikan hasil produksi dari para petani terserap di pasar.

“Ketiga, swasta besar dan BUMN akan ambil peran sebagai _off taker_ hasil produksi para petani, baik melalui perantara BUMDes maupun secara langsung difasilitasi koperasi penyalur KUR. Terakhir, pemerintah sebagai regulator yang rutin mengawasi berjalannya siklus _closed loop system_ agar tidak ada satu pihakpun yang dirugikan.” pungkas Frans yang juga penulis “The Ma’ruf Amin Way”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000301

article 0000302

article 0000303

article 0000304

article 0000305

article 0000306

article 0000307

article 0000308

article 0000309

article 0000310

article 0000311

article 0000312

article 0000313

article 0000314

article 0000315

article 0000316

article 0000317

article 0000318

article 0000319

article 0000320

article 0000321

article 0000322

article 0000323

article 0000324

article 0000325

article 0000326

article 0000327

article 0000328

article 0000329

article 0000330

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2990311

article 2990312

article 2990313

article 2990314

article 2990315

article 2990316

article 2990317

article 2990318

article 2990319

article 2990320

article 2990321

article 2990322

article 2990323

article 2990324

article 2990325

article 2990326

article 2990327

article 2990328

article 2990329

article 2990330

article 2990331

article 2990332

article 2990333

article 2990334

article 2990335

article 2990336

article 2990337

article 2990338

article 2990339

article 2990340

article 2990341

article 2990342

article 2990343

article 2990344

article 2990345

article 2990346

article 2990347

article 2990348

article 2990349

article 2990350

article 2990351

article 2990352

article 2990353

article 2990354

article 2990355

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

article 5500196

article 5500197

article 5500198

article 5500199

article 5500200

article 5500201

article 5500202

article 5500203

article 5500204

article 5500205

article 5500206

article 5500207

article 5500208

article 5500209

article 5500210

article 5500211

article 5500212

article 5500213

article 5500214

article 5500215

article 5500216

article 5500217

article 5500218

article 5500219

article 5500220

article 5500221

article 5500222

article 5500223

article 5500224

article 5500225

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 9998000441

article 9998000442

article 9998000443

article 9998000444

article 9998000445

article 9998000446

article 9998000447

article 9998000448

article 9998000449

article 9998000450

article 9998000451

article 9998000452

article 9998000453

article 9998000454

article 9998000455

article 9998000456

article 9998000457

article 9998000458

article 9998000459

article 9998000460

article 9998000461

article 9998000462

article 9998000463

article 9998000464

article 9998000465

article 9998000466

article 9998000467

article 9998000468

article 9998000469

article 9998000470

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

news-1701