Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Semarang, Wakil Presiden Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin memberikan dukungan atas langkah pembenahan & penertiban BUMN, beserta anak dan cucu perusahaannya. Menteri BUMN Erick Thohir mengeluarkan Surat Keputusan yang melarang sementara pembentukan anak perusahaan dan perusahaan patungan di lingkungan BUMN.
“BUMN harus tetap bergerak sesuai karakter usahanya, jangan malah melenceng kemana-mana. Jangan sampai BUMN ambil peran usaha-usaha kecil, itu tetap berikan pada pelaku UMKM,” tegas Ma’ruf Amin saat meninjau infrastruktur air bersih di PT. Tirta Gajah Mungkur Semarang, Jumat (13/12/2019).
Sepakat dengan hal itu, Direktur Generasi Optimis Research and Consulting (GORC) Frans Meroga Panggabean mengatakan bahwa inilah saatnya transformasi ekonomi yang sebenarnya dilaksanakan. Langkah Menteri BUMN dalam moratorium ini setidaknya ampuh menangkal tiga hal sekaligus, pertama menertibkan kembali agar semua BUMN fokus mengusahakan _core business_ nya.
Kedua, moratorium ini akan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi UMKM untuk berkesempatan mengambil peluang usaha yang tersedia. Ketiga, tentunya keputusan ini pun diharapkan mempersempit ruang gerak bagi oknum yang bertujuan menyalah gunakan anak perusahaan dan joint venture BUMN untuk kepentingan pihak tertentu.
“Kami angkat topi untuk Pak Erick Thohir. Bravo. Keputusan itu membawa angin segar yang akan menggairahkan semangat masyarakat pelaku UMKM. Sudah terlihat jelas arah kebijakan pemerintah, menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai arus utama transformasi ekonomi,” ujar Pakar Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi Milenial ini di Jakarta, Senin (16/12/2019).
Selanjutnya Frans menjelaskan bahwa sejatinya seluruh elemen pelaku ekonomi harus bergerak bersama dan sama diberi perlakuan setara. Sangat terasa selama ini keberpihakan kepada ekonomi kerakyatan belum sepenuh hati terimplementasi. Inilah waktunya pemerintah berpihak konkrit pada Koperasi dan UMKM dalam transformasi ekonomi yang menjadi strategi utama pemerintahan Jokowi-Ma’ruf 2019-2024.
“Dalam teori daya saing ekonomi, peran UMKM dan Koperasi kan paling cocok sebagai _supporting industries_ . Libatkan dong Koperasi dan UMKM untuk support kebutuhan turunan industri yang digeluti BUMN dan swasta besar lain,” terang Frans.
“Dengan menyerap seluruh hasil produksi Koperasi dan UMKM, berarti BUMN dan swasta besar telah menjadi _off-taker_ yang bisa dijadikan jaminan penguatan modal bagi Koperasi dan UMKM” lanjut lulusan MBA dari Grenoble Universite, Perancis ini.
Kalaupun selama ini yang menjadi keluhan adalah kapasitas produksi dan standarisasi kualitas dari Koperasi dan UMKM, Frans yang juga Wakil Ketua KSP Nasari, melihat justru ini menjadi tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan. Program-program pelatihan, pendampingan, serta penguatan modal harus terus sepenuh hati menjadi komitmen bersama agar berdampak nyata pada naik kelasnya Koperasi dan UMKM.
“Saatnya kita bergerak bersama. Seluruh program pemberdayaan ekonomi rakyat jangan hanya jadi jargon saja. Sudah selesai lah masanya pelaksanaan program-program itu hanya formalitas dan menghabiskan anggaran semata. Ujung-ujungnya supaya masuk kantong kiri kantong kanan, dibentuk lah anak perusahaan lalu cucu perusahaan, bahkan cicit perusahaan” ajak Frans yang juga penulis “The Ma’ruf Amin Way” ini.
“Hasil riset Generasi Optimis Research & Consulting membuktikan bahwa sangat signifikan pengaruhnya apabila Koperasi & UMKM dijadikan Arus Utama Transformasi Ekonomi yang selalu didengungkan Pak Jokowi. Apalagi kalau BUMDes berhasil didorong berbentuk koperasi, tidak mustahil target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun akan menjadi kenyataan.” pungkas Frans.