Kiri: Tigor Mulo Horas Sinaga – Direktur Eksekutif GORC, Tengah: Mangasi Sihombing, Dewan Pembina Generasi Optimis Indonesia
Aksi solidaritas Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dari Nahdlatul Ulama (NU) terhadap umat Kristen dengan turut menjaga keamanan di gereja-gereja saat ibadah Natal mendapat apresiasi secara luas dari masyarakat.
Ketua Bidang Pemuda Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta, Tigor Mulo Horas Sinaga, mengatakan pihaknya memuji semangat solidaritas dan toleransi GP Ansor. Semangat tersebut menjadi goresan indah warna kebinekaan anak bangsa di Nusantara.
Horas mengatakan, “Kami mengapresiasi NU, secara khusus Pimpinan Pusat dan seluruh anggota Gerakan Pemuda Ansor yang setiap tahun menerjunkan Barisan terbaiknya dalam pengamanan Natal di gereja-gereja. Hal ini adalah contoh nyata praksis toleransi antarumat beragama di Indonesia.” Jakarta Barat, Rabu (11/12/2019).
“Saya sepakat dengan Gus Yaqut Cholil Qoumas yang melihat aksi solidaritas dan toleransi Banser itu sebagai bentuk kepedulian GP Ansor untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Banser tak hanya memperhatikan umat satu agama saja, tapi semua agama. Itu sangat mulia. Semua warga negara harus diayomi dan dijaga agar tercipta rasa aman dan nyaman dalam melaksakanan ibadah.”
Horas yang juga Direktur Eksekutif Generasi Optimis Research Consulting (GORC) itu mengaku terkesan oleh Ansor dan Banser yang tidak akan tinggal diam ketika keberagaman Indonesia diganggu oleh sekelompok pihak.
“Jika ada gangguan, maka itu adalah indikasi ancaman terhadap Indonesia dan keberagaman di Indonesia. Nah, saya melihat solidaritas Ansor dan Banser ini hebat sekali, mereka sigap dan siap pasang badan untuk melindungi umat beragama lain. Itu bukti kedewasaan iman dan spiritualitas dari sahabat-sahabat Ansor,” ujar Horas.
*Sang Martir Pancasila*
Mantan Treasury Manager di Bank Mandiri yang kini aktif sebagai Sekjen Generasi Optimis Indonesia itu juga mengenang kejadian Malam Natal 24 Desember tahun 2000 silam. Saat pukul 20.30 WIB perjalanan ibadah baru separuh berjalan, tiba-tiba ada yang menyampaikan kabar bahwa di depan pintu gereja ada bungkusan hitam yang mencurigakan.
Mendengar hal itu, tangkas dan tanpa ragu khas Banser, seorang anggota Banser bernama Riyanto membuka bungkusan tersebut. Ternyata isinya kabel yang terhubung dengan rangkaian yang memercikkan api.
“Almarhum Riyanto tahu bahwa itu adalah bom. Ia punya kesempatan untuk kabur sesegera mungkin untuk menyelamatkan diri. Namun ia tidak begitu. Ia malah berteriak “tiaraaaap” sambil lari mendekap bungkusan tersebut menjauh gereja yang di dalamnya terdapat ratusan jemaat yang sedang beribadah,” kata Horas dengan mata berkaca-kaca.
Seperti diketahui, bungkusan itu adalah bom waktu yang akhirnya meledak di dekapan Riyanto. Tubuhnya terpental hingga seratusan meter. Kuatnya daya ledak, merobohkan pagar beton gereja.
“Almarhum meninggal untuk menyelamatkan banyak nyawa. Rianto adalah martir Pancasila. Ia layak disebut pahlawan toleransi,” kata Horas.
Ia menambahkan, “Mengingat Almarhum Rianto sang martir Pancasila, maka itu akan meningkatkan semangat pembumian dan habituasi Pancasila di era kini.”
*Komitmen Membantu TNI-Polri*
Pada saat yang sama Dewan Pembina Generasi Optimis (GO) Indonesia, Mangasi Sihombing mengatakan, giat menjaga gereja pada saat ibadah Natal oleh Banser menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang sedang menjalankan ibadah Hari Raya agamanya.
“Keamanan bukan hanya menjadi kewajiban negara dan pemerintah, tetapi juga butuh partisipasi dari seluruh komponen masyarakat. Banser sudah menjadi salah satu komponen tersebut. Kami mengapresiasi semangat toleransi dan solidaritas sahabat-sahabat Banser,” kata Mangasi.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk beberapa negara di Eropa Timur itu melanjutkan, Banser selama ini telah menjadi bagian dalam menjaga toleransi beragama, seperti menjaga kebebasan beribadah di hari Natal bagi umat Kristiani atau umat agama lain. Hal sama juga dilakukan dalam pengamanan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Untuk perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 saya kira Banser dalam posisi membantu para aparat, baik Polri maupun TNI. Bantuan Banser kepada polisi dan TNI, dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, sesuai dengan standard operational procedure,” pungkasnya.
#Natal #Banser
#Martir Pancasila
#Mangasi Sihombing
#Tigor Mulo Horas Sinaga