INDONET7.COM NTB-GKJI Ketua NTB Erwin Hidayat S. H: Pengadaan sarung di kabupaten Lombok timur terasa janggal,karena kami menduga adanya praktek tidak benar yg dilakukan oleh ukpbj Lotim selaku penyelenggara tender..yang dimana dalam pelaksanaan tender dalam 3 th terakhir memenangkan perusahaan yg sama dan nilai hps hampir sama dan angka penawaran yg sangat tidak rasional…dari 11 perusahaan yg ikut melaksanakan tender ulpbj Lombok timur memenangkan perusahaan no urut 11 yg mengajukan penawaran harga paling tinggi yaitu mendekati 100 persen dari harga dasar yg dikeluarkan ulpbj sedangkan perusahaan Laen memiliki penawaran yg sangat jauh selisihnya dari harga yaitu -+1,8 milyar dari penawaran harga yg dikeluarkan oleh ulpbj Lombok timur,kejanggalan juga bisa diliat dari tidak adanya spek pembanding yg dilakukan saat uji lab,disini kita berkeyakinan bahwa ulpbj Lombok timur sdah dikatsksn melakukan penggiringan terhadap satu jenis produk sarung yg diajukan oleh perusahaan yg menang dlm tender tersebut.disisi Laen persaratan tekhnis yg dicantumkan oleh pihak panitia yaitu 30 persen barang harus ada stok di gudang yg berada di lingkup kabupaten Lombok timur tentunya ini sangat memberatkan peserta Laen dan yg pasti bisa memenuhi syarat tersebut adalah perusahaan yg dikondisikan oleh pihak ulpbj Lombok timur.
GKJI Ketua NTB Erwin Hidayat S. H: Erwin Hidayat selaku ketua DPP GKJI NTB meminta supaya aparat penegak hukum di NTB umumnya serta Lombok timur khususnya peka dan segera menindak tegas oknum2 yg mrmanifulasi tender sarung yg diadakan oleh ulpbj Lombok timur yg nilainya mendekati angka 8 milyar dan apabila di cermati perbandingan angka penawaran maka daerah akan bisa menangguhkan anggaran -+1,8 milyar dari pengadaan lelang ato tender tersebut.
GKJI Ketua NTB Erwin Hidayat S. H: Dari syarat2 tekhnis yg diajukan kita wajib curiga bahwa disini ada permainan…bisa dikatakan menentukan pemenang dulu baru terbitkan syarat dan melakukan pendaftaran serta lelang online.
(Maya)