INDONET7.COM JAKARTA-, 23 Maret 2022 – MarkPlus, Inc. dengan didukung Philip Kotler Center for ASEAN Marketing kembali menyelenggarakan WOW BRAND Festive Day (WBFD) yang
ke-7 dengan mengusung tema “Branding In The Endemic Year” secara virtual. Tema acara WBFD tersebut dipilih seiring dengan keberhasilan Indonesia dalam melakukan vaksinasi masal, dan bahkan mulai diikuti vaksinasi booster, yang mendorong semakin
menggeliatnya kegiatan perekonomian. Sejumlah perkembangan tersebut telah
berpengaruh dalam branding setelah lebih dari 2,5 tahun berada di era pandemi.
Acara WBFD merupakan gabungan dari acara seminar, termasuk knowledge update dengan menggunakan konsep branding terbaru, dan penyerahan sejumlah penghargaan.
Untuk penghargaan ada WOW Brand 300 berbasis konsep WOW Brand yang bersumber dari buku Marketing 4.0, lalu penghargaan Branding Campaign of The Year, pengukuhan Brand For Good Club dan WOW Influencer Award. Selain itu, untuk menyambut 75 tahun
Founder MarkPlus Corp., sebagai Lifetime Teacher pada 18 November 2022, muncul penghargaan tambahan, MarkPlus WOW Brand Lifetime Achievement Award.
Beragamnya agenda acara, membuat WBFD ke-7 merupakan tempat berkumpulnya para marketing enthusiast, marketing leaders, dan para entrepreneur dan komunitas branding
yang mewakili 300 brands. Dimana selain bisa bertemu untuk meng-update informasi dibalik layar kesuksesan sejumlah brand yang menjadi pemenang berdasarkan WOW Brand Survey, mereka juga berkoneksi membangun jaringan. Paling tidak hubungan
antara pemilik merek dan pelanggan.
Dalam WBFD ke-7 terdapat beberapa sesi mulai dari Opening Session, Morning Session, Awarding, Afternoon Session, sampai Inspiration Session yang turut dimeriahkan dengan adanya para pembicara-pembicara dari brand yang menjadi pemenang dari berbagai
penghargaan yang dilakukan MarkPlus melalui pendekatan berbeda. Mereka akan berbagi informasi dan insight mengenai branding di era endemi, selain keynote speaker oleh Founder MarkPlus Corp. Mereka yang berbicara di WBFD ke-7 antara lain:
1. Hermawan Kartajaya – Founder & Chairman MarkPlus Inc.
2. Dr. Fathema Djan Rachmat – President Director Pertamedika IHC.
3. Imam Sedayu Pusponegoro – Chief Commercial Officer SiCepat Ekspres Indonesia
4. Edward Tirtanata – CEO & Co-Founder Kopi Kenangan.
5. Maharani Kemala – Founder & CEO Urban Company.
6. Marsela Limesa – President Somethinc, BeautyHaul.
7. Fanny Verona – Country Manager LINE Indonesia.
8. Devin Widya Krisnadi – Business Director Chatime.
9. Lesly Simpson – Country Head WeTV & ifilx Indonesia.
10. Norisa Saifuddin – SVP Marketing Communication BCA.
11. Himawan Prasetyo – General Manager Corporate, Prepaid & Postpaid Brand & Communication Telkomsel.
12. Wijaya Nugroho – Head of Business Development Esports Garena Indonesia.
13. Karim Sulisto – Partnership Lead TikTok Indonesia.
14. Yesaya Christian – Brand Manager L-Men, LOKALATE, W’Dank.
15. Yosanova Savitry – Deputy CEO MarkPlus, Inc.
16. Shandy Purnamasari & Gilang Juragan 99 – Founder J99 Corp
dan masih banyak lagi yang menjadi bagian dari acara bergengsi ini.
Hermawan Kartajaya membuka acara ini, menjelaskan mengenai Strategic Marketing Roadmap sampai 2030 dari berbagai industri dari tahap Adaptive merupakan adanya situasi relief, tahap Transformative adanya situasi recovery, tahap Planning pada situasi
reform, sampai tahap Visionary dimana keadaan pemasaran diharapkan sudah berada di situasi rise. Masa kebangkitan brand telah terprediksi ini kerap menjadi perhatian setiap
brand untuk berlomba-lomba tampil di masa kini juga masa depan, salah satunya dengan memaksimalkan teknologi dipadu online dan offline.
“Segala sesuatu saat ini telah digital dan online, namun tetap perlu diusung dengan adanya situasi offline. Ekonomi tidak dapat berjalan tanpa adanya kegiatan offline.”,
pungkasnya. Energi yang muncul di acara offline akan lebih kuat dibandingkan secara online. Inilah yang terlihat dari sejumlah acara offline yang ada di era endemi.
“Indonesia telah membuktikan adanya penyelenggaraan GP di Mandalika sukses di era endemi, walaupun kebanyakan orang domestik yang berpartisipasi. Banyak pembalap terkenal datang semua. Indonesia akan menjadi sesuatu di 2030, lalu pada 2045 Indonesia akan memasuki tahun emas. Tanpa transformasi yang dilakukan pada saat ini, kalau brand tidak mempersiapkan transformasi, SDM nya pun harus disiapkan, infrastruktur juga harus disiapkan karena tidak semua orang bisa digital.”, kata Hermawan lebih lanjut.
Di dalam materi keynote speech, Hermawan juga menyinggung mengenai brand-brand yang muncul di acara WBFD ke-7. Brand yang menjadi pemenang di WOW Brand 300,
dipilih dari WOW Brand Survey yang dilakukan Januari – Februari 2022 berdasarkan konsep kunci 5A yaitu aware, appeal, ask, act, dan advocate yang bersumber dari buku
Marketing 4.0: Moving from Traditional to Digital dalam pembahasan Customer Path In Digital Era. “Oleh sebab itu, kalaupun sekarang ada perkembangan baru terkait dengan sejumlah brand di bulan ini, tidak bisa menutup kenyataan bahwa brandbrand tersebut memang mencatat posisi yang tinggi berdasarkan survey yang dilakukan di bulan Januari – Februari 2022,” kata Hermawan.
Hermawan juga menjelaskan bahwa di sejumlah kategori dalam WOW Brand survey yang telah dilakukan bertahun-tahun, ada sejumlah brand yang menjadi juara bertahan.
“Sebagai contoh, yang menjadi juara bertahan WOW BRAND selama tujuh tahun yaitu BCA,” kata Hermawan. Jadi ada brand yang tahun ini menang, tapi belum tentu bisa mengulang prestasi serupa di tahun depan, tapi juga ada brand yang bisa menjadi juara
bertahan selama bertahun-tahun.
Apa rahasia dari brand yang bisa menjadi juara bertahan bertahun-tahun? “Brand yang dikatakan berhasil merupakan brand yang juga menempatkan human spirit dalam setiap
strategi sehingga dampaknya akan secara jangka panjang.”, lanjutnya.
Human spirit dikaitkan dalam dinamika tren saat ini, Metaverse, GEN-Z, dan SDGs jadi tujuan pergerakan kemajuan suatu bangsa. Gen Z akan sadar dengan metaverse yang sebenarnya yang akhirnya sangat berarti untuk kehidupan karena tidak hanya ada
permainan game disitu, namun dapat diselearaskan ke SDGs, 17 prinsip yang ada.
Hermawan juga menjelaskan didalam setiap gerakan yang dilakukan dan diperlihatkan brand kepada masyarakat mengandung Functional, Emotional, dan Social Appeal yang menjadi cara brand masing-masing untuk menggaet konsumen dan menciptakan
loyalitas konsumen. Saat ini yang sedang marak digandrungi generasi muda adalah Emotional Appeal dimana banyak dianut brand-brand seperti brand kecantikan dan perawatan tubuh dengan ide yang mudah menggugah hati konsumen.
(MY)
INDONET7 Terupdate & Terpercaya