Tangsel 20 Oktober 2021-Terkait hunian keluarga Purnawirawan dan Warakawuri di Asrama POLRI Ciputat oleh BRIMOB Batalyon C di Ciputat, Tangerang, tentang issue pengosongan hunian mereka, sontak memicu aksi solidaritas dari berbagai kalangan, salah satunya adalah dari Keluarga Besar Putra Putri Purnawiranan POLRI (KBPP POLRI).
KBPP POLRI yang hadir memberikan bantuan moril dan dukungan, paling tidak berasal dari Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Depok, yang berjumlah lebih dari 100 personil.
Dimas Dimo, Ketua KBPP POLRI Tangerang Selatan dalam wawancaranya bersama para awak media mengungkapkan “Dimana nurani para petinggi POLRI dengan keinginannya mengusir keluarga Purnawirawan dan Warakawuri dari hunian saat ini, hunian yang mereka tempati puluhan tahun. Masjid, Jalan, Lapangan Futsal dan lainnya, murni para Purnawirawan dan Warakawuri yang membangunnya tanpa ada bantuan dari pihak manapun.” jelasnya .
Selanjutnya Dimas mengatakan “Kami memohon kepada para petinggi POLRI, para pejabat negara agar dapat memperhatikan nasib mereka (Purnawirawan/Warakawuri), jangan melupakan jasa yang telah mereka buat untuk negara ini, apalagi di antara mereka ada Pejuang Pembebasan Irian Barat dan Pejuang Timor Timur”
Hal aneh yang terjadi pada Bulan September 2021, ketika para Purnawirawan diundang untuk menghadiri sosialisasi terkait hal tersebut, namun yang ada adalah bukan sosialisasi, tapi penyampaian sepihak, tanpa ada penjelasan sama sekali, seluruh pertanyaan di tampung, tanpa ada jawaban, dan sore harinya, telah dimunculkan Surat Peringatan untuk segera mengosongkan hunian, ada apa”? ungkap Ny. M, salah satu keluarga Purnawirawan dan Warakawuri saat dikonfirmasi di tempat yang berbeda.
Dimas Dimo, Ketua KBPP POLRI Tangerang Selatan dan Ny.M sebagai keluarga purnawirawan dan Warakawuri mengatakan kepada para awak media “Supaya Bapak Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol.Listio Sigit Prabowo memperhatikan dan memberikan Solusi terbaik kepada keluarga Purnawirawan dan Warakawuri Ciputat kalau memang harus keluar dari Huniannya,” tegasnya.
(Maya)