Kelanjutan Kasus Politik Uang (money politic) Caleg DPR RI

Jakarta Selatan-Sidang kelanjutan di pengadilan Bahwa kelien kami Andi Mulyati Parenrengi,SE mendapatkan informasi dari terima uang dari team sukses dari Caleg DPR RI dari partai Demokrat untuk didaerah pemilihan DKI Jakarta III, bahwa saksi tersebut diberikan uang.Senin (02/09/24).

Diarahkan, dan diminta mencoblos
dengan intruksi perintah datang ke TPS untuk mencoblos nomor urut 3 atas nama Nurwayah.

Bahwa dengan adanya informasi seperti ini, ditindak lanjuti oleh klien kami Bu Andi Mulyati Parenrengi,SE dengan membuat laporan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Prov DKI Jakarta.

Setelah dilakukan pelaporan maka ditindak lanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi dan mengikuti proses kelanjutan yang jadi kewenangan dari Bawaslu beserta sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Prov DKI Jakarta.

Bahwa setelah saksi-saksi dimintai keterangan dan diperiksa oleh Bawaslu Prov DKI Jakarta unsur formil dan materilnya terpenuhi bahwa caleg yang bersangkutan telah melakukan politik uang (money politic) pada Pileg tanggal 14 Febuary 2024 lalu.

Karena unsur formil dan materil terpenuhi, maka Bawaslu memberikan rekomendasi kepada klien kami untuk meneruskan perkara ini dengan membuat laporan kepolisian di Polda Metro Jaya (PMJ).

Klien kami membuat laporan di Polda Metro Jaya (PMJ) dan pihak Bawaslu DKI Jakarta pun hadir pada saat klien kami membuat laporan di Polda Metro Jaya (PMJ).

Saksi-saksi dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya (PMJ).

Setelah itu ditingkatkan prosesnya dari penyelidikan ketingkat penyidikan oleh penyidik Polda
Metro Jaya (PMJ).

Terlapor dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya (PMJ), sampai tiga kali panggilan sebagai terlapor tetapi terlapor tidak juga mendatangi Polda Metro Jaya (PMJ).

Penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) meningkatkan status dari terlapor menjadi tersangka karena mangkir dari pemanggilan penyidik Polda Metro Jaya (PMJ).

Bahwa penyidiki Polda Metro Jaya (PMJ) melakukan penggeledahan upaya pengamanan / penangkapan kepada tersangka dengan mendatangi rumah tersangka namun tersangka tidak pernah ada di rumah setelah dilaporkan melakukan politik uang (Money Politic).

Selanjutnya penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) memasukan tersangka dalam Daftar Pencarian Orang/DPO (Buronan).

Penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta mengirim berkas yang sudah memasuki tahap P-19 kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dipelajari agar jika sudah dinyatakan lengkap P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan segera berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) agar segera menyidangkan perkara tersebut, tetapi pada saat pengiriman berkas oleh penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta berkas tersebut dinyatakan belum lengkap dan harus ada beberapa yang diperbaiki sehingga oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta, berkas tersebut dikembalikan kepada penyidik Polda Metro Jaya (PMJ).

Penyidik harus ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana para saksi terdaftar sebagai pemilih dan menggunakan hak pilihannya.

kami memenuhi arahan dari penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) agar menambah jumlah saksi, dan oleh itu klien kami saksi ditambah lima(5) orang lagi dari dan penyidik pun mendatangi konfirmasi kepada ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dimana para saksi terdapat dan menggunakan hak pilihnya.

Kemudian setelah memnuhi kekurangan yang diminta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta, penyidik kembali melimpahkan berkas penyidikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta.

Setelah kurun waktu 10 hari kerja dari pengiriman kembali berkas penyidikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta, tidak ada informasi ataupun kejelasan kelanjutan dari perkara tersebut, setiap kami tanyakan ke penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) hanya dijawab “Belum ada petunjuk lanjutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta”.

Yang menjadi tanda tanya kami sampai saat ini bahwa selama proses penyelidikan, penyidikan, sampai pengiriman berkas penyidikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) DKI Jakarta, kami tidak pernah diberikan SP2HP (Surat Pemberitahuan) perkembangan hasil penyidikan yang merupakan bagian SOP penanganan perkara dalam kepolisian yang termasuk dalam Peraturan Kapolri (PerkaPolri) Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisian Republik Indonesia menyatakan bahwa dalam hal menjamin akuntabilitas dan tranparansi penyidikan, penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak Pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala paling sedikit 1 kali setiap bulan.

Diluar ekspektası kami penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) dengan alasan dalil “Demi Hukum” tanpa disertai penjelasan apapun.

Patut diduga diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) sarat dengan kepentingan dan adanya intervensi dari pihak-pihak yang tidak menginginkan perkara ini berlanjut.

Kami menempuh upaya hukum Prapradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menguji keabsahan terbitnya SP3 yang dikeluarkan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Gugatan Prapradilan yang kami daftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta selatan dengan Nomor Perkara: 76/Pid.Pra/2024/PN Jakarta Selatan.

Jika kami tidak mengambil upaya hukum prapradilan ini, akan menjadi preseden buruk bagi tumbuh kembangnya demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena di Negara kita tidak mempunyai kepastian hukum, supremasi hukum hanya dijadikan slogan belaka.

Bahwa praktek politik uang (Money Politics) harus dilawan dan diperangi, karena bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), jika dibiarkan dan dijadikan ajang budaya dalam setiap penyelenggaraan pesta demokrasi akan menciderai nilai demokrasi itu sendiri dan proses upaya pembodohan rakyat, dan Pemimpin yang dihasilkan dari penyelenggaraan yang dicederai dengan kegitan politik uang (Money Politik) tidak akan mempunyai integritas dan legitimasi penuh dari rakyat.

(Afredo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

article 9998000501

article 9998000502

article 9998000503

article 9998000504

article 9998000505

article 9998000506

article 9998000507

article 9998000508

article 9998000509

article 9998000510

article 9998000511

article 9998000512

article 9998000513

article 9998000514

article 9998000515

article 9998000516

article 9998000517

article 9998000518

article 9998000519

article 9998000520

article 9998000521

article 9998000522

article 9998000523

article 9998000524

article 9998000525

article 9998000526

article 9998000527

article 9998000528

article 9998000529

article 9998000530

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 5500256

article 5500257

article 5500258

article 5500259

article 5500260

article 5500261

article 5500262

article 5500263

article 5500264

article 5500265

article 5500266

article 5500267

article 5500268

article 5500269

article 5500270

article 5500271

article 5500272

article 5500273

article 5500274

article 5500275

article 5500276

article 5500277

article 5500278

article 5500279

article 5500280

article 5500281

article 5500282

article 5500283

article 5500284

article 5500285

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 2000276

article 2000277

article 2000278

article 2000279

article 2000280

article 2000281

article 2000282

article 2000283

article 2000284

article 2000285

article 2000286

article 2000287

article 2000288

article 2000289

article 2000290

article 2000291

article 2000292

article 2000293

article 2000294

article 2000295

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2990416

article 2990417

article 2990418

article 2990419

article 2990420

article 2990421

article 2990422

article 2990423

article 2990424

article 2990425

article 2990426

article 2990427

article 2990428

article 2990429

article 2990430

article 2990431

article 2990432

article 2990433

article 2990434

article 2990435

article 2990436

article 2990437

article 2990438

article 2990439

article 2990440

article 2990441

article 2990442

article 2990443

article 2990444

article 2990445

article 2990446

article 2990447

article 2990448

article 2990449

article 2990450

article 2990451

article 2990452

article 2990453

article 2990454

article 2990455

article 10000286

article 10000287

article 10000288

article 10000289

article 10000290

article 10000291

article 10000292

article 10000293

article 10000294

article 10000295

article 10000296

article 10000297

article 10000298

article 10000299

article 10000300

article 10000301

article 10000302

article 10000303

article 10000304

article 10000305

article 10000306

article 10000307

article 10000308

article 10000309

article 10000310

article 10000311

article 10000312

article 10000313

article 10000314

article 10000315

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 0000376

article 0000377

article 0000378

article 0000379

article 0000380

article 0000381

article 0000382

article 0000383

article 0000384

article 0000385

article 0000386

article 0000387

article 0000388

article 0000389

article 0000390

news-1701