INDONET7.COM JAKARTA-Kementerian Pertahanan (Kemhan) bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama menyelenggarakan Pameran Industri Pertahanan terbesar se-Asia Tenggara Indo Defence 2022 Expo & Forum yang digelar di tiga lokasi secara bersamaan, masing-masing di JIexpo Kemayoran sebagai pusat aktivitas, kemudian di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung dan Apron Selatan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, mulai tanggal 2 sampai 5 November, dengan peserta sebanyak 905 industri pertahanan dalam dan luar negeri dari 59 negara.
Berbeda dengan sebelumnya, penyelenggaraan pameran berskala internasional Indo Defence 2022 Expo & Forum tahun ini dilaksanakan di tiga lokasi. Ini merupakan gagasan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto yang juga menetapkan tema “Peace, Prosperity, Strong Defence”, dengan tujuan mengakomodir para peserta pameran untuk menampilkan produk berteknologi terbaru, sekaligus sebagai bentuk edukasi serta memperkenalkan karya anak bangsa baik dari BUMN maupun BUMS dan kalangan Universitas, yang siap bersaing secara global.
Atas antusiasme delegasi negara-negara yang sudah memastikan kehadirannya pada Indo Defence 2022 Expo & Forum, Menhan RI menyampaikan apresiasi yang tinggi, mengingat kegiatan ini terselenggara setelah tiga tahun tertunda karena pandemi covid-19, namun menyatakan optimis akan menjadi satu event yang dapat meningkatkan produktivitas industri pertahanan dunia.
Romy Christyanto, Vice Director PT. Internusa Pasific Perkasa mengatakan kita adalah rekanan dari Kemenhan dari tahun 2018, jadi produk kita adalah helm, rompi anti peluru dan mobil anti drone. Dimana helm kita sendiri lulus spesifikasi dari TNI AL dengan rendaman, kemudian rompi anti peluru kita sedikit berbeda karena kita materialnya adalah bahan plastik, dimana lima kali lebih kuat dan ringan dibandingkan bahan biasa yang digunakan. Kemudian mobil anti drone kita. Dan kita cukup berbangga hati karena ini merupakan pertama kalinya mobil drone dengan TKDN 70% hingga 80%. Yang mana tampilannya sedikit kita sederhanakan. Sehingga kita di percaya oleh paspampres dengan pemesanan dua unit mobil untuk pengawalan presiden yang akan diserahkan di November, “kata dia, saat di temui, di booth The Frontier JIExpo Kemayoran Jakarta, Jum’at (05/11/2022).
Lebih lanjut.Sambung Romy. “Produksi kita ini semua lokal, mulai dari software, hardware, mekanik semua itu lokal. Kita sudah bergerak sejak 2016, untuk pembuatan ini kita ada dua tempat, yaitu satu di Yogyakarta. Dimana untuk manufaktur awalnya di Yogjakarta, begitu sudah 50%. baru kita bawa ke tempat kedua yaitu di Gunung putri Bogor, karena kita butuh tempat terdekat dengan Jakarta sehingga untuk mempermudah komunikasi dengan user. Sekalian pendidikan dan training trainingnya mereka, “ucapnya.
Romy mengatakan bahwa untuk training bukan hanya di penggunaannya saja, tetapi bagaimana jika terjadi trouble di hardware ataupun sofwarenya.
Dan untuk produk kita ini di Indonesia kita adalah yang pertama dimana kita sederhanakan disesuaikan dengan user atau orang Indonesia, apalagi kita bergerak di bidang militer. Tidak semua orang militer mengerti user atau teknologinya. Dimana untuk yang terlalu Hightec kita sederhanakan, tomboi tombol nya kita sederhanakan dan simple kan buat mereka. Sehingga begitu aksinya akan lebih cepat karena prosedurnya lebih kita persingkat, “tutur Romy menjelaskan.
Untuk harga sendiri yang jelas menurut nya lebih murah di bandingkan import.
“Dan di dalam pameran ini sendiri kemarin kita sudah menjajaki dari negara seperti Afrika, Zimbabwe, Turki, Australia dan juga beberapa negara. Simplenya adalah beberapa barang Hightec itu tantangan nya adalah usernya belum tentu bisa menggunakan semua nya apalagi di dalam medan perang. Kita harus buka SOP satu satu, dan rumit. Karena prajurit dimedan perang itu mereka ingin yang simple saja dengan satu tombol saja nyala semuanya langsung bisa selesai. Disamping itu kita ada uji fungsi, pelatihan, kelaikan, semuanya ada sesuai standar kementerian Pertahanan, “tuturnya.
Ini baru pertama kalinya kami ikut dipameran ini dimana tahun sebelumnya tertunda akibat pandemi, dan pameran ini terakhirnya di tahun 2018.
Antusias pengunjung di hari ke empat ini menurut nya luar biasa.
“Luar biasa, terus terang di hari pertama kali kita tidak menyangka animo masyarakat sangat luar biasa dan Napindo sebagai penyelenggaraan sangat luar biasa”, ujarnya.
Harapannya kami, “Pemerintah lebih mengutamakan produk produk lokal, memang dari perbedaan teknologi antar produk lokal dengan produk luar memang jauh ya. “Tapi kami harap diberi kesempatan untuk menguji coba. “Tidak harus membeli. “Tetapi menguji coba dulu. Agar user yang tadinya selalu berpikir brand dari luar. Mereka tau bahwa kita itu sebenarnya bisa. dan jika ada trouble kita langsung bisa dipercaya. Selain itu juga kami berharap Pemerintah mempermudah untuk regulasi nya, “tandasnya.
(MY)
INDONET7 Terupdate & Terpercaya