Kasus KSP Sejahtera Bersama : Menkopolhukam Usut Tuntas!!! Agar Uang Nasabah Segera Dibayarkan

INDONET7.COM JAKARTA – Koperasi, merupakan salah satu badan usaha, adalah badan usaha yang ada di Indonesia berdasarkan kebersamaan dan kepercayaan. Namun jika kepercayaan itu luntur dan anggota koperasi yang menanamkan modal dirugikan oleh pengelola Koperasi, maka perlu ditindak dan ditertibkan koperasi tersebut.

KOPERASI SIMPAN PINJAM Koperasi Sejahtera Bersama (KSB- BOGOR), salah satu Koperasi yang gagal bayar kepada para nasabahnya April 2020 lalu. Koperasi yang berdiri tahun 2004 awalnya adalah koperasi Serba Usaha dan
berganti menjadi Koperasi Simpan Pinjam pada tahun 2014, berkantor pusat di Jl. Pajajaran No. 1, Bogor.
Memiliki 44 kantor cabang dan 21 kantor cabang pembantu yang tersebar di berbagai kota di pulau Jawa dan sudah memiliki kurang lebih 181.072 Anggota tersebar di pulau Jawa.

Kepengurusan KSB Bogor antara lain Dang Zeany Kurdinansyah, Ir. Dasep Surahman, Vini Noviani, SS., SH, Drs. Setiabudi, Hj. Nur Hidayah, SE., MM. Pengurus tersebut telah memegang kepengurusan Koperasi sejak awai berdiri, dengan bergantian posisi jabatan saja. RAT dan pemilihan pengurus selalu On Setting dan tidak melibatkan Anggota secara Kaidah
Perkoperasian (RAT Elektronik).

 

Oleh karena itu, pada hari Kamis (01/09/2022), bertempat di patung Kuda Monumen Nasional atau Monas, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, diadakan demo massa dari korban KSB Bogor. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 wib ini dilakukan sebagai bentuk protes para nasabah dan anggota KSB Bogor yang dari bulan April 2020 tidak dibayarkan lagi bunga keuntungan dari uang investasi nasabah yang ditaruh di KSB Bogor.

Menurut Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Tahun Buku 2019, yang disahkan bulan Maret 2020 disebutkan:
Total Pinjaman ke Anggota sebesar Rp 1,7 Triliun (Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Tutup Buku 2019/RAT) dengn jumlah anggota 173.875 orang dan Total Asset sebesar Rp 3,15 Triliun.

Gagal bayar mulai sejak bulan April 2020 diberlakuan secara ‘SEPIHAK’ oleh Pengurus-Pengawas Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama, dengan mengeluarkan Surat Edaran No. 118/KSP-SB/Pengurus/04.2020 tertanggal 16 April 2020, dimana disebutkan bahwa seluruh Simpanan Berjangka Anggota yang sudah jatuh tempo mulai Tg. 20 APRIL 2020 harus diperpanjang secara otomatis (Roll over/Melanggar Azas Koperasi) dengan alasan PANDEMI COVID 19, dan sejak saat itu seluruh Anggota tidak bisa mencairkan/mengambil simpanan.

Dan hal tersebut dilakukan dengan tidak melalui persetujuan dengan Anggota/mengadakan Rapat Anggota
Luar Biasa (‘Force Majeure’).

Selanjutnya Tanggal 24 Agustus 2020 KSP SB dituntut dalam (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) PKPU oleh PT.Trisula Prima Agung dan CV. Totidio yaitu 2 perusahaan Rekanan (namun sekaligus juga adalah Anggota Koperasi).

UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN UNTUK MENDAPATKAN UANG KAMI KEMBALI:
1. Mendatangi dan meminta Uang kami, baik melalui Kantor Cabang maupun langsung mendatangi Kantor Pusat Bogor (21 JULI 2020) namun Tidak Ada Hasilnya.

2. Mengirim Surat melalui Kantor Cabang
, namun Tidak Ditanggapi sama sekali oleh Pengurus-pengawas KSB Bogor.

3. Berkonsultasi dengan DEKOPINDA (Bapak Syahberol) dan akan dimediasi ke DEKOPIN, naman
akhimya dalam kelanjutannya hanya diberi informasi bahwa: Kondisi KSP-SB (Asset) masih mencukupi dan aman, dan dalam Pengawasan yang terkait (Deputi Perkoperasian-Achmad Zabadi).

4. Mengirim Surat ke Kantor Pusat KSP-SB Bogor sebanyak 3 kali (Tg.26 JUNI 2020, 12 NOP 2020, 26 NOP 2020), agar Pengurus-pengawas biss TRANSPARAN dan berkoordinasi serta menyediakan waktu untuk ber-diskusi dengan Anggota (berkaitan dengan Rencana Penyelesaiann Krisis “Likuidasi”, Penjelasan
Laporan Keuangan, Audit Investigasi, dan Permohonan agar melaksanakan RALB), namun Tidak mendapatkan Respon (National).

5. Mengirim Surat kepada Kemenkap & UKM. selaku Pembina dan Pengawas Koperasi di Indonesia 17 JULI 2020, 27 JULI 2020, dan 7 AGT 2020), dan 2 kali secara kelompok datang ke sebanyak 3 kali. Kemenkop melaporkan keadaan KSB dan banyak korban yang menderita, serta penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan KSB dengan Data Konkrit. Tetapi tidak mendapatkan respon sebagaimana seharusnya, hingga situasi memburuk sampai seperti saat ini (Nasional).

6. Dengan tidak adanya respen positif dari Kemenkop, maka pada Tg. 14 AGT 2020 Tim Anggota (Nasional membuat Laporan Tertalis kepada OMBUDSMAN RI tentang pelaksanaan Tugas Kemenkop sekali Pengawas KSP-SB, namun tidak memberikan Hasil.

7. Datang ke DEKOPIN (Versi: Nurdin Khalid, dan Versi Sri Untari), naman juga tidak ada hasil.

8. Bahwa saat ini, hampir semua Anggota di berbagai Daerah/Cabang mulai resah, berontak dan bergerak menuntut pengembalian dan keadilan ke Aparat Pemerintah, baik yang sudah dilakukan maupun masih dalam rencana-pergerakan, ke
• DEKOPIN & DEKOPINDA.
KEMENKOP.
• DPRD & DPR RI (Nasional & Daerah).
. Lembaga OMBUDSMAN, DIY (Berproses antak Mediasi/DIY).
. OMBUDSMAN RI (Nasional).
. Ke Tokoh Masyarakat (Ac
(Ade Armando).
. Pemberitaan-pemberitaan (TV, Media Elektronik & Cetak, You Tube).
. Ke Partai Politik (Nasional)
. Kepolisian.
Istana Negara (Nasional – Sudah termediasi oleh pak Richard Henokh, tapi belum ada perkembangan berarti hingga sekarang).

RANGKUMAN KEJADIAN DIATAS:
Maka kami pan Anggota berusaha mengadukan hal ini kepada Pemerintah melalui DPR Komisi.VI, agar bisa terjadi mediasi dan ada Jaminan Keamanan untuk Dana kami yang tersimpan di Koperasi Simpan Pinjam
Sejahtera Bersama, dimana kami adalah warga Yogyakarta yang sudah diperlakukan secara TIDAK ADIL dalam situasi seperti saat ini (Pandemi COVID 19) dimana kami sangat-sanga, membutuhkan Dana/Uang karai
untuk bertahan Hidup disant kritis seperti ini, dan Dana/Uang kami ditahan KSP-SB dengan tidak ada informasi/kejelasan kapan Dana/Uang kami akan dibayar/dikembalikan.
nama kelompok Anggota yang saat ini baru tercatat sebanyak 836 Anggota, dengan Nilai
Akumulasi Dana sebesar Rp 140.674.079,473,-, Dimana kami terdaftar dari 4 Kantor Cabang KSP-SB di Daerah Istimewa Yogyakarta (Ktr.Cab. Ringroad Utara, Ktr.Cab. Godean, Kir.Cab. Hayamwuruk, Ktr.Cab. Sisingamangaraja), yang diperkirakan ada kurang lebih 10.000 Anggota dengan perkiraan Nilai Akumulasi Dana Anggota sebesar 530. Milyar.

Para nasabah meminta dana mereka di Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (yang berpusat di Bogor) agar bisa diamankan dan dikembalikan kepada para nasabah dengan bantuan pemerintah atau lembaga lainnya sebagai mediator.

Toto Supriyanto, Korlap nasabah KSP asal Klaten, mengatakan, “Koperasi kita menjadi korban dari menjalankan proses komunikasi yang telah disepakati.”

“Seharusnya pengurus saat ini sudah membayar 3 kali. Berapa persen belum semuanya dari simpanan minimal Rp. 3.050.000.”

“Ratusan orang dari Perwakilan Daerah sekarang memang harus bertanggung jawab karena pemerintah yang memberikan informasi kepada masyarakat, ” pungkasnya.

Para nasabah meminta dana mereka di Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (yang berpusat di Bogor) agar bisa diamankan dan dikembalikan kepada para nasabah dengan bantuan pemerintah atau lembaga lainnya sebagai mediator..

Arijo, koordinator KSP KSB Jogjakarta, mengatakan, “Saya sebagai penggerak aksi damai yang kita mulai dari Jogja. Kita lakukan aksi damai ini karena koperasi KSP sampai sekarang tidak merealisasikan keputusan homologasi.”

“Term pertama itu baru dibayarkan sekitar 92%. Terus yang harus dibayarkan pada Januari bulan Januari 2002 itu 0%, pada bulan Juli itu juga bergerak karena banyak anggota-anggota yang sudah jadi korban. Keadaan ekonominya sangat memprihatinkan dan banyak yang sakit dan ada juga yang meninggal.”

“KSP KSB tidak ada payung hukum, sehingga untuk menuntut atau koperasi KSP SB susah karena tidak ada payung hukum. Kita adalah korban-korban. Koperasi itu adalah milik anggota bukan bentuk perusahaan.

Oscar Pendong, sebagai salah satu penggerak demo mengatakan, “Demo yang dilakukan hari ini merupakan wujud tuntutan dari para nasabah KSB Bogor. Sudah berbagai cara kita lakukan untuk menuntut keadilan kepada pemerintah, sampai dengan hari ini kami berdemo ke Kemenkopolhukam.”

“Kami berharap, agar usaha kami hari ini bisa didengar aspirasi kami dan juga segera ditindak para pengurus KSB Bogor secara hukum dan kembalikan uang para nasabah KSB Bogor yang sudah terkatung-katung sejak 2020,” pungkasnya.

(MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000301

article 0000302

article 0000303

article 0000304

article 0000305

article 0000306

article 0000307

article 0000308

article 0000309

article 0000310

article 0000311

article 0000312

article 0000313

article 0000314

article 0000315

article 0000316

article 0000317

article 0000318

article 0000319

article 0000320

article 0000321

article 0000322

article 0000323

article 0000324

article 0000325

article 0000326

article 0000327

article 0000328

article 0000329

article 0000330

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2990311

article 2990312

article 2990313

article 2990314

article 2990315

article 2990316

article 2990317

article 2990318

article 2990319

article 2990320

article 2990321

article 2990322

article 2990323

article 2990324

article 2990325

article 2990326

article 2990327

article 2990328

article 2990329

article 2990330

article 2990331

article 2990332

article 2990333

article 2990334

article 2990335

article 2990336

article 2990337

article 2990338

article 2990339

article 2990340

article 2990341

article 2990342

article 2990343

article 2990344

article 2990345

article 2990346

article 2990347

article 2990348

article 2990349

article 2990350

article 2990351

article 2990352

article 2990353

article 2990354

article 2990355

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

article 5500196

article 5500197

article 5500198

article 5500199

article 5500200

article 5500201

article 5500202

article 5500203

article 5500204

article 5500205

article 5500206

article 5500207

article 5500208

article 5500209

article 5500210

article 5500211

article 5500212

article 5500213

article 5500214

article 5500215

article 5500216

article 5500217

article 5500218

article 5500219

article 5500220

article 5500221

article 5500222

article 5500223

article 5500224

article 5500225

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 9998000441

article 9998000442

article 9998000443

article 9998000444

article 9998000445

article 9998000446

article 9998000447

article 9998000448

article 9998000449

article 9998000450

article 9998000451

article 9998000452

article 9998000453

article 9998000454

article 9998000455

article 9998000456

article 9998000457

article 9998000458

article 9998000459

article 9998000460

article 9998000461

article 9998000462

article 9998000463

article 9998000464

article 9998000465

article 9998000466

article 9998000467

article 9998000468

article 9998000469

article 9998000470

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

news-1701