INDONET7.COM JAKARTA- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar Sidang Tahunan DPR/MPR 2022. Dihadiri 435 anggota MPR, DPR, dan DPD, sidang tahunan dinyatakan memenuhi kuorum.
Sidang tahunan dipimpin langsung oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), di gedung Nusantara, kompleks DPR/MPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Sidang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta jajaran menteri-menteri kabinet Jokowi serta para ketua lembaga.
Ir. Eddy Santana Putra, M.T.
Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya
Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, dalam wawancara singkatnya dengan awak media menyampaikan catatan pribadinya usai mengikuti pembukaan sidang tahunan DPR/MPR 2022.
bahwa pertama kita berhasil menghadapi resiko pandemi Covid -19, dimana kita adalah salah satu dari lima negara terbaik di dunia yang dapat menghadapi Covid 19. Itu terlihat saat ini kita semua bisa berkumpul kembali hari ini, setelah sekitar dua tahun lamanya tidak bisa berbuat apa apa, “ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya poin kedua adalah bahwa fundamental ekonomi kita lebih baik, ada kelebihan (surplus) APBN di atas 100triliun. Ini adalah sesuatu yang menggembirakan. Disamping itu kita juga bisa mengendalikan ketahanan pangan kita lebih baik, “tuturnya.
Seperti yang tadi disampaikan dalam laporan Sidang, bahwa tahun 2019 kita sudah swasembada pangan, disamping itu juga disampaikan bahwa kita sudah setop import beras dari luar negeri. Tapi pertanyaannya adalah kenapa di lapangan masih ada beras beras import?
” Apakah ini beras khusus premium atau lainnya. Tapi harganya juga tidak jauh berbeda dengan harga beras yang ada. Dari 10 sd 12 ribu. Artinya kalau harganya berimbang dengan produksi kita sendiri ini tetap mengganggu stabilitas harga dikalangan petani kita,
Kita harus lihat lagi dan kontrol lagi dan ini sesuai dengan kenyataan nya yang ada, “ujar Eddy.
Eddy mengutip apa yang disampaikan oleh Ketua DPR tentang kelangkaan minyak goreng. Dimana Indonesia ini adalah termasuk negara produsen CPU terbesar didunia. Tetapi kenapa hal ini bisa terjadi. Oleh karena itu menurut nya ini adalah sesuatu hal yang aneh. ia berharap ini sebagai titik balik untuk kita harus memperbaiki semua kondisi negara ini.
Eddy berharap di Ulang Tahun Indonesia Ke 77 ini, kita lebih dewasa dalam me-manage serta mengendalikan semuanya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya, melalui kerjasama semua pihak termasuk stake holder menuju bonus demografi, “tutupnya.
(MY)